DPR Luruskan 12 Fakta tentang Omnibus Law Cipta Kerja
Kamis, 08 Oktober 2020 - 17:57 WIB
loading...
Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan oleh DPR menjadi UU pada Senin, 5 Oktober 2020 lewat sidang paripurna, di Senayan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja sudah disahkan oleh DPR menjadi UU pada Senin, 5 Oktober 2020 lewat sidang paripurna.
(Baca juga: Koalisi Buruh Migran Sebut Arus Deportasi PMI dari Sabah Meningkat Sejak Juni 2020)
Ada dua partai yang menyatakan menolak pengesahan UU Cipta Kerja, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
(Baca juga: UU Ciptaker Disahkan, CSIS: Ini Bermanfaat terhadap Investasi)
Terkait pengesahan ini, DPR melalui akun instagramnya @dpr_ri meluruskan soal informasi hoaks omnibus law, yang terdiri dari 12 data, Kamis (8/10/2020).
1. Benarkah uang pesangon akan dihilangkan?
Faktanya: uang pesangon tetap ada
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 tentang perubahan terhadap Pasal 156 Ayat 1 UU 13 Tahun 2003: Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja.
2. Benarkah UMP, UMK, UMSP dihapus?
Faktanya: Upah Minimum Regional (UMR) tetap ada
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 Tentang perubahan terhadap Pasal 88C UU 13 Tahun 2003: (Ayat 1) Gubernur menetapkan upah minimum sebagai jaring pengaman. (Ayat 2) Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan upah minimum provinsi.
3. Benarkah Upah buruh dihitung per jam?
Faktanya: Tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah bisa dihitung berdasarkan waktu atau berdasarkan hasil.
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 Tentang perubahan terhadap Pasal 88B UU 13 Tahun 2003: Upah ditetapkan berdasarkan:
a. satuan waktu; dan/atau
b. satuan hasil.
4. Benarkah Semua hak cuti (cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan) hilang dan tidak ada kompensasi?
Faktanya: Hak cuti tetap ada.
(Baca juga: Koalisi Buruh Migran Sebut Arus Deportasi PMI dari Sabah Meningkat Sejak Juni 2020)
Ada dua partai yang menyatakan menolak pengesahan UU Cipta Kerja, yakni Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Demokrat.
(Baca juga: UU Ciptaker Disahkan, CSIS: Ini Bermanfaat terhadap Investasi)
Terkait pengesahan ini, DPR melalui akun instagramnya @dpr_ri meluruskan soal informasi hoaks omnibus law, yang terdiri dari 12 data, Kamis (8/10/2020).
1. Benarkah uang pesangon akan dihilangkan?
Faktanya: uang pesangon tetap ada
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 tentang perubahan terhadap Pasal 156 Ayat 1 UU 13 Tahun 2003: Dalam hal terjadi pemutusan hubungan kerja, pengusaha wajib membayar uang pesangon dan/atau uang penghargaan masa kerja.
2. Benarkah UMP, UMK, UMSP dihapus?
Faktanya: Upah Minimum Regional (UMR) tetap ada
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 Tentang perubahan terhadap Pasal 88C UU 13 Tahun 2003: (Ayat 1) Gubernur menetapkan upah minimum sebagai jaring pengaman. (Ayat 2) Upah minimum sebagaimana dimaksud pada ayat (1) merupakan upah minimum provinsi.
3. Benarkah Upah buruh dihitung per jam?
Faktanya: Tidak ada perubahan dengan sistem yang sekarang. Upah bisa dihitung berdasarkan waktu atau berdasarkan hasil.
BAB IV: KETENAGAKERJAAN - Pasal 89 Tentang perubahan terhadap Pasal 88B UU 13 Tahun 2003: Upah ditetapkan berdasarkan:
a. satuan waktu; dan/atau
b. satuan hasil.
4. Benarkah Semua hak cuti (cuti sakit, cuti kawinan, cuti khitanan, cuti baptis, cuti kematian, cuti melahirkan) hilang dan tidak ada kompensasi?
Faktanya: Hak cuti tetap ada.
Lihat Juga :