Ekonomi Indonesia Juara 1? Ini Menyesatkan!

Rabu, 11 Februari 2026 - 11:28 WIB
loading...
Ekonomi Indonesia Juara...
Kusfiardi, Analisis Ekonomi Politik dan Co-Founder FINE Institute. Foto/Dok.Pribadi
A A A
Kusfiardi
Analis Ekonomi Politik

EKONOMI Indonesia pada 2025 tumbuh 5,39 persen. Dari angka itu, muncul klaim bahwa Indonesia adalah “juara satu” di antara negara-negara G20. Klaim ini kemudian dipakai untuk membangun citra keberhasilan, meredam kritik struktural, dan menjaga legitimasi kekuasaan di tengah stagnasi kualitas pembangunan.

Masalahnya, klaim tersebut bukan sekadar kekeliruan statistik. Ia menyesatkan. Angka yang seharusnya berfungsi sebagai alat diagnosis ekonomi justru direduksi menjadi instrumen propaganda politik.

Pertanyaan kuncinya bukan pada besar kecilnya pertumbuhan, melainkan siapa yang memproduksi narasi atas angka tersebut, untuk kepentingan apa, dan dengan konsekuensi politik apa. Narasi “juara ekonomi” bekerja dengan logika yang cacat dan sekaligus menyesatkan.

Membandingkan negara berkembang dengan negara maju seolah-olah mereka ada di lintasan yang sama. Ini juga merupakan bentuk distorsi yang keliru. Menempatkan Indonesia sejajar dengan Amerika Serikat, Jepang, atau Korea Selatan untuk memberi kesan prestasi luar biasa. Padahal struktur ekonomi, basis produktivitas, dan posisi dalam pembagian kerja global sangat berbeda.

Dilihat dari fungsi ekonomi dalam sistem kapitalisme global, posisi Indonesia adalah pemasok bahan mentah, pasar konsumsi, dan lokasi ekstraksi nilai murah. Sebaliknya, negara-negara maju adalah pusat akumulasi modal, teknologi, dan inovasi. Dalam struktur seperti ini, pertumbuhan tinggi di negara berkembang sering kali justru menandakan intensifikasi eksploitasi sumber daya dan tenaga kerja, bukan lompatan kesejahteraan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Indonesia Menggugat:...
Indonesia Menggugat: Perlawanan Dokter Tifa dalam Sidang Kasus Dugaan Ijazah Palsu Joko Widodo
Membaca Penguatan Kelompok...
Membaca Penguatan Kelompok Rentan dalam Revisi UU HAM
NU, Antara Tradisi Pesantren,...
NU, Antara Tradisi Pesantren, Profesionalisme Organisasi, dan Kemandirian Ekonomi
Status Quo Jabatan Fungsional...
Status Quo Jabatan Fungsional ASN
Makna Pemakaman Ayatollah...
Makna Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Optimisme Baru Ekonomi:...
Optimisme Baru Ekonomi: Laba Sejumlah BUMN Tumbuh Signifikan
Medan Tuan Rumah Rakernas...
Medan Tuan Rumah Rakernas Apeksi 2026, Momentum Rebranding Citra Kota
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
Rekomendasi
Korupsi Merupakan Karakter...
Korupsi Merupakan Karakter Orang Munafik, Dosanya Mengerikan!
Cikarang Tumbuh Pesat,...
Cikarang Tumbuh Pesat, Lippoland Luncurkan OAZE Lakeside Homes Hunian Premium
Gubernur Bushehr Ungkap...
Gubernur Bushehr Ungkap Target Serangan AS, Pemakaman Khamenei Tak Terdampak
Berita Terkini
Kejagung Hormati Penggeledahan...
Kejagung Hormati Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Kejagung Imbau Publik...
Kejagung Imbau Publik Tak Beropini terkait Penggeledahan 12 Titik oleh Polri
Kejagung Tunggu Hasil...
Kejagung Tunggu Hasil Penyidikan Polri soal Penggeledahan Sejumlah Lokasi
Pimpinan DPR Sangkal...
Pimpinan DPR Sangkal Beri Arahan Tunda Pembahasan RUU Pemilu
Eks Sekjen MPR Maruf...
Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Ditahan di Rutan Gedung Merah Putih KPK
Membaca Arah Baru Fleksibilitas...
Membaca Arah Baru Fleksibilitas Fiskal Indonesia
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved