Perketat Protokol New Normal di Perusahaan dengan Tes Serologi Massal

Senin, 01 Juni 2020 - 22:12 WIB
Keterbatasan itu antara lain mencakup keterbatasan laboratorium dan alat PCR, reagen, serta tenaga terlatih yang mampu melakukan tes secara akurat. Selain itu, tes PCR memerlukan biaya yang cukup besar dan waktu yang relatif lama.

Untuk itu, metode tes yang lain seperti tes serologi cenderung lebih efisien, lebih mudah digunakan dan harganya relatif tidak mahal sehingga tes massal sangat memungkinkan.

"Sebagai alternatif, tes serological bisa dilakukan. Jika dilakukan pada populasi secara random, tes ini bisa melihat sejauh mana infeksi COVID-19 terjadi pada populasi tersebut," tutur Dosen Senior di University of Derby UK itu.

Tes serological sendiri digunakan untuk mengecek antibodi pasien yang dilakukan untuk mencari bukti respons kekebalan tubuh (berupa antibodi IgM dan IgG) terhadap virus SARS-Cov-2. "Dengan diketahuinya informasi ini, pemerintah bisa merancang program-program kesehatan masyarakat, termasuk di antaranya pelonggaran PSBB," imbuh Dono.

Saat melakukan tes serologi, tingkat specificity dan sensitivity produk yang digunakan perlu diperhatikan agar tingkat akurasi hasilnya semakin tinggi. Jika kemudian pasien mendapatkan hasil uji positif terhadap virus, maka pasien akan dirujuk untuk tes PCR untuk mendapatkan hasil paling akurat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!