Mendorong Kebijakan Energi Berkelanjutan Demi Lingkungan dan Kesejahteraan
Jum'at, 03 Juli 2026 - 09:05 WIB
loading...
Pengendara sepeda motor mengisi bahan bakar minyak (BBM) di SPBU di Jakarta, Selasa (31/3/2026). Foto: Arif Julianto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Mahasiswa Universitas Paramadina 2025/2026 Hudan Lil Muttaqien mengatakan kebijakan energi harus dirancang secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan dan kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, kemandirian energi menyangkut masa depan pembangunan ekonomi Indonesia.
Dia mendorong pengendalian subsidi energi agar energi benar-benar sampai ke tangan masyarakat secara merata. Hal tersebut disampaikan Hudan setelah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kedaulatan Energi sebagai Instrumen Penopang Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Universitas Paramadina, di Universitas Paramadina, Jakarta.
"Dengan pemerintah tetap menjaga subsidi BBM kepada masyarakat tetap berjalan, artinya kebijakan publik yang diambil masih berpihak kepada masyarakat menengah dan bawah. Sembari pemerintah mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tugas kita sebagai mahasiswa, akademisi, dan masyarakat secara umum untuk mengawal dan mengawasi kebijakan pemerintah," ujar Hudan dikutip Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Sementara itu, anggota Presidium Kesatria Muda Respublika Darma Alwi mengimbau agar masyarakat, mahasiswa, dan pemuda lebih bijak dalam menyikapi isu energi. Ia berbicara pentingnya melihat persoalan ini secara jernih dan berbasis pada data ekonomi yang nyata.
"Masyarakat dan pemuda harus lebih bijak lagi dalam melihat isu energi ini. Kita tidak boleh mengedepankan penilaian subjektif tanpa didasarkan pada fakta-fakta sebenarnya mengenai kondisi energi nasional kita," ujar Alwi.
Dia mendorong pengendalian subsidi energi agar energi benar-benar sampai ke tangan masyarakat secara merata. Hal tersebut disampaikan Hudan setelah kegiatan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk "Kedaulatan Energi sebagai Instrumen Penopang Ekonomi Nasional" yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Kesatria Muda Respublika bekerja sama dengan Senat Mahasiswa Universitas Paramadina, di Universitas Paramadina, Jakarta.
"Dengan pemerintah tetap menjaga subsidi BBM kepada masyarakat tetap berjalan, artinya kebijakan publik yang diambil masih berpihak kepada masyarakat menengah dan bawah. Sembari pemerintah mengevaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, tugas kita sebagai mahasiswa, akademisi, dan masyarakat secara umum untuk mengawal dan mengawasi kebijakan pemerintah," ujar Hudan dikutip Jumat (3/7/2026).
Baca juga: Pertaruhan Masa Depan Ketahanan Energi, Komut Pertamina Cek Keandalan GRR Tuban
Sementara itu, anggota Presidium Kesatria Muda Respublika Darma Alwi mengimbau agar masyarakat, mahasiswa, dan pemuda lebih bijak dalam menyikapi isu energi. Ia berbicara pentingnya melihat persoalan ini secara jernih dan berbasis pada data ekonomi yang nyata.
"Masyarakat dan pemuda harus lebih bijak lagi dalam melihat isu energi ini. Kita tidak boleh mengedepankan penilaian subjektif tanpa didasarkan pada fakta-fakta sebenarnya mengenai kondisi energi nasional kita," ujar Alwi.
Lihat Juga :