Reisa Broto Asmoro: Kecukupan Tempat Tidur Rumah Sakit Sudah Mengkhawatirkan

loading...
Reisa Broto Asmoro: Kecukupan Tempat Tidur Rumah Sakit Sudah Mengkhawatirkan
Jubir Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro. Foto/Istimewa/BNPB
JAKARTA - Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan data kasus aktif Covid-19 per hari ini mencapai lebih dari 150 ribu pasien dari total 965.283 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 . Kondisi ini membuat kecukupan tempat tidur di rumah sakit (RS) semakin menipis.

"Kecukupan tempat tidur rumah sakit sudah mengkhawatirkan. Rasio pemanfaatan ruang ICU dan tempat isolasi makin tinggi yaitu lebih dari 60% dari tempat yang tersedia," kata Reisa Broto Asmoro dalam konferensi pers, Jumat (22/1/2021).

Bahkan, Reisa menyebut keterisian tempat tidur RS di DKI Jakarta mencapai 80%. Tingginya keterisian tempat tidur juga terjadi di daerah-daerah lainnya.

Baca juga: Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, RSDC Wisma Atlet Tambah Nakes


"Di Provinsi DI Yogyakarta sebanyak 76%, Jawa Barat 73%, Banten 72%, Kalimantan Timur 69%, Sulawesi Tengah 68%, Bali 68%, Jawa Timur 67%, dan Jawa Tengah 65%. Sedangkan di Provinsi DKI Jakarta sudah mencapai lebih dari 80%," jelasnya.



Reisa menyebut bahwa pemerintah memang melakukan berbagai upaya untuk menambah kapasitas tempat tidur di RS. Namun, sebenarnya hal ini bukanlah jawaban yang tepat untuk menuntaskan masalah ini. "Tidak dirawat sama sekali adalah jawaban yang paling tepat. Bagaimanapun, kapasitas dokter, para dokter spesialis, perawat, paramedis dan tenaga kesehatan tentunya terbatas," ungkapnya.

Baca juga: Covid-19 Menggila, Begini Sibuknya Bus Sekolah di Jakarta Evakuasi Pasien


Dia mengatakan bahwa tidak mungkin 1,4 juta tenaga kesehatan di seluruh Indonesia hanya bertugas merawat pasien Covid-19 . Pasalnya masih banyak lagi pasien lain yang harus dirawat.

"Dan banyak program kesehatan terutama yang preventif dan promotif berbasis pencegahan dan perilaku hidup bersih dan sehat. Ini perlu ditangani oleh kolega dan teman sejawat kami. Mari jaga diri kita, keluarga kita dan lingkungan dari risiko tertular Covid-19," pungkasnya.
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top