Mahfud MD: Jangan Biarkan Negara Didikte Bandit
Rabu, 15 Januari 2025 - 19:48 WIB
loading...
Mantan Menko Polhukam Mahfud MD dalam Program Terus Terang berjudul Jangan Biarkan Negara Didikte Bandit yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (14/1/2025). FOTO/TANGKAPAN LAYAR YOUTUBE MAHFUD MD OFFICIAL
A
A
A
JAKARTA - Mantan Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD merasa nasionalisme terlukai melihat situasi hukum di Indonesia saat ini. Negara didikte oleh bandit dan diam saja.
Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam Program Terus Terang berjudul 'Jangan Biarkan Negara Didikte Bandit' yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (14/1/2025). Awalnya, mantan Menteri Kehakiman era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyoroti sejumlah kasus hukum di Indonesia. Antara lain, kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang merugikan negara Rp300 triliun, kasus pagar laut, kasus suap hakim yang melibatkan pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar, dan mobil dinas pejabat negara RI 36 yang Patwalnya dinilai arogan.
"Saya anu Mas, merasa apa ya, pertama kasihan kepada rakyat, yang kedua apa ya, rasa nasionalisme saya itu merasa terlukai juga. Bukan hanya rasa ketidakadilan, rasa nasionalisme. Masak negara didikti oleh cecunguk-cecunguk begitu. Terluka saya. Ini negara begitu besar, diatur oleh bandit-bandit kayak gitu negara diam, pura-pura nggak tahu," kata Mahfud MD dikutip, Rabu (15/1/2025).
Baca juga: Tidak Masuk Akal Pagar Laut Tak Diketahui, Mahfud MD: Bakamla Punya Alat Monitor Seluruh Sudut Laut Indonesia
Ketika terjadi suatu kasus, kata Mahfud, sering kali tidak ada pihak yang mengakui, bahkan saling lempar tanggung jawab dengan dalih tidak tahu. Padahal, menurut Mahfud, setiap urusan telah ada pembagian tugasnya.
Hal itu disampaikan Mahfud MD dalam Program Terus Terang berjudul 'Jangan Biarkan Negara Didikte Bandit' yang diunggah di kanal YouTube Mahfud MD Official, Selasa (14/1/2025). Awalnya, mantan Menteri Kehakiman era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) itu menyoroti sejumlah kasus hukum di Indonesia. Antara lain, kasus korupsi tata niaga komoditas timah yang merugikan negara Rp300 triliun, kasus pagar laut, kasus suap hakim yang melibatkan pejabat Mahkamah Agung (MA) Zarof Ricar, dan mobil dinas pejabat negara RI 36 yang Patwalnya dinilai arogan.
"Saya anu Mas, merasa apa ya, pertama kasihan kepada rakyat, yang kedua apa ya, rasa nasionalisme saya itu merasa terlukai juga. Bukan hanya rasa ketidakadilan, rasa nasionalisme. Masak negara didikti oleh cecunguk-cecunguk begitu. Terluka saya. Ini negara begitu besar, diatur oleh bandit-bandit kayak gitu negara diam, pura-pura nggak tahu," kata Mahfud MD dikutip, Rabu (15/1/2025).
Baca juga: Tidak Masuk Akal Pagar Laut Tak Diketahui, Mahfud MD: Bakamla Punya Alat Monitor Seluruh Sudut Laut Indonesia
Ketika terjadi suatu kasus, kata Mahfud, sering kali tidak ada pihak yang mengakui, bahkan saling lempar tanggung jawab dengan dalih tidak tahu. Padahal, menurut Mahfud, setiap urusan telah ada pembagian tugasnya.
Lihat Juga :