Kampanye di Tengah Pandemi, Lupakan Konser Manfaatkan Influencer

Jum'at, 25 September 2020 - 08:02 WIB
loading...
A A A
“Di sinilah disinformasi hingga deep fake bisa tumbuh subur dan luput dari pengawasan karena hanya dapat dilihat oleh pengguna platform digital tertentu yang menjadi target," katanya.

Metode kampanye pada platform digital juga bisa berdampak terhadap partai. Biaya iklan politik di medsos dapat memberikan keuntungan yang lebih besar bagi partai yang memiliki dana kampanye lebih besar. Di saat yang sama hal ini dapat menahan ide-ide politik dari partai dengan dana kampanye kecil untuk terdistribusi luas ke publik.

Meski membawa beberapa risiko, Nurul menyebut belum ada regulasi memadai yang dapat melindungi pemilih dari gempuran personalisasi iklan politik pada platform-platform digital.

Perludem memandang pengaturan iklan politik di medsos yang sudah dirancang oleh KPU masih berfokus pada hal teknis seperti jumlah akun media sosial, jumlah konten iklan, dan waktu penayangan. “Belum menyentuh pada transparansi dan akuntabilitas di balik konten iklan tersebut,” ujarnya. (Baca juga: Kisruh Politik Negeri Jiran, Raja Malaysia Punya Tiga Opsi)

Peneliti Perludem lainnya, Maharddhika, menilai ada berbagai kemungkinan pengaturan iklan politik pada platform digital, termasuk medsos, mulai dari tidak diatur sama sekali seperti di Amerika Serikat hingga dilarang pada periode tertentu di dalam tahapan pemilu seperti berlaku pada beberapa negara Eropa.

Di antara dua ekstrem pengaturan tersebut, dia menyebut ada beberapa pilihan pengaturan yang bertujuan membuat proses dan metode kampanye di medsos lebih transparan. Indonesia, menurut dia, bisa meniru spektrum regulasi yang sudah diintroduksi di beberapa negara tersebut sesuai dengan kebutuhan dan konteks politik Indonesia. “Tentu dengan penekanan pada transparansi dan akuntabilitas dari semua pihak—baik peserta pemilu, tim kampanye maupun platform media sosial," kata Maharddhika.

Rapat Umum Maksimal 50 Orang

Meski pemerintah didorong menerbitkan peraturan pemerintah pengganti undang-undang (perppu) pilkada, termasuk mengatur penghapusan ketentuan rapat umum saat kampanye, sampai kemarin usulan tersebut belum direspons. Di lain pihak KPU mengatur kampanye secara tatap muka ini melalui PKPU No 13 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Pilkada dalam Kondisi Bencana Nonalam Covid-19. (Lihat videonya: Warga Wuhan Mulai Beraktivitas Normal Kembali)

Pasal 58 PKPU tersebut menjelaskan, peserta dapat menggelar kampanye pertemuan terbatas dan tatap muka melalui medsos dan media daring. Apabila pasangan calon tidak menggunakan medsos, kampanye pertemuan terbatas boleh dilakukan secara langsung dengan dihadiri maksimal 50 peserta dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. "Pertemuan terbatas dan tatap muka dilaksanakan dalam ruangan atau gedung," demikian dijelaskan Pasal 58 butir a. (Kiswondari/Rakhmatulloh/Bakti)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Fenomena Hijrah Digital...
Fenomena Hijrah Digital dan Influencer Agama Harus Diiringi Kedalaman Ilmu
Opini Influencer yang...
Opini Influencer yang Tidak Kompeten Dinilai Berbahaya bagi Penegakan Hukum
Influencer Ferry Irwandi...
Influencer Ferry Irwandi Kritik Kejagung, Pakar Hukum: Ada Potensi Membuat Sesat Pikir
Pilkada Langsung Masih...
Pilkada Langsung Masih Diwarnai Praktik Curang, Pelonggaran Syarat Pencalonan Dinilai Perlu
Istana Minta Polisi...
Istana Minta Polisi Investigasi Teror ke Influencer yang Kritik Pemerintah
Sejumlah Influencer...
Sejumlah Influencer Diteror, Prabowo Prihatin
Wardatina Mawa Tuntut...
Wardatina Mawa Tuntut Nafkah Anak Rp25 Juta, Bukan Rp500 Ribu
Heboh Kabar Jule Hamil,...
Heboh Kabar Jule Hamil, Respons Clara Shinta Langsung Jadi Sorotan
Kasus Umrah Hanania...
Kasus Umrah Hanania Group Seret Sederet Influencer, Awkarin Cs Bakal Diperiksa Polisi
Rekomendasi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Campus League dan Universitas...
Campus League dan Universitas Pelita Harapan Jalin Kerja Sama Majukan Ekosistem Olahraga
Industri Otomotif Jerman...
Industri Otomotif Jerman Tambah Sekarat Akibat Perang Timur Tengah
Berita Terkini
Relawan Sebut Prabowo...
Relawan Sebut Prabowo Sedang Memimpin Perang Besar Melawan Mafia Ekonomi dan SDA
Ajakan Tobat Ekologis...
Ajakan Tobat Ekologis Menteri Jumhur Sangat Tepat dan Relevan
KPK Sebut Penerimaan...
KPK Sebut Penerimaan Murid Baru Masih Dibayangi Pungli
Ditetapkan Tersangka...
Ditetapkan Tersangka oleh KPK, Bupati Cilacap Syamsul Ajukan Praperadilan
Langkah Berani Kejagung...
Langkah Berani Kejagung Sentuh Korupsi MBG Jadi Sinyal Kuat Penegakan Hukum Tanpa Impunitas
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Infografis
10 Wonderkid Calon Bintang...
10 Wonderkid Calon Bintang di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved