Membangun Kesejatian Diri dan Negeri

Kamis, 06 April 2023 - 15:15 WIB
loading...
A A A
Sikap pamer harta ini tak hanya dilakukan oleh sebagian mereka yang berprofesi sebagai penghibur ataupun artis, melainkan belakangan juga dilakukan oleh sebagian pejabat negara maupun keluarganya.

Selama harta itu didapatkan secara halal dan legal, tentu seseorang berhak untuk menggunakan harta kekayaan yang ada. Tapi memamerkan kekayaannya kepada publik bisa dipahami sebagai sikap yang tidak berempati terhadap nasib rakyat yang kebanyakan belum sejahtera. Dan, pada tahap tertentu, sikap pamer harta bisa memperuncing pelbagai macam problem sosial akibat ketimpangan yang masih sangat tinggi.

Pada waktu-waktu lampau, sikap pamer harta tentu juga sudah sering terjadi. Tapi pada era media sosial yang sedemikian cepat, bebas, dan terbuka seperti sekarang, sikap pamer harta dengan mudah menyebar ke seluruh lapisan masyarakat sekaligus memperlihatkan jurang pemisah antara si kaya dengan si miskin.

Persoalannya adalah, sikap pamer harta bisa memunculkan atau bahkan melanggengkan semangat memperkaya diri dengan menghalalkan segala macam cara sehingga mendapatkan harta secara haram dianggap sebagai hal biasa. Pada tahap tertentu, inilah yang bisa menjelaskan persoalan korupsi yang semakin ke sini justru semakin menjadi-jadi.

Dalam kondisi seperti di atas, kehidupan berbangsa dan bernegara sungguh berada dalam bahaya. Bahkan bisa dikatakan hal ini lebih berbahaya daripada ancaman dan kekuatan penjajah sekalipun. Sebab bahaya yang ada sekarang datang dari masyarakat itu sendiri, bahkan abdi, penggawa, dan para pemimpin negeri ini.

Di sinilah pentingnya semangat kesejatian diri yang berada di balik ibadah puasa sebagaimana telah disampaikan di atas. Melalui semangat kesejatian diri, puasa bisa membangun pribadi-pribadi yang jujur, tahu batasan, tahu diri, dan tidak menghambakan diri pada hawa nafsu dan kekuasaan.

Hanya di tangan pribadi-pribadi yang tangguh dan unggul seperti inilah kehidupan berbangsa dan bernegara akan berjalan sesuai dengan cita-cita para pendiri, yaitu menjadi negeri yang berketuhanan, berperikemanusiaan, menjaga persatuan, menjalankan permusyawaratan, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat.



(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qiyam Ramadan dan Organisme...
Qiyam Ramadan dan Organisme Pesantren
Tito Ingatkan Kepala...
Tito Ingatkan Kepala Daerah Jangan Pamer Kekayaan
Perilaku Flexing Pejabat...
Perilaku Flexing Pejabat Publik dan Publik Figur Hubungannya Trauma Kemiskinan
Buka Puasa Bersama Jadi...
Buka Puasa Bersama Jadi Momen Salurkan Bantuan untuk Anak Yatim Piatu
BPKH Luncurkan Program...
BPKH Luncurkan Program Berkah Ramadan 2025 di Masjid Istiqlal
Ekoteologi dan Puasa...
Ekoteologi dan Puasa Ramadan
Mengapa Zulhijjah Termasuk...
Mengapa Zulhijjah Termasuk Bulan Haram? Begini Penjelasannya
Bukan Sekadar Tradisi!...
Bukan Sekadar Tradisi! Ini Manfaat Puasa Mutih yang Dilakukan Syifa Hadju sebelum Menikah
Momen Lebaran Tanpa...
Momen Lebaran Tanpa Ibu, Baim Wong: Kangen Ditanya ‘Sahur Pakai Apa?’
Rekomendasi
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
Stop Polemik, Prof Dede:...
Stop Polemik, Prof Dede: Pengelolaan Yayasan Diserahkan ke Pemerintah melalui UIN Jakarta
Hasil Indonesia Open...
Hasil Indonesia Open 2026: Kalahkan Ana/Trias, Rachel/Febi ke Semifinal
Berita Terkini
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved