Rekonstruksi Sistem Kesehatan: Menanti Perdebatan Capres dan Cawapres 2024

Kamis, 21 September 2023 - 15:48 WIB
loading...
A A A
Terutama SKD yang dirumuskan secara spesifik menurut masalah dan kebutuhan masing-masing daerah, seharusnya lebih peka dan tanggap atas penyelesaiaan masalah kesehatan di daerah tersebut. Bila di suatu daerah, misal banyak kasus stunting, angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), balita wasting, scabies, kusta, angka merokok anak dan remaja yang tinggi, tuberkulose, malaria, diare, obesitas, stroke, gagagal ginjal, sakit jantung, dan sterusnya, tentu akan terekam di dalam SKD-nya masing-masing.

Begitu pula bila daerah yang mengalami masalah air bersih, sanitasi, dan jamban, fasilitas kesehatan tidak mencukupi atau belum terstandar dan terakreditasi, serta masalah lain yang berpotensi menyebabkan bertambah sakitnya penduduk serta tidak tercapainya target pembangungan nasional, tentu dapat dipantau melalui SKD-nya.

SKD suatu daerah bukan copy dan paste dari SKD daerah lain. SKD pun bukan diturunkan dari SKN. Tetapi SKN-lah yang dikonstruksi berdasarkan data masukan dari SKD. SKN tidak dirumuskan di atas meja berdasarkan keinginan para elite penguasa atau titipan kelompok tertentu.

Hal yang sama untuk perencananan nasional tenaga kesehatan semestinya di konstruksi berdasarkan data kebutuhan dari daerah. Misalnya, daerah butuh dokter atau dokter gigi spesialis, seharusnya jelas spesialisasi apa? Sehingganya semua orang, terutama pengambil kebijakan dapat mengetahui jenis dan tingkat kompetensi tenaga kesehatan yang dibutuhkannya.

Hal di atas sangat penting sebab berkaitan dengan banyak hal, seperti penganggaran, jaminan kesejehteraannya, ja-minan kesehatannya, penyediaan fasilitas pelayanan, distribusi tenaga kesehatan, dan tentu saja pendidikannya. Dan yang tak kalah pentingnya adalah setelah tenaga kesehatan tersebut terdistribusikan, dapat berperan secara optimal untuk menyelesaikan masalah kesehatan yang dihadapi oleh masyarakat di daerah terse-but.

Ketahanan Nasional sebagai Tujuan Negara
Ketahanan nasional, merupakan konsepsi nasional dalam pencapaian tujuan nasional. Inti dari Kehatanan nasional ialah tercapainya keamanan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia, yang menjadi tugas dan tanggung jawab Pemerintahan Indonesia.

Rumusan tujuan nasional yang akan dicapai di atas telah diamanatkan di dalam pembukaan UUD 1945, ialah “membentuk suatu Pemerintahan Negara yang melindungi segenap Bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi, dan keadilan sosial”.

Karena itu dibutuhkan pula konsep ketahanan nasional yang disusun atau menjadi sistem kesehatan sebagai struktur utamanya. Ketahanan nasional hanya dapat menjadi kokoh bila ditopang oleh penduduk yang sehat.

Hemat penulis ada lima alasan mengapa kesehatan perlu menjadi penopang utama ketahahan nasional. Pertama, kesehatan adalah unsur utama ketahanan nasional. Kedua, kesehatan merupakan anak tangga pertama utama bagi rakyat untuk menapaki jalan menuju kesejahteraannya.

Ketiga, kesehatan adalah pendorong utama dalam meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia. Keempat. kesehatan adalah HAM. Kelima, kesehatan adalah investasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Analisa Hukum Putusan...
Analisa Hukum Putusan Perkara Nadiem Makarim
HUT Bhayangkara: Mampukah...
HUT Bhayangkara: Mampukah Polri Melindungi Kritik Tanpa Mengkriminalisasi Warga?
Bumi Eropa Membara,...
Bumi Eropa Membara, Dunia Memilih Bisu: Pelajaran dari Gelombang Panas yang Tak Lagi Anomali
Histeria Ojol dan Kerentanan...
Histeria Ojol dan Kerentanan Ekstrem Pekerja 'Gig Economy'
B50: Strategi Diplomasi...
B50: Strategi Diplomasi Sawit Berkelanjutan
Narkoba, Masa Depan...
Narkoba, Masa Depan Bangsa, dan Kerja Sama Internasional
JEC Eye Hospitals &...
JEC Eye Hospitals & Clinics Raih Marketeers OMNI Brands of the Year 2026
Gubernur Kaltim Resmikan...
Gubernur Kaltim Resmikan Pusat Layanan Jantung Modern di RSKD Balikpapan
Lindungi Generasi Muda,...
Lindungi Generasi Muda, Sejumlah Elemen Dukung Standardisasi Kemasan Rokok
Rekomendasi
Lelah Terus Dihina,...
Lelah Terus Dihina, Elly Sugigi Rela Habiskan Rp100 Juta untuk Oplas Hidung dan Mata
Nonton Microdrama China...
Nonton Microdrama China V+Short Gentle Torment of Love, Simak Dulu Sinopsisnya!
Trump Klaim Iran Setujui...
Trump Klaim Iran Setujui Hampir Semua yang Diinginkan AS Selama Negosiasi
Berita Terkini
Bupati Langkat Syah...
Bupati Langkat Syah Afandin Tiba di KPK usai Kena OTT
Gus Ipul Dukung Usulan...
Gus Ipul Dukung Usulan Sutan Takdir Alisjahbana Jadi Pahlawan: Pejuang Bahasa Indonesia
KPK terkait OTT Bupati...
KPK terkait OTT Bupati Langkat: Suap Proyek di Dinas Pendidikan dan Dinas Perkim
3 Pejabat Bea Cukai...
3 Pejabat Bea Cukai Didakwa Terima Suap Rp63,5 Miliar Terkait Kasus Impor Barang
Petisi Ahli Tampung...
Petisi Ahli Tampung Seluruh Masukan Organisasi Hukum Terkait RUU Advokat
PAN Tak Beri Bantuan...
PAN Tak Beri Bantuan Hukum ke Bupati Langkat yang Kena OTT KPK, Viva Yoga: Tanggung Jawab Pribadi
Infografis
Trade Misinvoicing dan...
Trade Misinvoicing dan Upaya Penguatan Integritas Perdagangan Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved