Rocky Gerung Sarankan Presiden 'Blusukan' ke Grup WA Emak-emak
Senin, 22 Juni 2020 - 11:05 WIB
loading...
Pengamat politik Rocky Gerung menyarankan Presiden mendengarkan aspirasi masyarakat dengan masuk ke grup WhatsApp emak-emak. Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung menyarankan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk dalam grup-grup WhatsApp (WA) ibu-ibu alias emak-emak.
Dengan mengikuti WA tersebut, Presiden akan mendapatkan informasi sebenarnya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai persoalan.
"Dia masuk saja ke grup WA emak-emak, baru dia tahu keadaan yang sebenarnya tuh. Dia kan bisa pakai nama samaran," kata Rocky Gerung saat berbicara dalam acara diskusi virtual bertajuk Rocky Gerung Bicara tentang UAS di chanel Youtube Ustaz Abdul Somad yang diposting pada Minggu 21 Juni 2020.
Rocky juga menyarankan Presiden mengikuti juga grup-grup WA pengajar hukum tata negara, pidana. " Supaya presiden mendapatkan informasi sehangat yang dia butuhkan," tuturnya. (Baca juga: Prabowo Posting Foto Berkuda Bareng Jokowi, Netizen: So Sweet... )
Sebab, Rocky yakin informasi yang masuk ke Presiden sudah melalui proses penyaringan atau diistilahkannya editing dari orang sekitarnya, seperti Kantor Staf Presiden (KSP), juru bicara serta dari intelijen.
Dengan mengikuti WA tersebut, Presiden akan mendapatkan informasi sebenarnya yang dibutuhkan dalam menyikapi berbagai persoalan.
"Dia masuk saja ke grup WA emak-emak, baru dia tahu keadaan yang sebenarnya tuh. Dia kan bisa pakai nama samaran," kata Rocky Gerung saat berbicara dalam acara diskusi virtual bertajuk Rocky Gerung Bicara tentang UAS di chanel Youtube Ustaz Abdul Somad yang diposting pada Minggu 21 Juni 2020.
Rocky juga menyarankan Presiden mengikuti juga grup-grup WA pengajar hukum tata negara, pidana. " Supaya presiden mendapatkan informasi sehangat yang dia butuhkan," tuturnya. (Baca juga: Prabowo Posting Foto Berkuda Bareng Jokowi, Netizen: So Sweet... )
Sebab, Rocky yakin informasi yang masuk ke Presiden sudah melalui proses penyaringan atau diistilahkannya editing dari orang sekitarnya, seperti Kantor Staf Presiden (KSP), juru bicara serta dari intelijen.
Lihat Juga :