Kerja Sama Global Produksi Kapal

Rabu, 03 Agustus 2022 - 13:40 WIB
loading...
A A A
Pada era sekarang ini kemampuan kapal-kapal penyelundup atau pencuri sumber daya alam dan kelautan memiliki spesifikasi peralatan yang cukup canggih. Di lain pihak, armada keamanan laut selain jumlahnya masih kurang juga sering mengalami hambatan dalam pengejaran di wilayah bagian timur yang kondisi perairannya memiliki ombak di atas empat meter. Begitu pula dengan wilayah barat khususnya di kawasan laut China Selatan dengan ombak mencapai lima meter.

Program transformasi industri Maritim 4.0 oleh PT PAL sebagai leader industri pertahanan dan perkapalan di Tanah Air terus digencarkan oleh jajaran direksi yang dipimpin oleh Kaharuddin Djenod.

Jajaran direksi dan komisaris PT PAL berpikir keras membantu TNI terkait dengan kemampuan operasi maritim, khususnya kemampuan operasi pencegatan maritim. Untuk menjaga kedaulataan perairan Indonesia khususnya pada titik-titik kritis alur laut NKRI seperti di sekitar Selat Malaka, Laut Tiongkok Selatan, dan lain-lain.

Tantangan dan masalah kelautan pada saat ini memerlukan prioritas dalam hal modernisasi sistem Kodal beserta infrastrukturnya. Pada prinsipnya Komando dan Kendali (Kodal) merupakan sistem informasi hankam sehingga pelaksanaan operasional akan lebih efektif.

Perusahaan BUMN yang tergabung dalam Defend ID mesti bersinergi untuk merancang postur kekuatan maritim yang ideal dengan sistem Kodal yang memiliki kemampuan K4ISR (Komando-Kendali-Komunikasi-Komputer-Intelijen-Surveillance-Recognaissance) yang andal seperti yang dimiliki oleh negara maju.

Saatnya sinergi Defend ID dengan merancang sistem K4ISR yang mampu mengatasi berbagai modus atau kasus penyusupan kapal atau pesawat asing. Bahkan bisa diusir sebelum memasuki garis perbatasan.

Dengan postur kekuatan maritim yang kokoh serta didukung sistem kodal mutakhir dan basis data yang andal maka bangsa Indonesia memiliki kewibawaan maritim. Keniscayaan kemampuan operasi pencegatan maritim beserta pasukan khusus dan perangkat canggih suatu negara pada saat ini sangat vital keberadaannya.

Dalam situasi geopolitik saat ini pemerintah harus mampu mewujudkan kesepakatan internasional yang lebih setara dan adil dalam hal operasi pencegatan maritim baik dengan mandat PBB maupun operasi untuk menegakkan kewibawaan maritim Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Baca berita menarik lainnya di e-paper koran-sindo.com
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Indonesia di Antara...
Indonesia di Antara Quantum Warfare dan Multipolaritas
Wamen Pariwisata: MAX...
Wamen Pariwisata: MAX 2026 Tonggak Pengembangan Wisata Bahari Indonesia
Kapal Perang AS di Selat...
Kapal Perang AS di Selat Malaka, Menlu: Mereka Patroli Kawasan
Sejarah Selat Malaka,...
Sejarah Selat Malaka, Jalur Pelayaran Dunia Strategis yang Kini Dilewati Kapal Perang AS
TNI AL Buka Suara soal...
TNI AL Buka Suara soal Kapal Perang Amerika Serikat lewati Selat Malaka
Pergerakan Kapal Perang...
Pergerakan Kapal Perang Asing di Selat Malaka Meningkat, Asintel Panglima TNI Kumpulkan Dansat dan Intelijen di Kepri
AS Bohong, Kapal Induk...
AS Bohong, Kapal Induk Gerald R Ford Ternyata Rusak Parah saat Perang Lawan Iran, Ini Buktinya!
Iran Serang Kapal Perang...
Iran Serang Kapal Perang AS di Teluk Oman yang Diklaim sebagai Pusat Komando Amerika
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN, Termasuk Kapal Malaysia yang Batal Miliki NSM
Rekomendasi
Leg Kedua Final Four...
Leg Kedua Final Four Pro Futsal League 2026, Satu Langkah Menuju Partai Pamungkas
Pemprov DKI Buka 2.843...
Pemprov DKI Buka 2.843 Lowongan Kerja Sektor Padat Karya, Pramono: Gaji UMP Jakarta
Presiden China Xi Jinping...
Presiden China Xi Jinping akan Kunjungi Korea Utara Pekan Depan
Berita Terkini
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Ditangkap Kejagung,...
Ditangkap Kejagung, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Masih Syok
Infografis
Spesifikasi dan Daya...
Spesifikasi dan Daya Tempur Kapal Induk Pertama Indonesia Giuseppe Garibaldi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved