Keberanian dan Kebencian Rakyat China yang Terpendam

Senin, 28 November 2022 - 15:01 WIB
loading...
A A A
Hanya dalam beberapa hari, demonstrasi di China telah menyebar dari Xinjiang ke kota-kota besar di seluruh negeri, menciptakan persatuan antar demonstran yang saling mendukung. Hal ini tidak terbayangkan bisa terjadi di China sebelumnya, saat arus informasi dikontrol secara ketat. Para peserta aksi protes ini didominasi para pelajar muda, yang bisa memanfaatkan teknologi atau metode komunikasi yang rata-rata mereka gunakan melalui media di Telegram dan tentunya melalui "VPN” juga, karena mengingat Telegram dan WhatsApp adalah produk terlarang bagi Komunis China.

Selama ini, ciri-ciri demonstrasi yang terjadi di wilayah China mulai menunjukkan demokrasi gaya barat. Pertama, “desentralisasi” kegiatan demonstrasi. Ini mulai terlihat dalam gerakan “anti ekstradisi” yang pecah di Hong Kong pada Juli 2019. Artinya, tidak ada penyelenggara khusus untuk demonstrasi, dan para pengunjuk rasa mengandalkan media sosial untuk berkomunikasi satu sama lain, saling mendukung, dan mengekspresikan tuntutan politik bersama mereka. Tidak ada penyelenggara yang jelas dalam protes ini di China.

Kedua, ketidakpuasan terhadap otokrasi PKC semakin menumpuk. Xi Jinping terpilih kembali sebagai Sekretaris Jenderal Komite Sentral dan Ketua Komisi Militer Pusat pada Kongres Nasional Partai Komunis China ke-20. Ini adalah masa jabatan ketiga kalinya untuk Xi. Xi Jinping juga akan terpilih kembali sebagai Presiden China setelah "dua sesinya" di tahun depan. Tindakan ini melanggar konvensi politik yang ditetapkan oleh Deng Xiaoping bahwa pemimpin tertinggi tidak dapat dipilih kembali untuk dua periode berturut-turut. Melalui protes ini, dapat dilihat bahwa orang-orang biasa di China telah menumpuk ketidakpuasan dan bahkan kebencian terhadap partai.

Ketiga, protes diprakarsai oleh mahasiswa muda dan melampaui batasan kelas, etnis, dan geografis, dan bahkan mendapatkan dukungan solidaritas dari luar negeri. Peristiwa itu dipicu oleh kebakaran di Xinjiang, dan para korban diyakini adalah warga Uighur. Namun, duka atas kejadian tersebut pecah di daratan China, dan mendapat tanggapan dari semua lapisan masyarakat, dan ini semua didorong oleh para pelajar muda. Sejak "kebijakan zero Covid" China telah merusak industri dan perdagangan, harapan generasi muda untuk "kebebasan".

Sampai saat ini, protes dan demonstrasi masih berlangsung di China. Artinya, kebangkitan dan kesadaran orang-orang China tentang demokrasi dan hak asasi manusia untuk menuju China yang lebih maju juga sedang berlangsung.
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Airlangga Bertolak ke...
Airlangga Bertolak ke Shanghai Tanda Tangani Pendirian WAICO
Kritik Baru terhadap...
Kritik Baru terhadap Putusan Arbitrase Laut China Selatan: Perspektif Realisme
Satu Dekade Laut China...
Satu Dekade Laut China Selatan: Stabilitas Kawasan Ketimbang Kontestasi
UMKM Nasional Miliki...
UMKM Nasional Miliki Ketangguhan Hadapi Serbuan Produk China
Presiden Prabowo: Saya...
Presiden Prabowo: Saya Tahu Siapa yang Bayar Demo
Garda Prabowo: Penyampaian...
Garda Prabowo: Penyampaian Mahasiswa dalam Aksi Demonstrasi Kurang Beradab
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Mahasiswa Kembali Turun...
Mahasiswa Kembali Turun ke Jalan, Bawa 3 Tuntutan
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Rekomendasi
Mojtaba Khamenei: Tanda...
Mojtaba Khamenei: Tanda Tangan Trump di MoU AS-Iran Tak Berharga dan Tak Miliki Kredibilitas!
Presiden Donald Trump...
Presiden Donald Trump Sedih 2 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran
Afgan Buka Konser Retrospektif...
Afgan Buka Konser Retrospektif dengan Misteri Dunia, Disambut Riuh Ribuan Penonton
Berita Terkini
Daftar 25 Perwira TNI...
Daftar 25 Perwira TNI AL Pecah Bintang usai Upacara Kenaikan Pangkat Juli 2026
Tersangka Kuota Haji...
Tersangka Kuota Haji Ajukan Praperadilan, KPK Tegaskan Penggeledahan Berdasarkan Aturan
Pengamat: Kapolri Tak...
Pengamat: Kapolri Tak Kriminalisasi Febrie, Penetapan Tersangka Sesuai KUHAP
Wakil Ketua Komisi VIII...
Wakil Ketua Komisi VIII DPR: Integrasi Zakat-Pajak Perkuat Pemberdayaan Ekonomi Umat
Asrul Azis Taba Tersangka...
Asrul Azis Taba Tersangka Kasus Kuota Haji Kembali Ajukan Praperadilan
BNPB Sebut Karhutla...
BNPB Sebut Karhutla Dominasi Bencana di Tanah Air pada Akhir Pekan Ini
Infografis
10 Pemakaman Pemimpin...
10 Pemakaman Pemimpin Dunia yang Dihadiri Jutaan Rakyat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved