Kontekstualisasi Mata Pelajaran

Jum'at, 02 Desember 2022 - 15:18 WIB
loading...
A A A
Tentu, kontekstualisasi ini tidak bisa dilakukan sendiri oleh guru. Guru harus didukung oleh berbagai pihak, lingkungan sekolah, wali murid, lembaga pengembangan kompetensi milik kementerian, juga kebijakan dari pemerintah. Dalam konteks ini, kontekstualisasi harus ditempatkan sebagai kebutuhan bersama, kebutuhan untuk membantu anak-anak berpikir integral, bahwa antara yang dipelajarinya di sekolah sangat berkait erat dengan kehidupannya di luar sekolah, di keluarga dan lingkungannya.

Para guru harus di-support, dibantu kemampuan literasinya, dibantu kesenangan membacanya, dan diperluas kesempatan mengembangkan kompetensinya. Lembaga-lembaga pelatihan yang dimiliki kementerian, terutama Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama harus menyediakan ruang untuk membantu para guru meningkatkan kemampuan mengontektualisasikan konten mata pelajaran. Selebihnya, para guru didorong untuk memiliki kemampuan mengakses pengetahuan secara mandiri.

Pun demikian juga dengan anak-anak dan para orang tua wali murid, mereka harus dijauhkan dari cara berpikir instan tentang pendidikan. Cara berpikir bahwa segala pengetahuan itu mudah didapat karena ada Google, YouTube dan kemudahan teknologi lainnya, harus dihilangkan, karena pendidikan itu bukan sekadar pengetahuan, bukan sekadar transfer knowledge, tapi pendidikan adalah sebuah proses dari penanaman nilai, nilai untuk membentuk karakter.

Pada posisi inilah kontekstualisasi konten mata pelajaran akan menemukan relevansinya. Guru harus membiasakan diri menjelaskan isi mata pelajaran dengan konteks kekinian, kondisi di mana anak-anak sekarang berkembang. Materi pelajaran tidak akan memberikan pengaruh apapun kepada anak jika mereka menganggap isi pelajaran tidak ada kaitannya dengan kehidupan sehari-harinya.

Memang, konsep merdeka belajar yang digagas Kemendikbudristek telah memberikan ruang yang seluas-luasnya pada model pembelajaran yang kontekstual, yaitu membantu siswa untuk memahami makna materi ajar dan mengaitkannya dengan konteks kehidupan mereka sehari-hari, namun ini bukan perkara mudah, karena proses pembelajaran belum sepenuhnya bertumpu pada anak. Posisi guru sebagai pendamping dalam proses pembelajaran masih sangat sentral.

Karenanya kita semua tidak ingin jika sekolah hanya akan dianggap sebagai rutinitas yang harus dijalani di satu sisi, dan kehidupan sehari-hari anak-anak adalah sisi yang lain. Para pengelola lembaga pendidikan, para pengambil kebijakan pendidikan di pemerintah harus terus menerus berijtihad, bahwa apa yang terjadi dalam proses pembelajaran di kelas, saling kait mengait dengan kehidupan sehari-hari, dan itu hanya melalui kontekstualisasi konten mata pelajaran, tidak yang lain.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
P2G: Kasus Chromebook...
P2G: Kasus Chromebook Hanya Bagian Kecil, Telusuri Aliran Dana Triliunan
Ratusan Pelajar dan...
Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Antusias Ikuti Istana untuk Anak Sekolah
Nadiem Sebut Kesaksian...
Nadiem Sebut Kesaksian Para Guru Bukti Chromebook Tak Merugikan Negara
Seskab Teddy: Instruksi...
Seskab Teddy: Instruksi Presiden, Istana Kita Buka untuk Anak Sekolah
Anggota Baleg DPR Usul...
Anggota Baleg DPR Usul Dana Pensiun Pejabat Dialihkan untuk Tenaga Kesehatan dan Guru
Sinergi Sekolah-Densus...
Sinergi Sekolah-Densus 88: Perkuat Guru sebagai Lini Terdepan Pelindung Remaja dari Radikalisme
MNC University Gelar...
MNC University Gelar Workshop Penyusunan Modul Ajar untuk Guru Tingkat SD
Dibuka hingga 13 Juli,...
Dibuka hingga 13 Juli, Ini Persyaratan Beasiswa Guru Unpad 2026
Transformasi Pendidikan...
Transformasi Pendidikan Didorong Lewat Pelatihan Guru dan Kampus Berdampak Nyata
Rekomendasi
Ion Water Gandeng Hyrox...
Ion Water Gandeng Hyrox Jakarta, Buka Jalan Atlet Fitness Indonesia ke Panggung Global
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
5 Mata Uang Calon Pengganti...
5 Mata Uang Calon Pengganti Dolar AS Jika USD Runtuh
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved