Dua Tahun Pandemi dan Proyeksi Endemi

Rabu, 02 Maret 2022 - 16:11 WIB
Pandemi Covid-19 sekarang bermula pada 11 Maret 2020 dengan pernyataan resmi oleh Direktur Jenderal WHO Dr Tedros, dan sampai sekarang masih berjalan. Artinya, kalau nanti pandemi Covid-19 akan berakhir maka akan ada lagi pernyataan resmi dari Direktur Jenderal WHO sesuai keadaan dunia ketika itu, yang kita belum tahu kapan akan terjadi.

Kedua, masing-masing negara dapat saja membuat pernyataan bahwa mereka sudah dapat mengendalikan wabah Covid-19, boleh juga menyebutkan bahwa negaranya sudah masuk dalam fase endemi. Tetapi, pernyataan satu dua atau bahkan beberapa negara bahwa negara mereka sudah endemi sama sekali tidak berarti pandemi sudah selesai. Dunia ini terdiri dari sekitar 200 negara, dan dalam dunia modern ini maka transportasi antarnegara dan bahkan antarbenua amat mudah terjadi. Maksudnya, kalau ada negara yang sudah dapat mengendalikan Covid-19 tetapi negara-negara lain belum maka masih tetap ada ancaman penyakit ini terus merebak di dunia.

Angka Kepositifan dan Reproduksi

Hal ketiga, kalau toh ingin mengatakan bahwa situasi Covid-19 sudah terkendali maka ada semacam kriteria yang banyak dianut, salah satunya adalah angka kepositifan (positivity rate) di bawah 5%. Kita tentu amat bersyukur bahwa jumlah kasus harian di negara kita dalam beberapa hari ini ada kecenderungan menurun, dan diikuti juga dengan penurunan angka kepositifan. Tetapi, dari data yang ada maka angka kepositifan pada 25 Februari 2022 adalah 17,93%, dan walaupun pada 26 Februari angkanya sudah menurun tapi masih cukup tinggi, yaitu 15,91%, cukup jauh di atas batas 5% yang kita kehendaki bersama.

Hal keempat, indikator lain yang menjadi patokan bahwa situasi epidemiologi Covid-19 sudah terkendali adalah angka reproduksi efektif (effective reproduction number-Rt) di bawah 1, artinya tidak terjadi penularan berkepanjangan di masyarakat. Walaupun tidak ada data resmi yang diumumkan tetapi beberapa pihak menyebutkan angka reproduksi di hari-hari ini masih diatas 1, ada yang melaporkan sebagai 1.161. Mudah-mudahan angka ini dapat terus menurun dalam hari-hari mendatang.

Tentang hal ketiga dan keempat ini, kita tentu ingat bahwa sesudah berhasil menangani varian Delta maka angka kepositifan kita sempat cukup lama di bawah 5%. Angka reproduksi juga pernah dibawah 1, dilaporkan pernah angkanya 0,98. Tetapi, dengan serangan Omicron maka angka kepositifan dan angka reproduksi naik lagi seperti sekarang ini. Artinya, kalau nanti gelombang akibat Omicron ini dapat diatasi, kasus turun, angka-angka lain juga turun, maka kita perlu tetap waspada dan melakukan upaya maksimal agar angkanya jangan naik lagi. Tentu saja angka jumlah pasien dan kematian juga harus ditekan rendah, serta pelayanan kesehatan akan selalu siaga menghadapi kemungkinan kenaikan kasus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!