Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, RSDC Wisma Atlet Tambah Nakes

loading...
Antisipasi Lonjakan Pasien Corona, RSDC Wisma Atlet Tambah Nakes
Pasien positif virus Corona yang masuk ke RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dalam sehari terus mengalami penambahan seiring lonjakan kasus harian. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
JAKARTA - Pasien positif virus Corona (Covid-19) yang masuk ke RS Darurat Covid-19 (RSDC) Wisma Atlet dalam sehari terus mengalami penambahan seiring lonjakan kasus harian. Bahkan, dalam satu hari saja ada 350 pasien yang masuk RSDC Wisma Atlet.

(Baca juga: Covid yang Menyebar Cepat Bisa Menghindari Respons Imun dari Vaksin Corona)

Di mana saat ini keterisian tempat tidur di RSDC Wisma Atlet sebesar 82,33% dengan sisa tempat tidur sebanyak 1.059 bed dari 5.994 bed yang disediakan.

(Baca juga: Ilmuwan Oxford Bersiap Produksi Vaksin untuk Varian Baru Virus Corona)



"Tadi malam kita menerima kasus baru sebanyak 350. Dan yang pulang 185," kata Komandan Lapangan Rumah Sakit Darurat Covid-19 Wisma Atlet, Kol. Laut (K) dr. Tjahja Nurrobi dalam Update Kesiapan Rumah Sakit Tangani Pasien Covid-19 secara virtual, Jumat (22/1/2021).

(Baca juga: Joe Biden Dilantik, Puan Maharani Berharap Dunia Bersatu Lawan Corona)

Selain itu untuk mengantisipasi lonjakan pasien Corona , Tjahja mengatakan, pihaknya telah menambah peralatan seperti tempat tidur ICU khususnya di Tower 8 Pademangan. "Untuk perlengkapan peralatan memang kita sudah siapkan seperti tempat tidur pasien untuk yang ICU ini kita sudah mintakan penambahan di Tower 8 Pademangan," ucapnya.



Dia mengungkapkan, saat ini pihaknya telah meminta tambahan personel tenaga kesehatan (nakes) ke Kementerian Kesehatan. "Kemudian untuk personel nakes ini tetap kita mintakan dari Kementerian Kesehatan untuk menambah," tuturnya.

"Saat ini kita jumlah personel yang ada di Wisma Atlet itu sekitar 2.600 terdiri dari 2.300 yang medis dan yang lainnya nonmedis. Dan ini akan tetap kita tingkatkan sesuai dengan peningkatan jumlah kasus," jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan Tjahja, jika sumber daya manusia khususnya nakes ini terus diantisipasi. "Nah, memang SDM ini menjadi salah satu yang harus kita waspadai, karena keterbatasan dari SDM yang siap. Karena semua daerah itu membutuhkan itu aja masalahnya," ungkapnya.
(maf)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top