Mobilisasi Parsial dan Referendum oleh Rusia, Babak Baru Perang Rusia-Ukraina

Minggu, 25 September 2022 - 13:25 WIB
loading...
A A A
Berikut beberapa alasan geopolitik akan pentingnya Laut Azov. Pertama dan yang terpenting, Laut Azov sangat penting bagi kesejahteraan ekonomi dan militer Ukraina. Mariupol, kota terbesar kesepuluh di Ukraina dan salah satu pelabuhan perdagangan terpenting di negara itu, terletak di sepanjang pantai.

Mariupol juga dekat dengan garis depan konflik Donbas. Jika Rusia dapat mengontrol wilayah ini, otomatis akan melemahkan Ukraina dari sisi ekonomi dan militer. Kedua, Laut Azov dan Selat Kerch berperan dalam menghubungkan daratan Rusia dengan Krimea yang telah dianekesasi Rusia pada 2014.

Secara geografis Krimea terletak di selatan Ukraina. Krimea menjadi penting bagi Rusia karena bertindak sebagai basis operasi selatan untuk invasi Moskow ke Ukraina pada Februari 2022 silam. Ibukotanya, Sevastopol, adalah rumah bagi pelabuhan vital yang menghubungkan Moskow ke Mediterania dan berfungsi sebagai markas Armada Laut Hitam Rusia. Ketiga, ketika Rusia dapat mendominasi Laut Azov, ke depannya akan mempermudah Rusia untuk memproyeksikan kekuatan militernya ke dunia luar.

Melalui Kanal Volga-Don yang dapat menghubungkan Laut Azov ke Laut Kaspia dan sebaliknya, membuat Rusia dapat leluasa mengarahkan kekuatan militernya jika terdapat konflik yang timbul di kemudian hari. Hal tersebut menjadi penting, karena terdapat tiga negara yang dulunya merupakan bagian dari Uni Soviet, berbatasan langsung dengan Laut Kaspia, yakni Azerbaijan, Kazakhastan, dan Turkmenistan. Rusia tentu saja ingin terus tetap mengontrol wilayah ini untuk menunjukkan bahwa Rusia masih tetap memiliki pengaruh di wilayah ini.

Lantas, apa yang ingin dilakukan oleh Ukraina? Ukraina tentu saja ingin merebut kembali wilayah-wilayah yang telah direbut oleh Rusia. Tidak hanya wilayah-wilayah yang direbut pada invasi militer oleh Rusia pada tahun 2022, namun juga Krimea yang telah dianeksasi oleh Rusia pada 2014 lalu.

Dengan bantuan barat, yakni Amerika Serikat, Inggris, dan negara-negara Uni Eropa mereka bersatu untuk membantu Ukraina dari segi militer melawan Rusia. Terlebih dalam waktu dekat kecil kemungkinan dilakukannya diplomasi untuk mengakhiri konflik Rusia dan Ukraina.
(jon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Asta Cita dan Reposisi...
Asta Cita dan Reposisi Peran Negara versus Pasar
Kasus dr Tifa dan Roy...
Kasus dr Tifa dan Roy Suryo P-21, Akankah Polemik Ijazah Berakhir di Pengadilan?
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Ketika Bumi Berhenti...
Ketika Bumi Berhenti Bersabar
Rupiah, IHSG, dan Krisis...
Rupiah, IHSG, dan Krisis Kepercayaan
Ciptakan Krisis Energi...
Ciptakan Krisis Energi di Rusia, Drone Ukraina Serang Krimea dan Kilang Minyak Utama
Partai Pro-Barat Menang...
Partai Pro-Barat Menang Pemilu Armenia, Pukulan Telak bagi Rusia
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia, China dan Rusia Bersaing Ketat
Rekomendasi
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Ruben Onsu Soroti Live...
Ruben Onsu Soroti Live TikTok Anak hingga Malam Hari, Hak Asuh Jadi Pertimbangan Serius
Berita Terkini
Modernisasi Kapal Induk...
Modernisasi Kapal Induk Giuseppe Garibaldi Penting untuk Perpanjang Usia Pakai
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Infografis
37 Pesawat AS Hancur...
37 Pesawat AS Hancur dan Rusak dalam Perang Iran, Kerugian Rp28 Triliun
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved