Teluk Memanas, Indonesia Siaga

Minggu, 22 Juni 2025 - 16:55 WIB
loading...
A A A
Negara-negara dengan tingkat ketergantungan tinggi terhadap perdagangan internasional menunjukkan kewaspadaan yang meningkat terhadap potensi disrupsi logistik. Singapura, Belanda, Vietnam, dan Jerman – yang memiliki rasio perdagangan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang tinggi – secara aktif mengimplementasikan kebijakan mitigasi, seperti diversifikasi jalur distribusi, peningkatan cadangan logistik, serta penguatan sistem pemantauan dini terhadap potensi gangguan rantai pasok.

Dalam konteks ini, meningkatnya eskalasi konflik global dan gangguan logistik memunculkan tekanan baru bagi perumusan kebijakan ekonomi nasional. Pemerintah dituntut untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas keamanan dan kelancaran arus perdagangan, guna memastikan ketahanan ekonomi dalam menghadapi ketidakpastian global yang terus berkembang.

Dinamika Ekonomi Indonesia
Hingga akhir Mei 2025, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menunjukkan perkembangan yang relatif terjaga. Berdasarkan paparan APBN KiTa (Kementerian Keuangan, 2025), pendapatan negara terkumpul sebesar Rp995,3 triliun, sedangkan realisasi belanja mencapai Rp1.016,3 triliun.

Selisih keduanya menghasilkan defisit Rp21 triliun – hanya 0,09% terhadap PDB – atau jauh di bawah pagu defisit APBN 2025 sebesar 2,53% PDB. Artinya, meskipun penerimaan pajak masih menghadapi tantangan, kondisi tetap ditopang oleh surplus keseimbangan primer yang meningkat menjadi Rp192,1 triliun dibandingkan April 2025.

Di sisi lain, surplus eksternal pun turut memperkuat ruang fiskal pemerintah. Badan Pusat Statistik (2025) melaporkan neraca perdagangan Mei 2025 mencetak surplus sebesar USD4,9 miliar, tertinggi dalam dua tahun terakhir. Nilai ekspor mencapai USD25,3 miliar, sedangkan impor tercatat USD20,4 miliar. Kinerja positif ini memberikan bantalan tambahan bagi APBN, sekaligus menegaskan daya saing ekspor komoditas utama Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global. Meski demikian, tekanan muncul dari komponen neraca jasa, khususnya pembayaran bunga utang.

Laporan Kementerian Keuangan (2025) menunjukkan biaya bunga yang dibayarkan hingga Mei mencapai Rp79,3 triliun. Di sisi lain, Bank Indonesia mencatat posisi utang luar negeri Indonesia per April 2025 sebesar USD431,5 miliar, meningkat 8,2% secara tahunan; porsi utang pemerintah mencapai USD208,8 miliar atau tumbuh 10,4%. Lonjakan beban bunga ini menuntut tata kelola utang yang lebih berhati-hati agar keberlanjutan fiskal tetap terjaga.

Kini, kendati Indonesia berhasil mempertahankan surplus neraca perdagangan dan keseimbangan primer. Tekanan yang berasal dari tingginya pembayaran bunga utang serta defisit pada neraca jasa masih menjadi permasalahan struktural yang perlu mendapatkan perhatian serius. Situasi ini menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan fiskal sebagai prasyarat utama dalam membangun kapasitas kebijakan yang adaptif dan resilien terhadap ketidakpastian ekonomi global.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Israel Kerahkan Senjata...
Israel Kerahkan Senjata Super HYPNOSIS untuk Butakan Semua Target Terbang
Keluh dan Kesah Negosiator...
Keluh dan Kesah Negosiator Perang Iran; Kerap Diancam Dibom AS dan Israel
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rekomendasi
Wujudkan Rencana Liburan...
Wujudkan Rencana Liburan Lebih Fleksibel Melalui Paylater
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jermah Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Sarwendah Pamer Rumah...
Sarwendah Pamer Rumah Baru, Kuasa Hukum Ruben Onsu Buka Fakta Rumah Lama
Berita Terkini
KPK Panggil Bupati Penajam...
KPK Panggil Bupati Penajam Paser Utara terkait Kasus Gratifikasi di Kukar
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan Kejagung, Pimpinan DPR Singgung Asas Kesetaraan
DJP Libatkan Babinsa...
DJP Libatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas Awasi Wajib Pajak, DPR: Jangan Ada Kesan Menakut-nakuti
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran...
DKPP Gelar Sidang Pelanggaran Etik KPU Terkait Pencalonan Jokowi sebagai Kepala Daerah dan Presiden
Gelar Festival Literasi...
Gelar Festival Literasi Islam, Kemenag: Ada Wakaf Al Qur'an dan Cek Kesehatan Gratis
Polda Metro Mulai Selidiki...
Polda Metro Mulai Selidiki Laporan PWI Terhadap Hotman Paris soal Ucapan Lu Punya Otak Gak? ke Wartawan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved