95% Bahan Baku Obat Masih Impor, YLKI: Tidak Pernah Dikembangkan
Kamis, 30 April 2020 - 18:43 WIB
loading...
Ketua Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menilai yang bisa menjawab kenapa Indonesia masih tergantung bahan baku obat iadalah Presiden dan pemerintah sendiri.
YLKI menilai industri farmasi tidak pernah didorong untuk mengembangkan bahan-bahan mentah yang ada di Tanah Air.
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahan-bahan mentah atau fitofarmakologi di Indonesia itu melimpah ruah. Namun, selama ini pemerintah dan industri lebih gemar mendatangkan bahan baku obat dari China dan India.
“Jadi selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka sampai sekarang tidak pernah difasilitasi agar Indonesia tidak tergantung dengan bahan baku impor. Mungkin ada mafia impor dan segala macam. Itu soal teknis,” ujar Tulus kepada SINDOnews, Kamis (30/04/2020).(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui ketergantungan Indonesia dengan luar negeri terkait bahan baku obat masih tinggi. "95% masih impor. Alat kesehatan ada tidak? Apa yg bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain. Sekarang kelihatan semua. Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, perawat, apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini,” tutur Presiden, Kamis (30/4/2020) siang
YLKI menilai industri farmasi tidak pernah didorong untuk mengembangkan bahan-bahan mentah yang ada di Tanah Air.
Ketua Harian YLKI Tulus Abadi mengatakan bahan-bahan mentah atau fitofarmakologi di Indonesia itu melimpah ruah. Namun, selama ini pemerintah dan industri lebih gemar mendatangkan bahan baku obat dari China dan India.
“Jadi selama puluhan tahun sejak Indonesia merdeka sampai sekarang tidak pernah difasilitasi agar Indonesia tidak tergantung dengan bahan baku impor. Mungkin ada mafia impor dan segala macam. Itu soal teknis,” ujar Tulus kepada SINDOnews, Kamis (30/04/2020).(Baca juga: Jokowi Akui Indonesia Masih Ketergantungan Bahan Baku Obat Impor )
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengakui ketergantungan Indonesia dengan luar negeri terkait bahan baku obat masih tinggi. "95% masih impor. Alat kesehatan ada tidak? Apa yg bisa kita produksi sendiri dan apa saja yang kita beli dari negara lain. Sekarang kelihatan semua. Lalu bagaimana dengan tenaga medis, rasio dokter, rasio dokter spesialis, perawat, apa cukup menghadapi situasi seperti saat ini,” tutur Presiden, Kamis (30/4/2020) siang
Lihat Juga :