Ngotot Gelar Pilkada, Posisi Pemerintah Dinilai Dilematis
Kamis, 24 September 2020 - 10:48 WIB
loading...
A
A
A
Dosen Universitas Indonesia (UI) itu menyatakan pemerintah perlu melakukan pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan struktural itu melalui pembuatan sejumlah dan penerapan aturan dan sanksinya.
Pendekatan kultural, menurutnya, masyarakat harus terus disosialisasikan mengenai protokol kesehatan dan internalisasi adaptasi kebiasaan baru. “Di bagian timur merasa enggak ada pandemi. Apa itu Covid-19? Ada yang miss. Orang-orangnya harusnya paham ada pandemi dan berbahaya,” tuturnya.
(Baca: Revisi PKPU Pilkada Harus Lihat Masalah Pandemi Secara Komprehensif)
Namun, dia menyebut di Jabodetabek saja, masih ada orang-orang yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika masyarakat, terutama di 270 daerah yang melaksanakan pilkada abai terhadap protokol kesehatan, berpotensi terjadi ledakan kasus baru.
Cecep menjelaskan kampanye yang masih memperbolehkan mengumpulkan 50 orang harus benar-benar diawasi. Hal itu agar pasangan calon (paslon), tim sukses, dan massa pendukung menerapkan protokol kesehatan. “Karena korbannya mereka juga kalau enggak mau mengikuti aturan,” ucapnya.
Pendekatan kultural, menurutnya, masyarakat harus terus disosialisasikan mengenai protokol kesehatan dan internalisasi adaptasi kebiasaan baru. “Di bagian timur merasa enggak ada pandemi. Apa itu Covid-19? Ada yang miss. Orang-orangnya harusnya paham ada pandemi dan berbahaya,” tuturnya.
(Baca: Revisi PKPU Pilkada Harus Lihat Masalah Pandemi Secara Komprehensif)
Namun, dia menyebut di Jabodetabek saja, masih ada orang-orang yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika masyarakat, terutama di 270 daerah yang melaksanakan pilkada abai terhadap protokol kesehatan, berpotensi terjadi ledakan kasus baru.
Cecep menjelaskan kampanye yang masih memperbolehkan mengumpulkan 50 orang harus benar-benar diawasi. Hal itu agar pasangan calon (paslon), tim sukses, dan massa pendukung menerapkan protokol kesehatan. “Karena korbannya mereka juga kalau enggak mau mengikuti aturan,” ucapnya.
(muh)
Lihat Juga :