Teluk Memanas, Indonesia Siaga

Minggu, 22 Juni 2025 - 16:55 WIB
loading...
Teluk Memanas, Indonesia...
Candra Fajri Ananda, Staf Khusus Menteri Keuangan RI. Foto/Dok. SINDOnews
A A A
Candra Fajri Ananda
Staf Khusus Menteri Keuangan RI

BEBERAPA tahun terakhir, dunia dihadapkan pada peningkatan ketegangan geopolitik yang signifikan yang berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global. Eskalasi konflik bersenjata di berbagai kawasan strategis, mulai dari Eropa Timur hingga Timur Tengah, telah menimbulkan kekhawatiran serius terhadap keamanan energi, gangguan rantai pasok, serta fluktuasi harga komoditas.

Ketegangan ini tak hanya memperburuk risiko inflasi global, tetapi juga menghambat arus perdagangan internasional. Dalam konteks tersebut, negara-negara dengan ketergantungan tinggi pada perdagangan luar negeri kini berada dalam posisi yang sangat rentan, sehingga dituntut untuk bersikap waspada dan segera mengadopsi strategi mitigasi risiko guna menjaga ketahanan ekonomi nasional mereka.

Pada pertengahan 2025, dinamika geopolitik internasional mengalami eskalasi signifikan. Di kawasan Eropa Timur, konflik antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut, dengan Rusia dilaporkan menambah kekuatan militer di wilayah Kharkiv guna mempertahankan strategi perang jangka panjang. Sementara itu, di Timur Tengah, ketegangan kian meningkat seiring dengan berlanjutnya operasi militer Israel di Jalur Gaza yang telah menimbulkan korban jiwa dalam jumlah besar. Kedua konflik tersebut menunjukkan bahwa potensi konflik berskala besar masih menjadi ancaman nyata bagi stabilitas global.

Ironisnya, konflik bersenjata turut berdampak pada sektor logistik global, khususnya di jalur pelayaran strategis seperti Laut Merah. Akibatnya, biaya logistik meningkat dan waktu pengiriman menjadi lebih lama, yang kemudian menambah beban pada arus perdagangan global.

Tekanan terhadap rantai pasok global pun menunjukkan tren yang terus memburuk. Indeks Global Supply Chain Pressure (GSCPI) dari New York Fed pada Mei 2025 mencatat kenaikan signifikan, menandakan terjadinya gangguan serius dalam distribusi barang lintas negara. Lonjakan biaya pengiriman kontainer juga terjadi seiring meningkatnya tekanan pada jalur alternatif serta keterbatasan kapasitas pelabuhan.

Di sisi lain, hambatan geografis seperti kemacetan di Terusan Panama – yang dipicu oleh dampak perubahan iklim – semakin memperparah ketidaklancaran logistik global. Konsekuensinya, laju pertumbuhan perdagangan dunia ikut melambat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Perubahan UU Pemilu:...
Perubahan UU Pemilu: Membangun Sistem Pemilu yang Demokratis, Berkeadilan, dan Berintegritas
Palapa di Pundak Sang...
Palapa di Pundak Sang Jenderal: Gajah Mada, Sjafrie Sjamsoeddin, dan Siklus 7 Abad Nusantara
Dokter Tifa dan Roy...
Dokter Tifa dan Roy Suryo: Ujian bagi Kebangkitan Intelektual Publik?
Ekonomi Piala Dunia...
Ekonomi Piala Dunia dan Problem Institusi di Indonesia
Transformasi Polri di...
Transformasi Polri di Tengah Era Disrupsi Digital
Menlu Araghchi: Pengkhianatan...
Menlu Araghchi: Pengkhianatan di Balik Pembunuhan Khamenei Berdampak pada Pengambilan Keputusan
AS Akan Rebut Pulau...
AS Akan Rebut Pulau Kharg, Iran: Kita Akan Menyambut
Israel Tembak Jatuh...
Israel Tembak Jatuh Rudal Iran, Ancam Beri Respons dengan Kekuatan Penuh
Rekomendasi
Restoran Steak di Menteng...
Restoran Steak di Menteng Kebakaran, 6 Mobil Damkar Dikerahkan
Cara PAMA Ikut Meningkatkan...
Cara PAMA Ikut Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Prabowo: 66,4 Juta Warga...
Prabowo: 66,4 Juta Warga RI Dapat LPG Subsidi, Lebih Banyak dari Penduduk Singapura
Berita Terkini
Wamenag: Pencegahan...
Wamenag: Pencegahan LGBT Akan Masuk Kurikulum Mulai Kelas 4 SD
TPPU Dinilai Bisa Jadi...
TPPU Dinilai Bisa Jadi Pintu Masuk Bongkar Kasus Eks Jampidsus
Mayjen TNI (Purn) Prihati...
Mayjen TNI (Purn) Prihati Pujowaskito Uji Disertasi Doktor Johan Akbari di Universitas Bhayangkara
DNIKS dan Diplomasi...
DNIKS dan Diplomasi Kesejahteraan Sosial Indonesia
Prabowo Tegaskan Tak...
Prabowo Tegaskan Tak Bakal Tebang Pilih Terhadap Penyelewengan
Febrie Adriansyah Belum...
Febrie Adriansyah Belum Ditahan, Yusril Soroti Penerapan KUHAP Baru
Infografis
Ranking FIFA Terbaru:...
Ranking FIFA Terbaru: Argentina Gusur Spanyol di Puncak, Indonesia Meroket 4 Tingkat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved