Ngotot Gelar Pilkada, Posisi Pemerintah Dinilai Dilematis

Kamis, 24 September 2020 - 10:48 WIB
loading...
Ngotot Gelar Pilkada,...
Simulasi Pemungutan Suara dengan Protokol Kesehatan Pencegahan dan Pengendalian COVID-19 pada Pilkada Serentak 2020 di TPS 18, Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (12/9/2020). Foto: SINDOnews/Yulianto
A A A
JAKARTA - Pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) 2020 yang tetap dilanjutkan terus “dihujani” kritik. Maklum, perhelatan politik itu membuat risiko penularan virus Sars Cov-II makin sulit dihindari.

Pengamat politik Cecep Hidayat mengatakan pemerintah sebagai pihak yang ngotot melanjutkan tahapan Pilkada 2020 berada dalam posisi dilematis. Pertama, biaya untuk melaksanakan beberapa tahapan sudah keluar. Kedua, pagebluk Covid-19 belum tahu kapan berakhirnya.

Ketiga, pemerintah menghindari banyak posisi kepala daerah dijabat oleh pelaksanaan tugas (plt). Masalahnya, jumlah orang terpapar Covid-19 semakin banyak. Beberapa hari ini, jumlah orang terkonfirmasi positif selalu lebih dari 4.000 orang.

“Ini puncaknya belum terjadi. Penegakkan protokol kesehatan belum optimal. Pertama, ok ada regulasi tentang protokol kesehatan, tapi penegakannya protokolnya itu (tidak berjalan),” ujarnya dihubungi SINDOnews, Kamis (24/9/2020).

(Baca: Hari Ini Pengundian Nomor Urut, Kemendagri Ingatkan Paslon Patuhi Protokol Kesehatan Pilkada)

Dosen Universitas Indonesia (UI) itu menyatakan pemerintah perlu melakukan pendekatan struktural dan kultural. Pendekatan struktural itu melalui pembuatan sejumlah dan penerapan aturan dan sanksinya.

Pendekatan kultural, menurutnya, masyarakat harus terus disosialisasikan mengenai protokol kesehatan dan internalisasi adaptasi kebiasaan baru. “Di bagian timur merasa enggak ada pandemi. Apa itu Covid-19? Ada yang miss. Orang-orangnya harusnya paham ada pandemi dan berbahaya,” tuturnya.

(Baca: Revisi PKPU Pilkada Harus Lihat Masalah Pandemi Secara Komprehensif)

Namun, dia menyebut di Jabodetabek saja, masih ada orang-orang yang tidak menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah. Jika masyarakat, terutama di 270 daerah yang melaksanakan pilkada abai terhadap protokol kesehatan, berpotensi terjadi ledakan kasus baru.

Cecep menjelaskan kampanye yang masih memperbolehkan mengumpulkan 50 orang harus benar-benar diawasi. Hal itu agar pasangan calon (paslon), tim sukses, dan massa pendukung menerapkan protokol kesehatan. “Karena korbannya mereka juga kalau enggak mau mengikuti aturan,” ucapnya.
(muh)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pakar Tegaskan Wacana...
Pakar Tegaskan Wacana Penundaan Pemilu Tak Masuk Akal
Paslon 01 Unggul di...
Paslon 01 Unggul di PSU Pilkada Sabu Raijua, Tim Hukum: Kemenangan Demokrasi.
Indonesia Bukan India,...
Indonesia Bukan India, Pilkada Serentak 2020 Sudah Membuktikan
Penetapan Bupati-Wakil...
Penetapan Bupati-Wakil Bupati Terpilih Labuhanbatu Berencana Digugat ke PTUN
MK Perintahkan PSU Pilkada...
MK Perintahkan PSU Pilkada Sabu Raijua, Ini yang Dilakukan Bawaslu
Kemkominfo Pastikan...
Kemkominfo Pastikan Mengawal Pelaksanaan PSU Pilkada 2020
Heboh Dana Pilkada Depok...
Heboh Dana Pilkada Depok 2020 Digunakan Buat Hiburan Malam
Ratusan Personel TNI...
Ratusan Personel TNI Diterjunkan Amankan PSU Pilkada Halmahera Utara
Pasangan Heri Amalindo-Soemarjono...
Pasangan Heri Amalindo-Soemarjono Kembali Menang Dalam PSU di PALI
Rekomendasi
Pesta Akbar Piala Dunia...
Pesta Akbar Piala Dunia 2026, Tiga Upacara Pembukaan Digelar
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
LM FEB UI Tekankan Pentingnya...
LM FEB UI Tekankan Pentingnya Merekayasa Human Performance di Era AI
Berita Terkini
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Ketum Rampai Nusantara:...
Ketum Rampai Nusantara: Kami Yakin Roy Suryo Akan Segera Ditahan
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Jelang Muktamar ke-35,...
Jelang Muktamar ke-35, Calon Ketum PBNU Gus Salam Silaturahmi dengan PWNU dan PCNU se-NTT
AS Rayakan 250 Tahun...
AS Rayakan 250 Tahun Kemerdekaan, Soroti Masa Depan Kemitraan Strategis dengan Indonesia
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus Korupsi Ekspor CPO ke Jaksa Penuntut Umum
Infografis
8 Kebijakan Baru Pemerintah...
8 Kebijakan Baru Pemerintah Hadapi Tekanan Global! WFH hingga MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved