alexametrics

Rocky Gerung Sarankan Presiden 'Blusukan' ke Grup WA Emak-emak

loading...
Rocky Gerung Sarankan Presiden Blusukan ke Grup WA Emak-emak
Pengamat politik Rocky Gerung menyarankan Presiden mendengarkan aspirasi masyarakat dengan masuk ke grup WhatsApp emak-emak. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A+ A-
JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam grup-grup WhatsApp (WA) ibu-ibu alias emak-emak.

Dengan mengikuti WA tersebut, Presiden akan mendapatkan informasi sebenarnya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai persoalan.

"Dia masuk saja ke grup WA emak-emak, baru dia tahu keadaan yang sebenarnya tuh. Dia kan bisa pakai nama samaran," kata Rocky Gerung saat berbicara dalam acara diskusi virtual bertajuk Rocky Gerung Bicara tentang UAS di chanel Youtube Ustaz Abdul Somad yang diposting pada Minggu 21 Juni 2020.

Rocky juga menyarankan Presiden mengikuti juga grup-grup WA pengajar hukum tata negara, pidana. " Supaya presiden mendapatkan informasi sehangat yang dia butuhkan," tuturnya. (Baca juga: Prabowo Posting Foto Berkuda Bareng Jokowi, Netizen: So Sweet...)



Sebab, Rocky yakin informasi yang masuk ke Presiden sudah melalui proses penyaringan atau diistilahkannya editing dari orang sekitarnya, seperti Kantor Staf Presiden (KSP), juru bicara serta dari intelijen.

Menurut Rocky, sudah hal pasti pemerintah pasti akan kumpulkan penasihat politik, aprat intelijen dan KSP dalam menyikapi berbagai persoalan.



"Gorong-gorong yang paling berguna saat ini adalah grup WA emak-emak," ujarnya.

Dalam video berdurasi 1 jam 4 menit ini, Ustaz Abdul Somad (UAS) berbincang dengan Rocky Gerung. UAS bertanya kepada Rocky mengenai berbagai hal, mulai dari istilah akal sehat, polemik revisi Undang-undang Haluan Ideologi Pancasila, samapai dengan kasus penyiraman air keras ke wajah penyidik KPK Novel Baswedan.
(dam)
Ikuti Kuis Berhadiah Puluhan Juta Rupiah di SINDOnews
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak