Pedagang Daging Pilih Mogok Jualan

Jum'at, 22 Januari 2021 - 05:45 WIB
Dengan demikian terdapat selisih angka yang tinggi antara kebutuhan konsumsi dan produksi daging sapi atau sekitar 223.142 ton. Perkiraan angka defisit daging sapi tahun ini menurun bila dibandingkan dengan tahun lalu yang mencapai 324.019 ton.

Meski aksi mogok dari para pedagang daging sapi di wilayah Jabodetabek mengundang perhatian serius masyarakat, jawaban menenangkan disampaikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo. Stok daging sapi dan kerbau, sebagaimana diklaim pria asal Sulawesi Selatan (Sulsel) yang akrab dipanggil dengan singkatan SYL itu, aman dan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Lebaran 2021. Karena itu mantan Gubernur Sulsel tersebut meminta masyarakat tak perlu khawatir dengan ketersediaan stok daging sapi dan kerbau. Mengenai harga yang dipersoalkan para pedagang daging sapi, Kementan sedang berkoordinasi dengan Kemendag untuk mencari solusi bersama. Sebab urusan harga adalah domain Kemendag.

Terlepas dari stok daging sapi dan kerbau yang dijamin aman oleh pemerintah, masalah harga adalah persoalan klasik. Karena persoalan harga yang sulit dikendalikan selama ini menjadi lahan empuk bagi importir daging sapi dan kerbau. Hal itu bisa dibuktikan dengan perebutan kuota impor yang cenderung menghalalkan segala cara sehingga sering kali berakhir menjadi tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Mereka yang diciduk adalah kalangan pejabat, pengusaha, atau importir daging sapi dan kerbau. (*)
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!