Massa Habib Rizieq, Parpol Islam, dan Pemilu 2024

Senin, 23 November 2020 - 09:31 WIB
loading...
Massa Habib Rizieq,...
Massa simpatisan Habib Rizieq Shihab memadati Petamburan, Jakarta, Selasa (10/11/2020). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Habib Rizieq Shihab (HRS) dan Front Pembela Islam (FPI) adalah dua sisi dalam satu mata uang. FPI sangat bergantung pada nama Habib Rizieq. Jumlah massa FPI dan pendukung Habib Rizieq pun tak sedikit. Apakah partai-partai, termasuk partai Islam melirik massa Rizieq Shihab untuk Pemilu 2024?

"PKS dekat dengan FPI. Namun masalah suara semua punya kebebasan," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera kepada SINDOnews, Sabtu (21/11/2020).

Mardani mengatakan, PKS akan terus memperjuangkan kebenaran dan keadilan dalam bingkai ke-Islaman. "Harapannya massa Habib Rizieq dapat melihat PKS adalah partai Islam yang memenuhi aspirasi mereka," ujar Mardani.

(Baca juga: Dua Cara Mengukur Kekuatan Pengaruh Habib Rizieq di Dunia Politik ).

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani mengatakan bahwa partainya tidak perlu melirik massa Habib Rizieq Shihab . "Sebagian anggota FPI itu adalah pemilih PPP. Jadi, enggak usah dilirik lagi. Mereka sudah ada di dalam," ujar Arsul Sani dihubungi terpisah.

Arsul menambahkan, PPP sebagai partai Islam menampung semua aspirasi dari berbagai kelompok umat Islam. "Dari yang moderat sampai yang sering dilihat sebagai radikal. Ini modal sosial PPP yang akan terus kami rawat," ujar wakil ketua MPR RI ini.

(Baca juga: Kabar Habib Rizieq Safari Dakwah, FPI: Belum Ada Info Lanjut ).

Arsul melanjutkan, PPP akan terus menjadi jembatan bagi berbagai kelompok umat Islam tersebut maupun elemen-elemen masyarakat lainnya. "Bahkan untuk saudara-saudara sebangsa non-muslim. Karena itu di Papua misalnya banyak juga anggota Fraksi PPP DPRD yang non-muslim," kata anggota Komisi III DPR RI ini.

Inisiator Partai Ummat , Agung Mozin mengatakan bahwa Partai Ummat akan dilirik oleh semua warga yang merindukan partai yang lantang menyuarakan kebenaran dan keadilan. "Termasuk umat yang mendukung perjuangan HRS yang sejalan dengan perjuangan politik Partai Ummat," kata Agung Mozin.

Bahkan, kata Mozin, warga Indonesia bagian timur juga ada yang mendukung Partai Ummat. "Karena yang diperjuangkan oleh Partai Ummat adalah sesuatu hal yang universal termasuk di dalam keyakinan mereka yang nonmuslim," kata Mozin.

(Baca juga: Kepulangan Habib Rizieq Ciptakan Gejolak, Presiden Jokowi Perlu Tenangkan Publik ).

Hal senada juga diungkapkan oleh Inisiator Partai Ummat, Putra Jaya Husin. "Partai Ummat itu memiliki asas Islam Rahmatan Lil'alamin. Menjadi tempat bagi semua golongan," kata Putra Jaya Husin.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gelora Indonesia Mahfuz Sidik mengatakan bahwa Partai Gelora sebagai partai baru menawarkan gagasan tentang memajukan Indonesia sebagai salah satu kekuatan dunia. Mahfuz menambahkan, gagasan itu tentu perlu menjadi gagasan kolektif sebanyak mungkin elemen masyarakat Indonesia, khususnya umat Islam sebagai penduduk mayoritas.

"Nah salah satu fundamen dasar berjalan dan terwujudnya gagasan tersebut adalah kuatnya ikatan persatuan nasional, baik sisi keumatan maupun kebangsaan. Pembelahan dan konflik antar dua sisi tersebut justru akan menutup peluang kemajuan dan bahkan jadi ancaman eksistensi NKRI," kata Mahfuz, mantan kader PKS.

