HT: Banyak yang Sudah Kita Berikan Bantuan Gerobak, Pendapatan Mereka Meningkat Pesat
Sabtu, 07 Oktober 2023 - 14:45 WIB
loading...
Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo menyerahkan bantuan gerobak Perindo di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (6/10/2023). Foto/Dok SINDOnews
A
A
A
MANADO - Ketua Umum Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT) menyebutkan bantuan gerobak bertujuan untuk mendongkrak penghasilan para pedagang. Selain itu, gerobak juga merupakan simbol dari perjuangan Partai Perindo.
“Gerobak ini simbolisasi apa yang kita perjuangkan," ujar HT seraya membagikan foto dan video kegiatan pada laman Instagram miliknya, Sabtu (7/10/2023).
Saat menyerahkan bantuan gerobak Perindo di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (6/10/2023), HT mengatakan dari sekian banyak yang sudah menerima bantuan gerobak, ada yang amat berkesan baginya.
“Banyak yang sudah kita berikan bantuan gerobak, pendapatan mereka meningkat pesat. Yang saya pernah lihat, yang paling menonjol itu di Banjarmasin, sampai hari ini saya masih ingat," ujar HT.
Dia menceritakan, awalnya penghasilan kotor pedagang tersebut Rp1 juta satu hari, meningkat menjadi Rp10 juta satu hari. "Jadi, mampu menjual 400 mangkok soto Banjar dengan harga jualnya Rp25.000, jadi 10 kali lipat, sehingga secara kotor penghasilannya Rp300 juta sebulan, dan penghasilan bersihnya separuhnya, Rp150 juta sebulan. Ini contoh yang baik sekalii," papar HT.
“Gerobak ini simbolisasi apa yang kita perjuangkan," ujar HT seraya membagikan foto dan video kegiatan pada laman Instagram miliknya, Sabtu (7/10/2023).
Saat menyerahkan bantuan gerobak Perindo di Manado, Sulawesi Utara (Sulut), Jumat (6/10/2023), HT mengatakan dari sekian banyak yang sudah menerima bantuan gerobak, ada yang amat berkesan baginya.
“Banyak yang sudah kita berikan bantuan gerobak, pendapatan mereka meningkat pesat. Yang saya pernah lihat, yang paling menonjol itu di Banjarmasin, sampai hari ini saya masih ingat," ujar HT.
Dia menceritakan, awalnya penghasilan kotor pedagang tersebut Rp1 juta satu hari, meningkat menjadi Rp10 juta satu hari. "Jadi, mampu menjual 400 mangkok soto Banjar dengan harga jualnya Rp25.000, jadi 10 kali lipat, sehingga secara kotor penghasilannya Rp300 juta sebulan, dan penghasilan bersihnya separuhnya, Rp150 juta sebulan. Ini contoh yang baik sekalii," papar HT.
Lihat Juga :