Jangan Hanya Larut di Tanah Abang

Selasa, 04 Mei 2021 - 04:26 WIB
Langkah taktis serupa mendesak dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah lain di Indonesia seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, dan Palembang. Sebab fenomena yang dihadapi juga serupa. Masyarakat sudah berani ke luar rumah untuk berbelanja karena memang ada kelonggaran kebijakan.

Dengan asumsi ini pula maka kerumunan di Tanah Abang pun hakikatnya bukan keteledoran seorang Gubernur Anies semata, namun imbas dari rentetan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selama ini. Pengetatan untuk mudik memang telah dibuat, antara lain lewat Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13/2021.

Namun, seberapa efektifkah regulasi ini? Semua tahu, jutaan orang telah bersiasat dengan lebih dulu pulang kampung jelang pelarangan dimulai. Semua tahu, meski ada addendum, regulasi itu hanyalah lebih banyak “macan kertas” di lapangan. Semua juga tahu, ketika pada satu sisi jalur transportasi ditutup, pada saat yang sama tempat-tempat hiburan dan mal dibuka adalah situasi yang kontraproduktif.

Kini semua telah terjadi. Pemerintah telah membuat kebijakan agar kasus Covid-19 terkendali. Faktanya, tak mudah diterapkan di lapangan.

Di tengah kerumitan ini, kesadaran diri untuk menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas adalah sebuah strategi yang lebih bertaji. Dari ikhtiar ini, kita juga berdoa semoga kerumunan-kerumunan itu tak menimbulkan masalah besar di kemudian hari.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!