Waspada Phishing!

Kamis, 30 Maret 2023 - 06:56 WIB
loading...
A A A
Setelah mengklik aplikasi tersebut, aplikasi akan ter-install di ponsel korban dan pelaku memiliki akses ke perangkat perbankan korban. Ketika akses perbankan korban telah didapatkan, pelaku lalu melakukan transaksi.

Sebelumnya para pelaku sudah mempunyai username, password, dan PIN dari nasabah tersebut yang disediakan oleh pelaku yang berperan sebagai penyedia database calon korban, sehingga pelaku bisa langsung melakukan transaksi keuangan perbankan melalui mobile banking dan otomatis OTP dari bank akan terkirim dari korban, di mana device dari korban sudah ter-install APK tersebut.

Faktor Pendorong
Serangan phishing sektor perbankan memang paling banyak terjadi pada pengguna internet banking dan mobile banking. Phishing adalah sarana yang paling efektif dalam memanfaatkan kelalaian orang dalam menggunakan media digital. Terdapat tiga celah potensi kasus phishing terjadi.

Pertama dari sisi perbankan, yaitu dilema antara keselamatan dengan kenyamanan layanan perbankan. Contohnya, dalam pembuatan rekening, nasabah bisa melalui aplikasi digital tanpa harus datang ke kantor cabang. Hal ini memungkinkan adanya celah penyalahgunaan data pribadi.

Kedua dari sisi pengguna, phishing dapat memanipulasi orang agar terpancing terhadap sesuatu yang menarik. Contohnya penipuan iklan penawaran upgrade menjadi nasabah bank prioritas, undangan pernikahan, surat tilang, layanan ekspedisi, tagihan pajak, layanan BPJS dan lain-lain yang menggunakan modus Android Package Kit (APK).

Ketiga adalah celah dari sisi operator. Saat pertama kali mengaktifkan SIM card, biasanya hanya memerlukan registrasi tetapi tidak ada verifikasi kebenaran data pribadi yang didaftarkan.

Faktor pendorong risiko terjadinya kasus phishing adalah perilaku konsumen yang malas membaca, cenderung tidak mau mengadu ke pihak yang berwajib karena malas ribut, perilaku konsumen yang suka instan, dan konsumen yang cenderung pasif.

Kejahatan perbankan seperti phishing tidak terlepas dari kurangnya financial literation konsumen dan sosialisasi dari pemerintah. Kebiasaan masyarakat saat ini berbanding lurus dengan pelaku kejahatan. Masyarakat gencar meneruskan berita yang belum tentu kebenarannya yang bisa menjadi pintu masuk terjadinya kasus phishing.

Di sisi lain, phishing ini semakin berisiko karena adanya entitas-entitas jasa keuangan yang dalam proses bisnisnya mem-by pass atau memudahkan sistem outentifikasi dan verifikasi bahkan beberapa tidak ada.

Penanganan Kasus Phishing
Selama ini, ada beberapa kendala penanganan kasus phishing. Dari sisi masyarakat/konsumen, literasi digital dan keuangan yang dimiliki memang masih kurang. Sementara itu, Bareskrim Polri menyebutkan sulitnya penanganan kasus phishing disebabkan karena kejahatan penipuan yang semakin canggih (melibatkan multi player anonymous dan multi developer), multilayering kejahatan yang timbul karena kemudahan untuk registrasi tanpa verifikasi, dan korban yang tidak segera melapor bahkan barang bukti telah tereliminasi.

Selain mendorong konsumen untuk lebih berhati-hati dan teliti, negara sebenarnya juga harus memberikan ruang pengaturan yang bisa meminimalkan terjadinya kejahatan. Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu memperkuat sistem keamanan data nasabah perbankan dengan menerapkan pengamanan berjenjang dengan tetap menjaga kenyamanan nasabah.

OJK perlu mendorong perubahan sistem verifikasi nama ibu kandung dan menerapkan sistem verifikasi digital, contohnya menggunakan tanda tangan digital atau sertifikat elektronik. Verifikasi nama ibu kandung menjadi sangat lemah jika sampai saat ini masih dipertahankan, karena efek keterbukaan informasi yang membuat mudahnya akses mendapatkan informasi tersebut.

Selain itu, untuk menyosialisasikan keamanan digital, OJK perlu menyusun panduan berisi informasi terkini mengenai jenis dan modus penipuan digital terkini beserta mekanisme pelaporannya kepada otoritas berwenang. Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) perlu didorong untuk melakukan literasi dan edukasi yang diikuti dengan pengukuran efektivitas dari literasi yang telah dilakukan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bareskrim Ungkap Modus...
Bareskrim Ungkap Modus Phishing Tools yang Bikin Kerugian Global Rp350 Miliar
Pakar Ungkap 3 Alasan...
Pakar Ungkap 3 Alasan Bank Wajib Buka Rekening Koran Kasus TPPU
Jumlah Korban WNI Korban...
Jumlah Korban WNI Korban Scamming di Filipina Bertambah Jadi 242 Orang
Polri Sebut Jumlah WNI...
Polri Sebut Jumlah WNI Korban Scamming di Filipina Jadi 239 Orang
QRIS: Regulasi Responsif...
QRIS: Regulasi Responsif yang Mendukung Green Economy
Cegah Terjadinya Fraud,...
Cegah Terjadinya Fraud, Kejagung Ajak Himbara Berkolaborasi
466.535 Lembar Rupiah...
466.535 Lembar Rupiah Dimusnahkan, BI Ungkap Benteng Tangguh Memutus Peredaran Uang Palsu
Sekuritas Anti Phishing...
Sekuritas Anti Phishing di Indonesia, IPOT Diakui AI Overviews Google
Keamanan dan Integrasi...
Keamanan dan Integrasi Jadi Penentu Utama Memilih Dompet Digital
Rekomendasi
Dicecar Apakah Israel...
Dicecar Apakah Israel Memiliki Senjata Nuklir? Ini Jawaban Menlu AS Marco Rubio
Tio Pakusadewo Dirawat...
Tio Pakusadewo Dirawat Akibat Gangguan Jantung, Dewi Irawan Buka Donasi
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Berita Terkini
Alasan Prabowo Pilih...
Alasan Prabowo Pilih Nanik S Deyang jadi Kepala BGN Gantikan Dadan Hindayana
Silmy Karim Tersangka...
Silmy Karim Tersangka Korupsi, Komisi III DPR: Usut Tuntas Tanpa Pandang Bulu
Hebat! Kota Semarang...
Hebat! Kota Semarang Raih Penghargaan Nasional Creative Financing, Bukti Inovasi Pemkot Hadirkan Pembangunan yang Berdampak
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
Infografis
Jomblo Waspada! Kesepian...
Jomblo Waspada! Kesepian Picu Penyakit Jantung hingga Diabetes
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved