Kawal Ketat Protokol Baru di Pasar dan Mal
Selasa, 23 Juni 2020 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Toh begitu, potensi munculnya klaster baru mal juga tetap terbuka. Prediksi meningkatnya pergerakan ekonomi dalam beberapa hari ke depan diyakini akan membuat aktivitas di mal juga kian bergeliat. Pada saat seperti itulah, hukum pasar pun berlaku. Pengelola mal bisa jadi semakin dilematis. Apakah batasan maksimal 50% pengunjung akan benar-benar bisa diterapkan. Sementara di depan mereka ada potensi pendapatan yang besar. Lebih-lebih, pendapatan pengelola dalam tiga bulan terakhir tersendat lantaran PSBB. Belum lagi jika petugas monitoring dari satpol PP atau instansi terkait yang menempel bertugas di mal kian kendur berjaga.
Pada saat kendur dan abai itulah, virus-virus itu bisa jadi semakin dekat, bahkan ada di depan mata kita. Yang kian miris, mereka yang tak turut berbelanja ke pasar atau ke mal pun sangat mungkin menjadi korban karena dibawa oleh orang terdekatnya yang sebelumnya bersinggungan dari tempat tersebut.
Mencegah kerumunan dan membangkitkan kesadaran warga lagi di tengah PSBB transisi juga bukanlah hal mudah. Pasalnya, warga banyak yang merasa sudah kuat dan pengalaman cara terhindar dari korona. Di sisi lain, warga juga makin penat. Dan, PSSB transisi seolah menjadi arena pelampiasan.
Tak heran, ajang car free day (CFD) pertama pada Minggu (20/6) sangat padat. Sekitar 5.000 orang memadati Jalan Sudirman-Thamrin pada pagi hari itu. Ini tentu pekerjaan besar bersama. Pemprov DKI perlu segera membuat tata aturan baru protokol kesehatan di tempat-tempat umum tersebut. Tentu pendekatan yang dilakukan lebih mengutamakan persuasif dengan tujuan membangkitkan kesadaran bersama. Dengan cara itu maka aturan-aturan akan lebih mudah diterapkan.
Pada saat kendur dan abai itulah, virus-virus itu bisa jadi semakin dekat, bahkan ada di depan mata kita. Yang kian miris, mereka yang tak turut berbelanja ke pasar atau ke mal pun sangat mungkin menjadi korban karena dibawa oleh orang terdekatnya yang sebelumnya bersinggungan dari tempat tersebut.
Mencegah kerumunan dan membangkitkan kesadaran warga lagi di tengah PSBB transisi juga bukanlah hal mudah. Pasalnya, warga banyak yang merasa sudah kuat dan pengalaman cara terhindar dari korona. Di sisi lain, warga juga makin penat. Dan, PSSB transisi seolah menjadi arena pelampiasan.
Tak heran, ajang car free day (CFD) pertama pada Minggu (20/6) sangat padat. Sekitar 5.000 orang memadati Jalan Sudirman-Thamrin pada pagi hari itu. Ini tentu pekerjaan besar bersama. Pemprov DKI perlu segera membuat tata aturan baru protokol kesehatan di tempat-tempat umum tersebut. Tentu pendekatan yang dilakukan lebih mengutamakan persuasif dengan tujuan membangkitkan kesadaran bersama. Dengan cara itu maka aturan-aturan akan lebih mudah diterapkan.
(thm)
Lihat Juga :