Daripada 'Jualan' Vaksin sebagai Solusi Tunggal, Lakukan Intervensi Kesehatan Masyarakat

Jum'at, 18 September 2020 - 11:19 WIB
loading...
Daripada Jualan Vaksin...
Mural lawan corona. Foto/SINDOnews/Eko Purwanto
A A A
JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta pemerintah meningkatkan pelayanan kesehatan. Kesehatan masyarakat merupakan salah satu pondasi pembentuk kesejahteraan.

Politikus PKS Mardani Ali Sera mengatakan, kemampuan preventif perlu digencarkan karena masyarakat dan organisasi kemasyarakatan menjadi garda terdepan. Masyarakat berperan penting dalam memutus rantai penularan virus Sars Cov-II.

Dia menyatakan, puskesmas harus bisa bekerja sama dan aktif mengunjungi masyarakat. Pagebluk Covid-19 ini tidak bisa hanya bisa diatasi orang pemerintah, tetapi memerlukan bantuan masyarakat.

"Satu hal yang perlu digarisbawahi, jangan cepat senang dengan adanya vaksin Covid-19. Berapa lama vaksin Covid-19 akan diedarkan ke seluruh negeri?" ujarnya melalui akun twitter @MardaniAliSera, Jumat (18/9/2020).

(Baca juga: Tuai Kritik, Kemenag Tetap Luncurkan Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat ).

Lulusan Universitas Indonesia (UI) mengingatkan, penduduk Indonesia berjumlah 270 juta jiwa. Penyuntikan vaksin akan sangat tergantung pada kemampuan tenaga medis di tingkat puskesmas.

Hitung-hitungan kasar, jika pemerintah menargetkan semua penduduk sudah disuntik dalam waktu satu bulan. Maka, setiap hari ada 8 juta orang yang disuntik vaksin. "Angka ini tentu tak realistis bila melihat kesiapan infrastruktur kesehatan. Distribusi vaksin akan memakan waktu yang sangat panjang," tuturnya.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) itu meminta semua pihak tidak hanya bergantung pada vaksin. Sebaiknya, pemerintah dan masyarakat fokus pada upaya preventif.

(Baca juga: Dukungan untuk Partai Baru Amien Rais Mengalir dari Sumbar, Loyalis: Insya Allah Diikuti Daerah Lain ).

Ada dua yang bisa dilakukan. Pertama, promosi kesehatan, seperti rajin olahraga untuk meningkatkan imunitas tubuh. Kedua, perlindungan khusus.

"Ibarat orang yang sedang naik motor harus memakai helm. Kondisi saat ini mengharuskan kita memakai masker, jaga jarak, dan rajin mencuci tangan. Sambil pemerintah benar-benar memetakan distribusi vaksin," jelasnya.

Saat ini sudah banyak masyarakat abai terhadap protokol kesehatan ketika berada di tempat umum. Tak heran, jumlah kasus positif setiap harinya selalu di atas 3.000 orang dalam dua pekan terakhir.

(Lihat Juga Foto: Mural Bekasi Lawan Covid-19 Ingatkan Warga Pentingnya Protokol Kesehatan ).

Mardani meminta adanya law enforcement dalam penegakan disiplin protokol kesehatan dan anggaran yang pro-kesehatan. Anggota Komisi II DPR itu mengatakan masyarakat menunggu kabar baik, seperti peningkatan kapasitas tes, penegakan protokol kesehatan , pembentukan satgas penyehatan tenaga kesehatan.

Hal itu, menurutnya, bisa membuat masyarakat tenang ketimbang terus 'menjual' vaksin sebagai solusi tunggal. Dia mengungkapkan sejarah mencatat tidak ada pagebluk yang bisa diselesaikan hanya dengan obat atau vaksin.

"Pandemi selesai dengan adanya intervensi kesehatan masyarakat yakni testing, tracing, isolation, treatment, dan changing behaviour. Perubahan perilaku adalah intervensi murah dan mudah, serta bisa dilakukan semua orang," pungkasnya.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Krisis Kepercayaan Vaksin...
Krisis Kepercayaan Vaksin Anak, DPR: Pemerintah Harus Bergerak Cepat
BPOM Resmi Ditetapkan...
BPOM Resmi Ditetapkan sebagai Otoritas Terdaftar WHO
Dukung Program Prabowo,...
Dukung Program Prabowo, Korpri Luncurkan Program 1 Juta Vaksin untuk ASN
Tantangan Penyakit Menular...
Tantangan Penyakit Menular Kita
Ibas: Kita Dukung Vaksin...
Ibas: Kita Dukung Vaksin TBC dan Malaria untuk Kesehatan Masyarakat
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
Untuk Pertama Kalinya...
Untuk Pertama Kalinya dalam Sejarah, Vaksin Buatan AI Diuji pada Manusia
Habis Covid-19, Muncul...
Habis Covid-19, Muncul Hantavirus: Ini Daftar 5 Perusahaan Vaksin yang Untung Besar-besaran
Vaksin Flu saat Hamil,...
Vaksin Flu saat Hamil, Amankah? Ini Fakta Medis yang Perlu Diketahui
Rekomendasi
Sinopsis Microdrama...
Sinopsis Microdrama Swift Vows Love Story Unfolds di V+Short, Kisah Cinta CEO
GSDC 2026 di ICE BSD...
GSDC 2026 di ICE BSD Perkuat Posisi Indonesia dalam Industri MICE Berkelanjutan
MUF Dorong Adopsi Kendaraan...
MUF Dorong Adopsi Kendaraan Listrik bagi Nasabah Bank Mandiri lewat EV Coffee & Drive
Berita Terkini
Badan Siber PP GP Ansor...
Badan Siber PP GP Ansor Kritik Ketertutupan Pembahasan RUU Keamanan dan Ketahanan Siber
OTT Kuansing, Bupati...
OTT Kuansing, Bupati Suhardiman Amby dan Sekda Zulkarnain Menyerahkan Diri ke KPK
Apartemen Disita Jelang...
Apartemen Disita Jelang Sidang Ijazah Jokowi, Dokter Tifa Buka Suara
Tepis Isu Pecah Kongsi...
Tepis Isu Pecah Kongsi dengan Dokter Tifa, Roy Suryo: Saling Membersamai
Nilai Hakim Abaikan...
Nilai Hakim Abaikan Fakta Persidangan, Nadiem Makarim Bakal Lapor ke KY
Tim Hukum Jokowi Endus...
Tim Hukum Jokowi Endus Strategi Pecah Sidang Roy Suryo dan Dokter Tifa
Infografis
Bill Gates Sumbang Rp2,6...
Bill Gates Sumbang Rp2,6 Triliun tapi Minta Uji Vaksin di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved