KHDPK Dinilai sebagai Inovasi Bernas, Harus Dilihat Secara Holistik

Rabu, 27 Juli 2022 - 14:08 WIB
loading...
KHDPK Dinilai sebagai Inovasi Bernas, Harus Dilihat Secara Holistik
Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof San Afri Awang. Foto/Ist
A A A
JAKARTA - Konsep Kawasan Hutan Dalam Pengelolaan Khusus atau KHDPK berdasarkan nama memang tidak punya nomenklatur ilmiah, tetapi punya nilai inovasi yang bernas. Hal ini dikatakan oleh Guru Besar Universitas Gadjah Mada (UGM), Prof San Afri Awang.

"Kenapa bernas karena KHDPK akan menyelesaikan hal hal seperti penanaman ulang lahan kritis, rusak, gundul, dan tidak produktif akibat pengelolaan sebelumnya," kata Prof San Afri, Rabu (27/7/2022).

Baca juga: Atasi Masalah Lingkungan dan Hutan, Pemerintah Bikin KHDPK

Kemudian dengan KHDP kata Prof San Afri, KHDP bisa melanjutkan usaha-usaha mensejahterakan masyarakat berbasis pada potensi sumber daya hutan, menyelesaikan konflik tenurial dengan masyarakat.

Baca juga: Penetapan KHDPK Diharapkan Sesuai dengan PP Nomor 23/2021

Berikutnya, menyelesaikan masalah permukiman dalam kawasan hutan yang jumlahnya lebih dari 1.000 titik masalah, menyelesaikan kebutuhan tanah untuk pembangunan non kehutanan dan ketahanan pangan nasional.

"Mendukung program strategis nasional. Enam poin ini tidak mungkin diselesaikan oleh perhutani karena perhutani hanya operator kebijakan saja," jelasnya.

Menurut Prof San Afri, pasti banyak orang mengatakan bagaimana dengan lingkungan hidup di Pulau Jawa? Lingkungan hidup di pulau jawa yang sering terganggu adalah bencana iklim yaitu banjir.

"Banjir itu penyebabnya banyak, salah satunya adalah adanya lahan kritis seluas 470 ribu ha di dalam kawasan hutan negara. Lahan kritis ini bukan karena adanya KHDPK, justru KHDPK ingin memperbaiki lahan kritis ini. Perdebatan publik yang mengatakan KHDPK penyebab kerusakan lingkungan adalah salah total. Sebelum ada KHDPK lingkungan alamnya sudah rusak," ungkapnya.

Ditegaskan Prof San Afri, lahirnya KHDPK di Jawa harus dilihat secara holistic ekosistem Pulau Jawa. Pulau Jawa luasnya sekitar 13 juta ha terdiri dari 3,4 juta ha hutan negara, sekitar 3 juta ha hutan rakyat (tanah milik), dan sisanya adalah penggunaan lain.
Halaman :
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1207 seconds (10.101#12.26)