Mahfuz melanjutkan, Gelora sebagai partai politik bukan saja memerlukan dukungan terhadap gagasan tersebut, tapi juga dukungan suara pada pemilu. Tetapi, lanjut dia, dukungan suara terhadap Gelora lebih didasari pada penerimaan terhadap gagasan memajukan Indonesia sebagai kekuatan dunia. "Jadi bukan atas dasar afiliasi politik identitas ataupun politik primordial," kata Mahfuz.

Lebih lanjut Mahfuz mengatakan, situasi pembelahan dan konflik politik sejak Pilpres 2014, Pilgub DKI Jakarta 2017 dan Pilpres 2019 belum berakhir. "Bahkan sekarang memanas lagi setelah kepulangan HRS. Partai Gelora berpendapat situasi ini harus segera diakhiri karena akan merugikan kepentingan nasional," ungkapnya.

Menurut dia, semua pihak harus berpikir jernih dan berhati dingin. Indonesia, lanjut dia, sedang menghadapi krisis kesehatan dan resesi ekonomi yang belum tahu akan berakhir kapan.

"Islah adalah solusi terbaik. Apa pun pangkal soalnya, islah adalah tuntunan agama untuk menyelesaikan perbedaan dan pertengkaran. Seringkali saat para pihak sudah duduk dan makan bareng, banyak salah paham dan salah info bisa diselesaikan dengan baik," tuturnya.

(Baca juga: Habib Rizieq Diimbau Swab Test, FPI: Beliau Sehat Walafiat ).

Mahfuz menjelaskan, Partai Gelora justru berpandangan agar parpol jangan memancing di air keruh, memanfaatkan situasi untuk kepentingan suara partainya. Karena, sambung Mahfuz, sudah ada parpol yang membujuk HRS masuk partai.

"Bukan solusi yang ditawarkan, tapi malah siraman bensin yang akan makin memanaskan situasi. Jika situasi pembelahan dan konflik ini sudah berakhir, saya kira HRS memahami betul posisi dan kekuatannya. Jangan-jangan para pendukung HRS punya aspirasi kuat untuk membentuk partai sendiri dengan ciri khas amar ma’ruf nahi munkar-nya," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Jokowi Buka Suara soal...
Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Dasco dan Prasetyo Temui...
Dasco dan Prasetyo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Ini yang Dibahas
Eggi Sudjana Ungkap...
Eggi Sudjana Ungkap Habib Rizieq Bekukan Kepengurusan TPUA
Ketua DPW PPP Kalteng...
Ketua DPW PPP Kalteng Diberhentikan Mendadak, Ada Apa?
Habib Rizieq Hadiri...
Habib Rizieq Hadiri Reuni Akbar 212 di Monas
Pengajian Habib Rizieq...
Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Rusuh, 5 Orang Luka-luka
Kantor Sekretariat DPD...
Kantor Sekretariat DPD Partai Perindo Puncak Jaya Dibakar, Deiron Kogoya: Pemilukada Sudah Selesai, Pelaku Harus Diusut!
Rekomendasi
AHRT Raih 2 Podium pada...
AHRT Raih 2 Podium pada Race 1 ARRC Jepang, Irfan dan Herjun Tembus Tiga Besar
Satgas Yonarhanud 1...
Satgas Yonarhanud 1 Kostrad Gagalkan Penyelundupan Sabu 21 Kg di Perbatasan RI-Malaysia
Rudy Susmanto Raih Penghargaan...
Rudy Susmanto Raih Penghargaan Bergengsi dalam Pengembangan Infrastruktur dan Konektivitas Daerah Terbaik
Berita Terkini
Kasus Muara Enim, Eks...
Kasus Muara Enim, Eks Penyidik KPK: WTP Penting Bagi Pemda, Malah Jadi Ajang Negosiasi
Peduli Lingkungan, Aliansi...
Peduli Lingkungan, Aliansi Lintas Agama-Kementerian LH Serukan Tobat Ekologis Nasional
Diseminasi Eksaminasi...
Diseminasi Eksaminasi Ungkap Dugaan Kekeliruan Penegakan Hukum dalam Kasus Eks Dirut Indofarma
Mahasiswa Soroti Pemborosan...
Mahasiswa Soroti Pemborosan APBN, Qodari: Prabowo Berhasil Hemat Rp300 Triliun
Polri Gelar Nobar Piala...
Polri Gelar Nobar Piala Dunia 2026, Pakar Hukum: Mendekatkan Polisi dengan Masyarakat
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved