Suhartoyo Janji Perbaiki Citra MK yang Disebut Mahkamah Keluarga
Kamis, 09 November 2023 - 13:50 WIB
loading...
Ketua MK terpilih, Suhartoyo bersama Wakil Ketua MK Saldi Isra memberikan keterangan kepada media usai Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH), Kamis (9/11/2023). FOTO/MPI/GIFFAR RIVANA
A
A
A
JAKARTA - Ketua Mahkamah Konstitusi ( MK ) terpilih, Suhartoyo akan berupaya memperbaiki citra MK yang dalam beberapa waktu terakhir mendapat sorotan tajam publik. Gara-gara putusan perkara 90/PUU-XXI/2023 tentang syarat batas usia calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres), MK dipelesetkan sebagai Mahkamah Keluarga.
Hal itu disampaikan Suhartoyo dalam konferensi pers pengumuman Ketua MK baru pengganti Anwar Usman di Gedung MK, Kamis (9/11/2023). Dalam kesempatan itu, Suhartoyo didampingi Wakil Ketua MK Saldi Isra.
"Semangat kami berdua itu tetep sama bahwa yang sekiranya di Mahkamah Konstitusi itu dipandang ada yang tidak baik, tentunya itu akan kami perbaiki bersama dan termasuk dengan para hakim yang lain," kata Suhartoyo.
Baca juga: Suhartoyo Terpilih Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman
Menurutnya, kepemimpinan di MK sebenarnya adalah kolektif. Karena itu, kerja-kerja kolektif lah yang mampu memperbaiki citra MK.
"Sebenarnya semua itu unsur pimpinan, cuma persoalannya kan harus ada yang mengkoordinasi, jadi itulah perlu ditunjuk ketua dan wakil ketua itu," paparnya.
Untuk diketahui, Suhartoyo terpilih menjadi Ketua MK menggantikan Anwar Usman dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang digelar secara tertutup di Gedung MK, Kamis (9/11/2023).
Hal itu disampaikan Suhartoyo dalam konferensi pers pengumuman Ketua MK baru pengganti Anwar Usman di Gedung MK, Kamis (9/11/2023). Dalam kesempatan itu, Suhartoyo didampingi Wakil Ketua MK Saldi Isra.
"Semangat kami berdua itu tetep sama bahwa yang sekiranya di Mahkamah Konstitusi itu dipandang ada yang tidak baik, tentunya itu akan kami perbaiki bersama dan termasuk dengan para hakim yang lain," kata Suhartoyo.
Baca juga: Suhartoyo Terpilih Jadi Ketua MK Gantikan Anwar Usman
Menurutnya, kepemimpinan di MK sebenarnya adalah kolektif. Karena itu, kerja-kerja kolektif lah yang mampu memperbaiki citra MK.
"Sebenarnya semua itu unsur pimpinan, cuma persoalannya kan harus ada yang mengkoordinasi, jadi itulah perlu ditunjuk ketua dan wakil ketua itu," paparnya.
Untuk diketahui, Suhartoyo terpilih menjadi Ketua MK menggantikan Anwar Usman dalam Rapat Permusyawaratan Hakim (RPH) yang digelar secara tertutup di Gedung MK, Kamis (9/11/2023).
Lihat Juga :