DPR Minta Semua Pihak Terlibat Aktif Kembangkan Vaksin Merah Putih
Selasa, 01 September 2020 - 12:53 WIB
loading...
Komisi IX DPR meminta semua, pemerintah, lembaga penelitian hingga akademisi berkontribusi aktif dalam pengembangan Vaksin Merah Putih di Tanah Air. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Komisi IX DPR meminta semua pihak baik itu pemerintah, lembaga penelitian hingga akademisi untuk berkontribusi aktif dalam pengembangan Vaksin Merah Putih di Tanah Air, mengingat pentingnya peran vaksin dalam penanganan pandemi virus Corona (Covid-19).
(Baca juga: 100 Dokter Wafat, Reisa Broto Asmoro Ingatkan Pandemi Belum Tamat)
Hal ini menjadi salah kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR dengan Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
(Baca juga: Pemeriksaan Covid-19 di RI Hanya 46,85% dari Standar WHO)
Kemudian Direktur Utama PT Bio Farma, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, dan Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi FKUI-RSCM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang berakhir pada Senin (31/8/2020) malam.
"Dalam rangka membangun kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan (alkes) dalam negeri, Komisi IX DPR RI mengapresiasi dan mendukung penuh keterlibatan aktif dari seluruh pihak yang telah melakukan riset dan inovasi untuk penanggulangan COVID-19, termasuk pengembangan Vaksin Merah Putih yang menggunakan isolat virus asli dari Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Melkiades Laka Lena dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).
Kemudian, Melki melanjutkan, Komisi IX DPR juga mendorong Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi dalam kebijakan dan implementasi riset serta inovasi dalam negeri bersama seluruh pihak terkait yang berkontribusi aktif.
(Baca juga: 100 Dokter Wafat, Reisa Broto Asmoro Ingatkan Pandemi Belum Tamat)
Hal ini menjadi salah kesimpulan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi IX DPR dengan Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Deputi I Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
(Baca juga: Pemeriksaan Covid-19 di RI Hanya 46,85% dari Standar WHO)
Kemudian Direktur Utama PT Bio Farma, Ketua Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19, Kepala Lembaga Biologi Molekular Eijkman, Universitas Padjadjaran, Universitas Gajah Mada, Universitas Airlangga, dan Pusat Riset Virologi dan Kanker Patobiologi FKUI-RSCM di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta yang berakhir pada Senin (31/8/2020) malam.
"Dalam rangka membangun kemandirian obat, vaksin dan alat kesehatan (alkes) dalam negeri, Komisi IX DPR RI mengapresiasi dan mendukung penuh keterlibatan aktif dari seluruh pihak yang telah melakukan riset dan inovasi untuk penanggulangan COVID-19, termasuk pengembangan Vaksin Merah Putih yang menggunakan isolat virus asli dari Indonesia,” kata Wakil Ketua Komisi I DPR Melkiades Laka Lena dalam keterangannya kepada wartawan, Selasa (1/9/2020).
Kemudian, Melki melanjutkan, Komisi IX DPR juga mendorong Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 untuk meningkatkan komunikasi, koordinasi dan sinergi dalam kebijakan dan implementasi riset serta inovasi dalam negeri bersama seluruh pihak terkait yang berkontribusi aktif.
Lihat Juga :