Inspirasi dari Global Tourism Forum Summit 2020

Jum'at, 04 Desember 2020 - 06:44 WIB
loading...
A A A
Dengan masih tingginya kasus Covid-19, pada forum itu diungkapkan bahwa fokus perbaikan industri pariwisata lebih diutamakan pada wisatawan domestik sebelum membuka pintu untuk wisman. Ini sejalan dengan laporan UNWTO, World Travel And Tourism Council (WTTC), dan DinarStandard bahwa pertumbuhan sektor pariwisata akan lambat jika dibandingkan dengan sebelum masa Covid-19. Bahkan sektor pariwisata diperkirakan baru akan tumbuh pada 2023 mendatang.

Permasalahan utama yang dihadapi adalah terjadinya krisis ekonomi yang terjadi secara global dengan penurunan pertumbuhan dan pendapatan negara sehingga menurunkan daya beli masyarakat dan keinginan untuk melakukan wisata. Di samping itu hasil penelitian DinarStandard menyebutkan, terjadi perubahan perilaku masyarakat untuk berwisata, yaitu lebih dari 50% masyarakat ingin berwisata bila kondisi Covid-19 sudah berakhir. Hal tersebut dipengaruhi faktor keamanan dan kenyamanan yang terkait dengan protokol kesehatan serta faktor pengeluaran ekstra untuk biaya kesehatan. (Baca juga: Telur Rebus Banyak Manfaatnya Loh, Ini Salah Satunya)

Memperhatikan kondisi tersebut, ada beberapa upaya terobosan seperti travel buble yang memungkinkan adanya perjanjian 2–3 negara untuk memperbolehkan warga negaranya berkunjung ke negara bersangkutan. Misalnya travel buble antara Australia dan Selandia Baru, kemudian antara Korea, Thailand, dan Vietnam.

Presiden ASEAN Tourism Association (ASEANTA) memberi saran menarik dalam upaya meningkatkan wisatawan domestik. Negara-negara diimbau untuk menciptakan produk wisata inovatif yang berkaitan dengan dunia kesehatan seperti health tourism, medical tourism, spa tourism, wellness tourism. Jenis wisata tersebut dikenal melalui beberapa layanan seperti yoga, new age tourism, spiritual tourism, outdoor sport,dan adventure. Dengan demikian aktivitas berwisata bisa sekaligus menjaga imunitas dengan menjaga kebugaran.

Di masa pandemi, sektor penyedia jasa seperti hotel, restoran, kafe, dan fasilitas lain mau tidak mau juga harus dilengkapi dengan fasilitas yang memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengunjung. Peralatan nirsentuh, kebersihan terutama pada layanan makanan, minuman serta segenap pelayanan (services) harus dipastikan aman semuanya. Di samping itu, tentu saja di saat pandemi ini, penggunaan alat pengukur suhu tubuh menjadi lumrah adanya. (Baca juga: Bawaslu Minta KPU Daerah Segera Musnahkan Surat Suara Rusak)

Peran teknologi informasi (TI) juga sangat penting, termasuk penggunaan sistem otomatisasi. Sistem TI ini menyangkut hal yang lebih luas seperti online platform, one step on line promotion, dan kolaborasi dengan pelaku pariwisata lainnya baik nasional maupun global.

Model-model penggunaan TI ini harus terus disempurnakan agar ke depan semakin memudahkan wisatawan dalam mengakses informasi yang diperlukan. Yang tak kalah penting dari platfom digital ini adalah sistem pembayaran yang juga online, bahkan dengan model fasilitas pay forward dan lainnya. Intinya karena industri pariwisata ini terdiri atas multisektor, platform-platform tersebut harus terintegrasi untuk mencapai level pelayanan secara optimal dan kompetitif.

Model Bisnis Baru

Pandemi corona (Covid-19) tidak saja berdampak pada perilaku konsumen pariwisata yang menghendaki keamanan, kenyamanan, dan kesehatan, tetapi juga mendorong lahirnya model bisnis baru yang adaptif dan inovatif di masa adaptasi kebiasaan baru.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
PP 20/2026: Menambah...
PP 20/2026: Menambah Penerimaan Negara atau Menambah Beban UMKM?
Meruorah Labuan Bajo...
Meruorah Labuan Bajo Siap Naik Kelas Lewat Sinergi Baru
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Caketum HIPMI Reynaldo:...
Caketum HIPMI Reynaldo: Pariwisata Penggerak Ekonomi Nasional
Rekomendasi
Pramono Tegaskan 2.843...
Pramono Tegaskan 2.843 Lowongan Padat Karya Program Jangka Pendek
KORPRI Lebak Tantang...
KORPRI Lebak Tantang 1.700 Pelari di Ajang RUNK5BITUNG 2026
Nina Zatulini dan Natasha...
Nina Zatulini dan Natasha Rizky Belajar Bahasa Inggris di Usia 30-an, Netizen Salut
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved