Cerita Mantan Guru yang Mencoba Peruntungan di Dunia Digital

Senin, 21 Juni 2021 - 05:27 WIB
loading...
Cerita Mantan Guru yang...
Mas Wahid, mantan guru yang akhirnya memilih menjadi youtuber. Foto/dok.SINDOnews
A A A
MUHAMMAD Abdul Wahid mengenang masa-masa awal saat mulai menggeluti dunia konten Youtube pada 2012. Mas Wahid, sapaan akrabnya, ingat saat itu banyak orang menertawakannya karena membuat video dan tak menghasilkan apa pun. Baru dua tahun kemudian dia menikmati buah dari apa yang sudah dimulainya.

Dan kini, setelah sembilan tahun, mantan guru itu memanen hasil jerih payahnya. Dia dikenal sebagai Youtuber spesialis otomotif. Memang, setidaknya dalam 6 tahun terakhir, bukan hanya anak-anak muda, tapi para orang tua pun ikut meramaikan jagat maya dengan beraneka ragam konten. Hampir semuanya berburu legitnya cuan di dunia digital.

Tetapi kenyataannya tak semudah dibayangkan. Mas Wahid salah satu yang merasakan. Dia pun memberikan tips pengalaman kepada siapa pun yang mau menekuni dunia konten. Pertama, menyadari potensi dari dunia digital. Kedua, mengetahui cara bagaimana diterima di dunia maya tersebut.

“Memang seolah-olah gampang, tapi sebenarnya enggak. Kita harus punya kemampuan public speaking yang baik. Kalau diamati orang-orang yang menang di dunia digital saat ini, public speaking baik. Itu ngomongnya enggak belibet. Dia bisa menyederhanakan kalimat seefektif mungkin. Itu kan perlu dipelajari semua,” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Jumat pekan lalu (18/6/2021).

Baca juga: Raffi Ahmad hingga Atta Halilintar, Ini Daftar YouTuber dengan Penghasilan Bulanan Terbesar di Indonesia

Dia secara terbuka sempat kesulitan berbicara di depan kamera pada saat awal-awal membuat konten. Bahkan, saat ini jika ada permintaan promosi sebuah produk masih harus menggunakan naskah. Padahal, menurutnya, selama ini terbiasa berbicara di depan umum, misalnya saat mengajar atau mengisi seminar yang jumlah pesertanya sampai ratusan orang.

“Berikutnya, bukan hanya berbicara, tapi kemampuan menulis itu juga sangat penting. Kadang kita malas untuk video panjang. (Kemudian) Cuma satu foto tapi narasi dari foto itu yang berbicara. Lah ini juga enggak semua orang bisa. Bahkan, tim saya ada lulusan dari luar negeri masih saya back up untuk penulisan naskah di caption Instagram,” tuturnya.

Mas Wahid boleh dibilang seorang yang bisa beradaptasi dengan perkembangan dunia digital dan berbagai platform yang ada. Dia sempat memanfaatkan media sosial (medsos) Facebook untuk menawarkan jasa travel. Kemudian, dia terjun ke dunia konten kreator dengan membuat akun Youtube. Akun tersebut memiliki 1,08 juta subscriber dengan 706 video yang sudah diunggah.

Ketika pasar berubah atau ada sesuatu yang baru, Mas Wahid pun menyesuaikan dengan keadaan. Dia membuat akun Instagram sekitar tiga tahun lalu. Hal ini disebabkan ada permintaan dari mitranya untuk mempromosikan produk melalui Instagram. Pengikut akun instagramnya sudah mencapai 335 ribu.

“Di dunia digital, kita harus improvisasi dan inovatif. Seleksi alam (akan terjadi), kayak dulu (ada orang) tiba-tiba terkenal, (karena) nari-nari, kemudian hilang. Ini yang menjadi tantangan. Saya (selalu mengatakan) ketika mengisi pelatihan,’jangan sampai karena ketidaksiapan sudah punya satu video dengan view yang banyak. Lalu, tidak mengemas video-video berikutnya’,” paparnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hadapi Dominasi China...
Hadapi Dominasi China Dalam Ranah Digital, Indonesia Diimbau Waspadai Risiko Ketergantungan
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa...
Hasan Nasbi Dorong Mahasiswa Fisip Unpas Lebih Kritis Hadapi Disrupsi Digital
Wakapolri Ungkap Ancaman...
Wakapolri Ungkap Ancaman Kekerasan dan Teror Modern di Era Digital
Diperiksa terkait Laporan...
Diperiksa terkait Laporan Roy Suryo, YouTuber Nusantara Dicecar 60 Pertanyaan
Shelter Indonesia Perkenalkan...
Shelter Indonesia Perkenalkan Ekosistem Digital untuk Operasional Terintegrasi
ITB Dorong Percepatan...
ITB Dorong Percepatan Akses Digital Indonesia
Respons Permintaan Tinggi,...
Respons Permintaan Tinggi, Telkom Akselerasi Ekspansi Kapasitas NeutraDC Batam
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa...
Bukan Cuma Cantik, Feliciwa Punya 14 Bebek dan Cerita Tak Terduga
Reza Arap Ziarah ke...
Reza Arap Ziarah ke Makam Lula Lahfah, Ungkap Rindu dan Tegaskan Masih Mencintainya
Rekomendasi
Ruben Onsu Tak Lagi...
Ruben Onsu Tak Lagi Harapkan Permintaan Maaf Sarwendah, Hanya Ingin Bertemu Anak
BKI dan ASDP Perkuat...
BKI dan ASDP Perkuat Sinergi Keselamatan Kerja Melalui Audit SMK3
Meta Akui Chatbot AI...
Meta Akui Chatbot AI Menyebabkan Ribuan Akun Instagram Diretas
Berita Terkini
Prabowo Tegaskan Politik...
Prabowo Tegaskan Politik Bebas Aktif saat Bertemu 8 Dubes di Istana
2 Mobil Porsche Disita...
2 Mobil Porsche Disita KPK dari Rumah Silmy Karim Tidak Ada di LHKPN, Unsur TPPU Didalami
KPK Konfirmasi Hasil...
KPK Konfirmasi Hasil Penggeledahan dalam Pemeriksaan Perdana Silmy Karim sebagai Tersangka
Buku Presiden Solusi...
Buku Presiden Solusi Catat 108 Kebijakan, Qodari: Prabowo Menyasar Akar Persoalan Bangsa
Profesor Ahli Gizi dan...
Profesor Ahli Gizi dan Dokter Anak Bakal Direkrut sebagai Dewan Pengarah BGN
10 Orang Termasuk Bupati...
10 Orang Termasuk Bupati Edison Kena OTT KPK, Uang Ratusan Juta Disita
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved