Indonesia dan Ancaman Resesi Global

Rabu, 09 November 2022 - 06:39 WIB
loading...
Indonesia dan Ancaman Resesi Global
Bawono Kumoro (Foto: Ist)
A A A
Bawono Kumoro
Peneliti Indikator Politik Indonesia

DI TENGAH ancaman resesi global 2023, kabar baik datang menghampiri Indonesia menjelang pengujung tahun ini. Indonesia masuk dalam 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia versi Dana Moneter Internasional (IMF) sebagaimana termuat dalam World Economic Outlook edisi Oktober 2022.

Daftar ekonomi terbesar dunia tersebut merujuk pada tingkat produk domestik bruto (PDB) Indonesia yang mengacu purchasing power parity. Purchasing power parity merupakan salah satu ukuran perbandingan nilai mata uang yang ditentukan oleh daya beli uang tersebut terhadap barang dan jasa di tiap-tiap negara.

Baca berita menarik lain di e-paper koran-sindo.com

Indonesia mencatatkan PDB USD4,02 triliun pada tahun ini. Posisi paling atas ditempati Tiongkok dengan besaran PDB USD30 triliun. Di posisi kedua dan ketiga ikuti oleh Amerika Serikat dengan PDB USD25 triliun dan India dengan PDB USD11,6 triliun. Kemudian Jepang tercatat memiliki PDB USD6,1 triliun, Jerman mencatatkan PDB USD5,3 triliun, dan Rusia dengan PDB USD4,6 triliun.

Adapun Brasil, Inggris, dan Prancis berada di bawah Indonesia. Secara berurutan ketiga negara itu mencatatkan PDB USD 3,78 triliun, USD3,77 triliun, dan USD3,68 triliun.

Capaian itu tentu saja tidak terlepas dari kinerja moncer ekonomi Indonesia yang secara konsisten mencatat pertumbuhan ekonomi di atas 5% selama empat kuartal beruntun sejak akhir 2021. Terbaru, Badan Pusat Statistik (BPS) telah mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III/2022 ini mencapai 5,72%. Itu berarti akan tumbuh lebih tinggi dibandingkan kuartal II/2022 yang mencapai 5,44%. Angka pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal III/2022 tersebut apabila dibandingkan kuartal III/2021 mencatatkan pertumbuhan sebesar 1,81%.

Bagaimana Indonesia dapat mencatat pertumbuhan ekonomi sangat impresif selama empat kuartal? Apa saja resep pemerintah sehingga diganjar IMF masuk dalam 10 negara dengan ekonomi terbesar dunia?

Saat mengumumkan capaian pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II/2022 mencapai 5,44% beberapa bulan lalu, BPS mencatat beberapa faktor penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pelonggaran aktivitas seiring penurunan kasus positif harian Covid-19 turut berkontribusi dalam mendongkrak tingkat konsumsi rumah tangga. Konsumsi rumah tangga berkontribusi besar terhadap perekonomian nasional mencapai 5,51%. Pertumbuhan tingkat konsumsi ini juga didukung oleh momentum hari besar keagamaan Idulfitri pada Mei lalu.

Faktor lain juga dicatat BPS sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia, yaitu kinerja ekspor yang terus melesat mencapai 19,74 %. Kinerja ekspor ini moncer karena lonjakan harga sejumlah komoditas unggulan, seperti batubara, nikel, dan sawit. Gangguan rantai pasok dunia berdampak terhadap kenaikan harga komoditas unggulan Indonesia tersebut sehingga memberikan keuntungan tersendiri terhadap kinerja ekspor Indonesia.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2259 seconds (10.55#12.26)