Perketat Protokol New Normal di Perusahaan dengan Tes Serologi Massal
Senin, 01 Juni 2020 - 22:12 WIB
Pemerintah sudah menunjukkan tanda-tanda untuk menggerakkan kembali ekonomi dengan merelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal Juni mendatang. Foto/SINDOnews
JAKARTA - Pemerintah sudah menunjukkan tanda-tanda untuk menggerakkan kembali ekonomi dengan merelaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada awal Juni mendatang. Protokol New Normal pun sudah diterbitkan oleh pemerintah untuk meminimalisasi dampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) akhir-akhir ini akibat lumpuhnya ekonomi.
Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Dono Widiatmoko mengingatkan pelonggaran PSBB harus dilakukan secara hati-hati. "Semua kebijakan harus bersumber pada fakta, evidence yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan," ujar Dono dalam keterangannya, Senin (1/6/2020). (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)
Berkumpulnya para pekerja dalam satu waktu dan satu tempat memungkinkan terjadinya kluster-kluster baru COVID-19 jika tidak diantisipasi sedini mungkin. Serangkaian prosedur untuk menjaga keamanan dan kesehatan pekerja selama masa New Normal penting dilakukan. Salah satunya dapat dilakukan dengan mewajibkan prosedur tes massal secara berkala.
Saat ini, untuk mendeteksi virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19, tes PCR adalah standar utama dalam mengkonfirmasi positif tidaknya seseoramg tertular virus SARS-Cov-2. Tapi, tes PCR ada kendalanya. "Data kasus terkonfirmasi dari PCR tidak cukup, mengingat keterbatasan kemampuan kita melakukan tes tersebut," tuturnya.
Pengurus Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia, Dono Widiatmoko mengingatkan pelonggaran PSBB harus dilakukan secara hati-hati. "Semua kebijakan harus bersumber pada fakta, evidence yang kuat dan bisa dipertanggung jawabkan," ujar Dono dalam keterangannya, Senin (1/6/2020). (Baca juga: Update Corona 1 Juni 2020: 26.940 Orang Positif, 7.637 Sembuh, dan 1.641 Meninggal Dunia)
Berkumpulnya para pekerja dalam satu waktu dan satu tempat memungkinkan terjadinya kluster-kluster baru COVID-19 jika tidak diantisipasi sedini mungkin. Serangkaian prosedur untuk menjaga keamanan dan kesehatan pekerja selama masa New Normal penting dilakukan. Salah satunya dapat dilakukan dengan mewajibkan prosedur tes massal secara berkala.
Saat ini, untuk mendeteksi virus SARS-Cov-2 penyebab COVID-19, tes PCR adalah standar utama dalam mengkonfirmasi positif tidaknya seseoramg tertular virus SARS-Cov-2. Tapi, tes PCR ada kendalanya. "Data kasus terkonfirmasi dari PCR tidak cukup, mengingat keterbatasan kemampuan kita melakukan tes tersebut," tuturnya.
Lihat Juga :