Kota yang 'Gabut'

Sabtu, 13 Februari 2021 - 07:08 WIB
loading...
A A A
Kota di masa pandemi seperti sekarang ini sangat rentan menghasilkan warga masyarakat yang didera oleh perasaan gabut. Bayangkan saja, aturan pembatasan aktivitas yang dilakukan oleh pemerintah, meski tentu saja tujuannya baik karena untuk memutuskan rantai penyebaran virus korona, tetap saja memiliki dampak sosiologis, psikologis, dan budaya.

Relasi Sosial sebagai Basis
Manusia terbiasa untuk menjadi bagian dari kehidupan sosial yang lebih besar. Sudah jamak bahwa setiap individu yang “melata” di atas muka bumi merupakan bagian dari entitas sosial yang beragam. Di rumah, unit sosiologis terkecil, manusia adalah anggota keluarga. Di luar rumah, manusia adalah anggota dari beragam entitas yang menghimpun mereka karena berbagai identitas temporer seperti hobi (sesama penggemar bunga tulip, misalnya), kebiasaan (selalu telat pulang kantor, misalnya), pendapatan (sesama berpendapatan menengah, misalnya), atau ruang sosial-eksistensial lainnya.

Semua ruang berinteraksi dan ekspresi diri itu, sekarang harus dibatasi secara radikal. Memang kalau sehari atau seminggu, masyarakat masih bisa bertahan. Adanya teknologi, media sosial, televisi, dan ihwal lainnya bisa sedikit mengalihkan. Namun, jika kemudian harus melakukan itu berbulan-bulan, bahkan memasuki satu tahun, maka permasalahan kemanusiaan yang menjadi watak dasar manusia itu sendiri akan terganggu. Dalam kondisi seperti inilah kemudian kegabutan itu akan hadir menyapa manusia.

Selanjutnya dalam kondisi mengalami “tekanan” psikologis yang sama, apalagi manusia modern terhubung oleh teknologi yang ada dalam genggaman, maka narasi gabut dengan cepat menebar, menyebar, laksana virus itu sendiri. Awalnya dunia maya menjadi luapan segala keluh dan serapah. Pelaku merasa bahwa ruang maya memiliki kebebasan tanpa batas. Mereka mengapungkan segala yang dirasa, atau ingin dirasa, secara sporadis. Celakanya, algoritma teknologi media saat ini kemudian membaca narasi gabut tersebut dan kemudian pribadi-pribadi itu dipertatapkan secara virtual.

Kegabutan demi kegabutan saling bertaut satu sama lain. Lalu narasi gabut itu membentuk pola dan jaringan tersendiri. Narasi ini yang kemudian ditambang oleh para pemilik media untuk dijadikan sarana mereka menambah kekayaan. Pertemanan dalam ruang gabut, difasilitasi agar semakin eksis. Kemudian narasi ini secara psikologis berimbas kepada pribadi-pribadi yang mengatakan atau menuliskannya menjadi terasing dalam kesenangan yang semu, cepat, dan (jelas) tidak mengatasi masalah intinya.

Semakin lama suasana dalam kota gabut memang akan terlihat “mendung” dan tidak produktif. Sebab, narasi yang muncul bukan semangat, tetapi khawatir dan pesimistis, yang dijahit oleh pemilik media menjadi semacam “kesadaran”. Padahal, itu hanya kesadaran yang dimanipulasi untuk mempertahankan aksesibilitas pelaku pada jaringan global mesin tambang kekayaan mereka. Sementara di sisi pelaku kegabutan semakin mengkristal dalam kehidupan sebagian masyarakat. Ditunjang oleh aksesibilitas pada data dan infrastruktur teknologi serta kewajiban belajar daring, maka ekspresi gabut itu semakin mendapatkan tempat dan seperti ada “pembenaran”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ancaman Perkotaan: Sampah...
Ancaman Perkotaan: Sampah dan Air Bersih
Satu-satunya dari Indonesia,...
Satu-satunya dari Indonesia, RK Jadi Juri Program Urban Planning Terbaik Dunia
Masyarakat Wajib Pertahankan...
Masyarakat Wajib Pertahankan Sanitasi Meski PPKM Berakhir
PPKM Dicabut, Menag:...
PPKM Dicabut, Menag: Kapasitas Tempat Ibadah Sudah Diperbolehkan 100%
Begini Cara Pemakaian...
Begini Cara Pemakaian Masker Setelah PPKM Dicabut
PPKM Dicabut, Jokowi...
PPKM Dicabut, Jokowi Tegaskan Bukan untuk Gagah-gagahan
Urgensi Pendekatan Humanis...
Urgensi Pendekatan Humanis dalam Penataan Kota dan Relokasi UMKM
Jawab Kebutuhan Kaum...
Jawab Kebutuhan Kaum Urban, Sepeda Listrik NUV Hadir sebagai Solusi Transportasi
Ganesh Institute Berikan...
Ganesh Institute Berikan 3 Catatan untuk Pembangunan Sosial Kota Malang
Rekomendasi
Kapal Basarnas Terbakar...
Kapal Basarnas Terbakar di Muara Baru, 14 Unit dan 70 Personel Damkar Dikerahkan
Cara Hapus Objek Mengganggu...
Cara Hapus Objek Mengganggu di Foto dengan Galaxy S26 Series
Tak Selalu Aman, Sendok...
Tak Selalu Aman, Sendok Kayu Juga Bisa Jadi Sarang Bakteri dan Jamur
Berita Terkini
Dokter Tifa Siap Terima...
Dokter Tifa Siap Terima Apa Pun Putusan Sela Hari Ini
Menjembatani Rivalitas...
Menjembatani Rivalitas LCS: Konsep Hybrid Maritime Security Governance System
Ahli Waris Laporkan...
Ahli Waris Laporkan Dugaan Kepemilikan Aset Tak Wajar Mantan Hakim dan Jaksa ke KPK
Kisah Calvin dan Yehezkiel,...
Kisah Calvin dan Yehezkiel, Peraih Adhi Makayasa 2026 yang Dilantik Prabowo di Istana Merdeka
Daftar Lengkap Mutasi...
Daftar Lengkap Mutasi Besar-besaran di Kejaksaan, Dirdik Jampidsus hingga Kajati
Mahfud MD Ungkap Alasan...
Mahfud MD Ungkap Alasan KPK Harus Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah, Singgung Asas Konflik Kepentingan
Infografis
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved