RUU Cipta Kerja Dapat Meningkat Daya Saing Perekonomian
Kamis, 13 Agustus 2020 - 17:00 WIB
loading...
A
A
A
Dalam upaya negara menghindari dari resesi ekonomi, kata Anhar, RUU Omnibus Law adalah sebuah solusi karena banyak investasi yang datang maka akan berbading lurus dengan daya beli masyarakat yang akan meningkat.
Investasi dari luar negeri akan banyak masuk ke dalam yang akan mempengaruhi roda perputaran ekonomi di Indonesia yang secara tidak langsung akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan adanya peredaran uang dalam negeri akan meningkat.
”Ke depan, perilaku masyarakat diharapkan akan berubah ke arah lebih baik karena RUU Cipta Kerja ini. Sebab, RUU ini mendorong agar roda ekonomi bergerak lebih cepat. Artinya, masyarakat sudah mulai harus bersaing. (Baca juga: Amien Rais: Banyak Menteri Tidak Paham Kondisi Rakyat )
Sementara dilihat dari perspektif ekonomi, salah satu pengusaha, Palacheta Subies Subianto memaparkan RUU Cipta Kerja ini terjadi pergejolakan di kalangan pekerja dan buruh. Sehingga banyak yang melakukan aksi penolakan terhadap RUU tersebut.
Menurutnya, jangan hanya berpikir satu atau dua langkah saja, tetapi harus memikirkan langkah yang jauh ke depan kenapa diadakannya RUU Cipta Kerja. ”Buka kita mengadopsi negara Tiongkok, tetapi coba kita lihat perkembangan negara tersebut, hal itu sudah jauh dibentuk dari waktu dan proses yang lama,” jelasnya.
Investasi dari luar negeri akan banyak masuk ke dalam yang akan mempengaruhi roda perputaran ekonomi di Indonesia yang secara tidak langsung akan mendorong peningkatan daya beli masyarakat terhadap produk yang dihasilkan. Hal tersebut juga dipengaruhi dengan adanya peredaran uang dalam negeri akan meningkat.
”Ke depan, perilaku masyarakat diharapkan akan berubah ke arah lebih baik karena RUU Cipta Kerja ini. Sebab, RUU ini mendorong agar roda ekonomi bergerak lebih cepat. Artinya, masyarakat sudah mulai harus bersaing. (Baca juga: Amien Rais: Banyak Menteri Tidak Paham Kondisi Rakyat )
Sementara dilihat dari perspektif ekonomi, salah satu pengusaha, Palacheta Subies Subianto memaparkan RUU Cipta Kerja ini terjadi pergejolakan di kalangan pekerja dan buruh. Sehingga banyak yang melakukan aksi penolakan terhadap RUU tersebut.
Menurutnya, jangan hanya berpikir satu atau dua langkah saja, tetapi harus memikirkan langkah yang jauh ke depan kenapa diadakannya RUU Cipta Kerja. ”Buka kita mengadopsi negara Tiongkok, tetapi coba kita lihat perkembangan negara tersebut, hal itu sudah jauh dibentuk dari waktu dan proses yang lama,” jelasnya.
Lihat Juga :