Presiden PKS Desak Pemerintah Minta Kepastian Umrah ke Arab Saudi

Minggu, 01 Maret 2020 - 19:40 WIB
Presiden PKS Desak Pemerintah...
Presiden PKS Desak Pemerintah Minta Kepastian Umrah ke Arab Saudi
A A A
JAKARTA - Presiden PKS Mohamad Sohibul Iman menghargai keputusan pemerintah Arab Saudi untuk menghentikan sementara (moratorium) keberangkatan umrah dari seluruh negara. Namun, Sohibul meminta pemerintah Indonesia untuk terus menjalin komunikasi dengan pemerintah Arab Saudi guna meminta kepastian batas waktu moratorium tersebut. (Baca juga: Moratorium Umrah Diharapkan Tak Berlanjut ke Ibadah Haji)

“Pertama kita menghormati ya, menghormati sikap pemerintah Saudi, karena mereka juga ingin melindungi negaranya dan rakyatnya tentu kita hormati, tetapi bagi kita kita ingin pemerintah Saudi bisa melihat lebih realistis, maksud saya adalah pertama berikan dulu kepastian kira-kira kapan umrah ini akan dibuka kembali,” kata Sohibul kepada wartawan di kawasan Car Free Day (CFD) di Jakarta, Minggu (1/3/2020). (Baca juga: DPR Desak Kemenag Minta Kepastian Jadwal Jemaah Umrah ke Arab Saudi)

Kemudian, pihaknya juga meminta agar WNI yang sudah mendarat di sana bisa diberikan kemudahan hingga kembali ke Tanah Air meskipun, pengawasan di sana sudah diperketat. Namun demikian, kata dia, dengan kepastian jadwal penghentian moratorium umrah ini bukan berarti mengabaikan perkembangan terkait wabah corona (Covid-19). Melainkan demi memberikan kepastian kepada para calon jamaah. “Tadi yang saya maksud dengan kepastian itu tentu saja tidak berarti kita mengabaikan perkembangan selanjutnya supaya ada ketenangan bagi jemaah umrah Indonesia,” ucapnya.

Terkait dengan ibadah haji 2020 mendatang, mantan Wakil Ketua DPR ini enggan berandai-andai apakah nanti pemerintah Arab Saudi masih menutup akses atau tidak. Yang jelas, saat ini perlu dipikirkan bersama-sama bagaimana menyelesaikan masalah ini sehingga, saat masuk bulan Haji nanti sudah mendapatkan penyelesaian yang lebih baik. “Nah di sini kita tentu meminta pemerintah Arab Saudi, ya melibatkan lah banyak pihak untuk bisa memastikan bahwa virus corona itu tidak mewabah di Saudi,” tambah Sohibul.
(cip)
Berita Terkait
Ahmad Yurianto Sebut...
Ahmad Yurianto Sebut 193.571 Orang Berstatus ODP dan 17.754 PDP Corona
Ketegasan Pemerintah...
Ketegasan Pemerintah dan Kedisiplinan Masyarakat Kunci Memutus Corona
KBRI Colombo Fasilitasi...
KBRI Colombo Fasilitasi Pemulangan 347 WNI di Sri Lanka dan Maladewa
Pemerintah Dinilai Tak...
Pemerintah Dinilai Tak Berdaya Hadapi Mafia Pasar
Presiden Ajak Masyarakat...
Presiden Ajak Masyarakat Panjatkan Doa dan Tetap Optimistis Hadapi Corona
Update Corona 17 Mei:...
Update Corona 17 Mei: 17.514 Positif, 4.129 Sembuh dan 1.148 Meninggal Dunia
Berita Terkini
Asfinawati: Ujaran Kebencian...
Asfinawati: Ujaran Kebencian dalam HAM Menyangkut Ras hingga Agama Bukan Orang per Orang
UBK Keluarkan 9 Poin...
UBK Keluarkan 9 Poin Pernyataan usai Ketua BEM FH Abdimaludin Terima Uang Rp20 Juta
Haul Akbar Ploso, Gus...
Haul Akbar Ploso, Gus Muhaimin: Jangan Hanya Menonton, Santri Harus Jadi Solusi Bangsa
Tiyo UGM Dilaporkan...
Tiyo UGM Dilaporkan ke Polisi, Ray Rangkuti: Harusnya Orang Jahat yang Dihukum Bukan yang Berpikir
Berkas Perkara Roy Suryo...
Berkas Perkara Roy Suryo dan Dokter Tifa Dilimpahkan ke PN Jakarta Timur
Berkas Perkara 3 Pejabat...
Berkas Perkara 3 Pejabat Bea Cukai Dilimpahkan ke Pengadilan, Segera Disidang
Infografis
Hasil Drawing Babak...
Hasil Drawing Babak 4: Timnas Indonesia Satu Grup dengan Irak dan Arab Saudi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved