Tak Kenal Lelah, Totalitas, dan Profesionalisme Doni Monardo Melawan Covid-19
Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:15 WIB
loading...
A
A
A
Sejak menjadi Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni tak pernah pulang ke rumah. Dia tinggal di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Agar seluruh komponen dapat bersama-sama berjuang melawan penyebaran virus Sars Cov-II,” tuturnya.
Suami dari Santi Ariviani itu mengutarakan penanganan bencana nonalam, seperti pagebluk Covid-19, tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Akan tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur, seperti dunia usaha, komunitas, media massa, dan tentu yang utama adalah masyarakat. (Baca juga: Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang)
Pemerintah selalu berusaha agar penanganan pagebluk Covid-19 dan stabilitas ekonomi berjalan beriringan. Tetap yang diutamakan aspek kesehatan. Sebagai “panglima perang” melawan Covid-19, Doni tak henti-hentinya mengkampanyekan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
Masyarakat harus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Selama vaksinnya belum diketemukan, seluruh orang di dunia ini harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Bagi Dini, kunci keberhasilan penanganan pagebluk Covid-19 hanya tiga kata. “Disiplin, disiplin, dan disiplin,” pungkas Doni.
Suami dari Santi Ariviani itu mengutarakan penanganan bencana nonalam, seperti pagebluk Covid-19, tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Akan tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur, seperti dunia usaha, komunitas, media massa, dan tentu yang utama adalah masyarakat. (Baca juga: Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang)
Pemerintah selalu berusaha agar penanganan pagebluk Covid-19 dan stabilitas ekonomi berjalan beriringan. Tetap yang diutamakan aspek kesehatan. Sebagai “panglima perang” melawan Covid-19, Doni tak henti-hentinya mengkampanyekan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan.
Masyarakat harus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Selama vaksinnya belum diketemukan, seluruh orang di dunia ini harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Bagi Dini, kunci keberhasilan penanganan pagebluk Covid-19 hanya tiga kata. “Disiplin, disiplin, dan disiplin,” pungkas Doni.
(thm)
Lihat Juga :