Jangan Hanya Larut di Tanah Abang

Selasa, 04 Mei 2021 - 04:26 WIB
loading...
Jangan Hanya Larut di...
Pelonggaran-pelonggaran yang dibuat pemerintah jelang Lebaran membuat sebagian masyarakat leluasa beraktivitas dan memicu kerumunan. (Ilustrasi: KORAN SINDO/Wawan Bastian).
A A A
FENOMENA kerumunan di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, dalam sepekan terakhir benar-benar menyesakkan dada. Minggu (2/5), jumlah pengunjung bahkan diperkirakan tembus 100.000 orang dari normalnya hanya 35.000 orang. Di luar segala perdebatan tentang pemicunya, inilah potret nyata masyarakat Indonesia. Kesadaran minim, disiplin rendah, dan makin abai dengan protokol kesehatan untuk menekan penularan Covid-19 yang dibuat pemerintah.

Situasi ini jelas membuat banyak pihak mengelus dada. Di saat pandemi belum bisa terkendali, mereka justru terlihat makin berani. Mereka tak lagi peduli dengan aturan sana sini atau banyaknya petugas yang berjaga di banyak sisi. Ketakutan dan kekhawatiran mereka perlahan telah tertutupi dengan hajat Lebaran yang seolah tak bisa ditahan lagi.

Bisa jadi, bagi mereka, Lebaran kali ini adalah “pembalasan” karena tahun lalu terkekang hingga tak bisa ke mana-mana, pun ke saudara dekat. Alih-alih beli baju baru atau kue Lebaran seperti anjuran Menteri Keuangan Sri Mulyani, 22 April lalu. Tahun lalu berada di dalam rumah saja masih diliputi waswas tinggi akan terkena korona.

Kini situasinya sudah nyaris berbalik 180 derajat. Pelonggaran-pelonggaran yang dibuat pemerintah di tengah kebijakan pengetatan semu jelang Lebaran ini membuat masyarakat leluasa. Mereka semakin memiliki banyak opsi untuk keluar rumah. Bisa jadi mereka ikhlas untuk tidak pulang kampung dengan adanya pelarangan mulai 6-17 Mei mendatang. Toh di Jakarta pun, mereka tetap bisa belanja di pasar, nongkrong kafe atau mal, menonton bioskop, ataupun mencari hiburan ke berbagai destinasi.

Ini bukan isapan jempol. Sepanjang Minggu (2/5), dari pagi hingga malam, pusat-pusat perbelanjaan di Jabodetabek tumplek blek dengan pengunjung. Jalan di kawasan Senayan dan Bundaran HI yang merupakan kompleks mal kelas atas juga macet. Bahkan hingga jelang tengah malam ruas Mal Pondok Indah hingga Ciputat juga tersendat luar biasa. Jelas ini fenomena tak biasa, apalagi di hari libur.

Melihat fakta ini, kurang tepat jika perhatian besar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta hanya tertumpu di Pasar Tanah Abang. Jakarta memiliki puluhan mal besar yang tak kalah menuntut untuk diawasi ketat. Di Tanah Abang, Gubernur Anies Baswedan memang telah mengerahkan 5.000 petugas gabungan baik dari polisi, TNI, hingga Satpol PP untuk mengendalikan pergerakan pengunjung. Namun melihat kesadaran dan disiplin masyarakat yang masih rendah, jumlah itu tidaklah harga mati. Lebih dari itu, di luar Tanah Abang, pengawasan yang sama juga jangan sampai lengah.

Langkah taktis serupa mendesak dilakukan oleh jajaran pemerintah daerah lain di Indonesia seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Makassar, Medan, dan Palembang. Sebab fenomena yang dihadapi juga serupa. Masyarakat sudah berani ke luar rumah untuk berbelanja karena memang ada kelonggaran kebijakan.

Dengan asumsi ini pula maka kerumunan di Tanah Abang pun hakikatnya bukan keteledoran seorang Gubernur Anies semata, namun imbas dari rentetan kebijakan yang dibuat oleh pemerintah selama ini. Pengetatan untuk mudik memang telah dibuat, antara lain lewat Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 13/2021.

Namun, seberapa efektifkah regulasi ini? Semua tahu, jutaan orang telah bersiasat dengan lebih dulu pulang kampung jelang pelarangan dimulai. Semua tahu, meski ada addendum, regulasi itu hanyalah lebih banyak “macan kertas” di lapangan. Semua juga tahu, ketika pada satu sisi jalur transportasi ditutup, pada saat yang sama tempat-tempat hiburan dan mal dibuka adalah situasi yang kontraproduktif.

Kini semua telah terjadi. Pemerintah telah membuat kebijakan agar kasus Covid-19 terkendali. Faktanya, tak mudah diterapkan di lapangan.

Di tengah kerumitan ini, kesadaran diri untuk menjaga protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas adalah sebuah strategi yang lebih bertaji. Dari ikhtiar ini, kita juga berdoa semoga kerumunan-kerumunan itu tak menimbulkan masalah besar di kemudian hari.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kebijakan Penyekatan...
Kebijakan Penyekatan Mudik Lebaran Terbukti Kurangi Penyebaran Covid-19
Apresiasi Petugas Penyekatan...
Apresiasi Petugas Penyekatan Mudik, KAMI Bangga Polisi Indonesia
Kasus COVID-19 Meningkat...
Kasus COVID-19 Meningkat Pasca Lebaran, Satgas: Ini Konsekuensi
Kinerja Polri Kawal...
Kinerja Polri Kawal Pelarangan Mudik 2021 Diapresiasi
Amati dan Waspadai Dampak...
Amati dan Waspadai Dampak Pergerakan 1,5 juta Pemudik
KPK Terima 86 Laporan...
KPK Terima 86 Laporan Penerimaan Gratifikasi Idul Fitri Rp198 Juta
100 Personel Satpol...
100 Personel Satpol PP-Dishub Dikerahkan Jaga Ketat Kawasan Tanah Abang
7 Tips Mudik Lebaran...
7 Tips Mudik Lebaran Sendirian bagi Perempuan, Biar Makin Aman dan Nyaman
Mengenal Microsleep...
Mengenal Microsleep saat Mudik, Penyebab dan Cara Mengatasinya!
Rekomendasi
Kader PPP Segera Laporkan...
Kader PPP Segera Laporkan Taj Yasin, Agus Suparmanto, dan Thobahul Aftoni ke Polda Metro
Cover Musik Jadi Cara...
Cover Musik Jadi Cara Generasi Digital Menunjukkan Kreativitas
Berkali-kali Muncul...
Berkali-kali Muncul Korban Tenggelam, Warga Mulai Curiga Ada yang Tak Beres di Tempat Ini
Berita Terkini
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Konstruksi Perkara Suap...
Konstruksi Perkara Suap Bupati Muara Enim, KPK: Ada Uang Rp500 Juta untuk Jaga Hubungan Baik
RDP di Komisi II, Dirjen...
RDP di Komisi II, Dirjen Bina Adwil Kemendagri Ungkap 5 Kunci Penataan Lahan Pasuruan
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved