Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kamis, 21 Desember 2023 - 12:14 WIB
loading...
Hal ini dalam upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengajar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) sekaligus Epidemiolog, Tri Yunis Miko Wahyono mengatakan pencegahan jauh lebih baik daripada mengobati, dan perlu dilakukan sebelum wabah besar kembali terjadi. Hal itu disampaikan dalam upaya pencegahan lonjakan kasus Covid-19 saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru).
"Protokol kesehatan adalah kunci dalam pencegahan Covid-19. Dengan melakukan protokol kesehatan yang tidak setengah-setengah, artinya dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, maka upaya pencegahan Covid-19 dapat berjalan dengan efektif. Walaupun tidak 100 persen, tetapi protokol kesehatan tersebut dapat menghindari peningkatan kasus Covid-19 dengan baik," kata Dr Miko dalam keterangannya dikutip, Kamis (21/12/2023).
Miko menyebut untuk mengurangi kemungkinan penularan kasus di masyarakat, menjaga jarak dan menggunakan masker merupakan suatu keharusan, baik di tempat pariwisata, penginapan, restoran, atau tempat umum lainnya.
Baca juga: Update Covid-19: Terkonfirmasi Positif 243 Orang, Kasus Aktif Tembus 2.204
Dia menekankan, bahwa kebijakan dan protokol kesehatan di tempat umum merupakan peraturan pemerintah yang harus dilaksanakan dan ada hukuman yang berarti bagi pelanggarnya. Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam apalagi disertai batuk dianjurkan untuk tidak berkerumun dan tidak memaksakan diri untuk bepergian.
"Mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan yang kerap menimbulkan penyakit seperti flu dan batuk yang mirip dengan gejala Covid-19, masyarakat perlu lebih jeli dan proaktif melakukan pemeriksaan," ujarnya.
"Protokol kesehatan adalah kunci dalam pencegahan Covid-19. Dengan melakukan protokol kesehatan yang tidak setengah-setengah, artinya dilaksanakan oleh seluruh masyarakat, maka upaya pencegahan Covid-19 dapat berjalan dengan efektif. Walaupun tidak 100 persen, tetapi protokol kesehatan tersebut dapat menghindari peningkatan kasus Covid-19 dengan baik," kata Dr Miko dalam keterangannya dikutip, Kamis (21/12/2023).
Miko menyebut untuk mengurangi kemungkinan penularan kasus di masyarakat, menjaga jarak dan menggunakan masker merupakan suatu keharusan, baik di tempat pariwisata, penginapan, restoran, atau tempat umum lainnya.
Baca juga: Update Covid-19: Terkonfirmasi Positif 243 Orang, Kasus Aktif Tembus 2.204
Dia menekankan, bahwa kebijakan dan protokol kesehatan di tempat umum merupakan peraturan pemerintah yang harus dilaksanakan dan ada hukuman yang berarti bagi pelanggarnya. Selain itu, masyarakat yang mengalami gejala Covid-19 seperti batuk, sesak napas, pilek, dan demam apalagi disertai batuk dianjurkan untuk tidak berkerumun dan tidak memaksakan diri untuk bepergian.
"Mengingat saat ini sedang memasuki musim hujan yang kerap menimbulkan penyakit seperti flu dan batuk yang mirip dengan gejala Covid-19, masyarakat perlu lebih jeli dan proaktif melakukan pemeriksaan," ujarnya.
Lihat Juga :