Apa Kabar Penyerapan Anggaran?
Senin, 28 Desember 2020 - 07:00 WIB
loading...
Penyerapan anggaran di kementerian/lembaga belum optimal hingga jelang tutup tahun 2020. (Ilustrasi: KORAN SINDO/Wawan Bastian)
A
A
A
MENJELANG tutup tahun 2020, penyerapan anggaran sepertinya masih menjadi persoalan klasik. Belum optimal. Kendati Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berulang kali memperingatkan agar penyerapan anggaran di kementerian/lembaga harus dipacu secepat mungkin, sepertinya persoalan ini belum menemukan solusi jitu.
Tahun ini penyerapan anggaran di sejumlah kementerian/lembaga memang terdampak pandemi Covid-19. Beberapa program pembangunan yang disusun sebelumnya terpaksa harus mengalami perubahan. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan untuk merespons pandemi yang terjadi tanpa diduga sebelumnya.
Kementerian Keuangan pada pekan lalu merilis data realisasi belanja negara hingga 22 Desember 2020 mencapai Rp2.468,01 triliun atau 90,1% dari total anggaran yang mencapai Rp2.739,2 triliun. Dengan demikian, tersisa sekitar Rp271,1 triliun lagi anggaran di APBN 2020 yang bisa dimanfaatkan sebelum tutup tahun.
Untuk serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya mencapai 69,9% dari pagu total Rp695,2 triliun. Artinya masih ada sekitar Rp196 triliun anggaran yang belum diserap.
Membelanjakan dana di tengah kondisi pandemi memang memiliki tantangan tersendiri. Hal ini karena adanya perubahan-perubahan fokus pengelolaan anggaran yang tadinya untuk akselerasi pembangunan menjadi lebih banyak untuk penanganan pandemi.
Tahun ini penyerapan anggaran di sejumlah kementerian/lembaga memang terdampak pandemi Covid-19. Beberapa program pembangunan yang disusun sebelumnya terpaksa harus mengalami perubahan. Ini menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan untuk merespons pandemi yang terjadi tanpa diduga sebelumnya.
Kementerian Keuangan pada pekan lalu merilis data realisasi belanja negara hingga 22 Desember 2020 mencapai Rp2.468,01 triliun atau 90,1% dari total anggaran yang mencapai Rp2.739,2 triliun. Dengan demikian, tersisa sekitar Rp271,1 triliun lagi anggaran di APBN 2020 yang bisa dimanfaatkan sebelum tutup tahun.
Untuk serapan anggaran program pemulihan ekonomi nasional (PEN), realisasinya mencapai 69,9% dari pagu total Rp695,2 triliun. Artinya masih ada sekitar Rp196 triliun anggaran yang belum diserap.
Membelanjakan dana di tengah kondisi pandemi memang memiliki tantangan tersendiri. Hal ini karena adanya perubahan-perubahan fokus pengelolaan anggaran yang tadinya untuk akselerasi pembangunan menjadi lebih banyak untuk penanganan pandemi.