Tak Kenal Lelah, Totalitas, dan Profesionalisme Doni Monardo Melawan Covid-19

Jum'at, 03 Juli 2020 - 07:15 WIB
loading...
Tak Kenal Lelah, Totalitas,...
Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo. Foto: SINDOnews/Dok
A A A
JAKARTA - Selepas mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo di Provinsi Jawa Tengah, Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Doni Monardo tidak ikut pulang dengan pesawat kepresidenan. Doni beserta rombongan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 memilih menempuh jalur darat dari Kota Semarang ke Jakarta.

Perjalanan sepanjang 450 km dimulai selepas petang, Selasa (30/6/2020) lalu. Empat mobil beriringan melalui jalan tol Trans Jawa. Sesampainya di Kabupaten Batang, Doni dan tim melipir ke Rest Area KM 360. Mereka menuju rumah makan untuk mengisi perut yang mulai keroncongan. Tak ada istirahat bagi Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Selesai makan, ia langsung mengikuti rapat virtual dengan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy.

Sebuah ruangan berukuran 3x5 meter di samping rumah makan menjadi “kantor dadakan”. Ternyata, salah satu alasan Doni tidak pulang lewat jalur udara karena untuk menghadiri rapat tersebut. Rapat itu membahas perkembangan Rumah Sakit Darurat Pulau Galang dan Wisma Atlet, juga membahas produksi alat tes polymerase chain reaction (PCR) di dalam negeri. (Baca juga: Diplomasi Sarang Burung Walet Sebelum Pengumuman New Normal)

Menteri yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD, Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto, Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegero, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, Kepala Kantor Staf Kepresidenan Moeldoko, dan Panglima TNI Hadi Tjahjanto.

Tiada kata lelah bagi Doni walaupun pulang pergi Jakarta-Semarang dengan dua jalur berbeda. Mantan Danjen Kopassus itu menunjukkan totalitas dan profesionalisme dalam menjalankan tugas yang maha penting saat ini: perang melawan Covid-19. Doni tak mempermasalahkan tempatnya untuk mengikuti rapat di sebuah ruangan di rest area. “Sudah, tidak apa-apa, di sini saja, “ ucapnya sampai menyiapkan materi untuk presentasi di rapat. Dia tak ingin ketinggalan semenit pun materi pembahasan yang dipaparkan pembicara lainnya.

Sejak menjadi Kepala Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19, Doni tak pernah pulang ke rumah. Dia tinggal di Graha Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). “Agar seluruh komponen dapat bersama-sama berjuang melawan penyebaran virus Sars Cov-II,” tuturnya.

Suami dari Santi Ariviani itu mengutarakan penanganan bencana nonalam, seperti pagebluk Covid-19, tidak bisa hanya ditangani pemerintah. Akan tetapi membutuhkan kolaborasi dari berbagai unsur, seperti dunia usaha, komunitas, media massa, dan tentu yang utama adalah masyarakat. (Baca juga: Penambahan 1.624 Kasus, Positif COVID-19 Kini Mencapai 59.394 Orang)

Pemerintah selalu berusaha agar penanganan pagebluk Covid-19 dan stabilitas ekonomi berjalan beriringan. Tetap yang diutamakan aspek kesehatan. Sebagai “panglima perang” melawan Covid-19, Doni tak henti-hentinya mengkampanyekan agar masyarakat menerapkan protokol kesehatan.

Masyarakat harus menggunakan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air yang mengalir. Selama vaksinnya belum diketemukan, seluruh orang di dunia ini harus beradaptasi dengan kebiasaan baru. Bagi Dini, kunci keberhasilan penanganan pagebluk Covid-19 hanya tiga kata. “Disiplin, disiplin, dan disiplin,” pungkas Doni.

(thm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Waspadai Lagi Covid-19,...
Waspadai Lagi Covid-19, Kemenkes Imbau Tetap Prokes dan Hidup Sehat
Saran Epidemiolog Cegah...
Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan Covid-19 saat Libur Nataru
Kasus Covid-19 Naik,...
Kasus Covid-19 Naik, Menko Muhadjir Effendy Minta Masyarakat Jangan Panik
Jenderal Kopassus Ini...
Jenderal Kopassus Ini Tolak Uang Puluhan Juta dari Pejabat saat Kerusuhan Mei 1998
6 Fakta Menarik Doni...
6 Fakta Menarik Doni Monardo, Pernah Jabat Danpaspampres hingga Kepala BNPB
Panglima TNI Kaji Rencana...
Panglima TNI Kaji Rencana Usulan Letjen TNI (Purn) Doni Monardo Jadi Pahlawan Nasional
Eipstein Files : Covid-19,...
Eipstein Files : Covid-19, Konspirasi Tingkat Atas?
Epstein Files Singgung...
Epstein Files Singgung Bill Gates dan Simulasi Pandemi, Benarkah Covid-19 Sengaja Dibuat?
Rekor! Pria Ini Terinfeksi...
Rekor! Pria Ini Terinfeksi Covid-19 selama 2 Tahun Nonstop
Rekomendasi
Digitalisasi Perlinsos...
Digitalisasi Perlinsos Disambut Antusias di Surabaya, Komdigi Pastikan Warga Berhak Tak Terlewat Bantuan
Sejumlah GOR di Jakarta...
Sejumlah GOR di Jakarta Disiapkan untuk Warga Nobar Piala Dunia 2026
Adu Kuat SUV Pintar:...
Adu Kuat SUV Pintar: Jetour T1 Hybrid Tantang Dominasi Merek Jepang
Berita Terkini
Menhan Jepang Temui...
Menhan Jepang Temui Presiden Prabowo di Kertanegara, Penguatan Kerja Sama Pertahanan Dibahas
Kritik Menggema Jelang...
Kritik Menggema Jelang Muktamar, Warga NU Depok Soroti Tata Kelola PBNU
BPJS Kesehatan Pastikan...
BPJS Kesehatan Pastikan Layanan Peserta Tanpa Diskriminasi
MBG Perlu Dilanjutkan...
MBG Perlu Dilanjutkan dengan Evaluasi, Perbaikan Tata Kelola, dan Efisiensi Anggaran
Demonstrasi Ketidakpastian...
Demonstrasi Ketidakpastian Hukum dalam Penanganan Perkara dr Tifa dan Roy Suryo pada Polemik Ijazah Joko Widodo
Harga Pertamax Naik,...
Harga Pertamax Naik, Pengamat UGM: Tak Bisa Ditahan Lagi Pemerintah
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved