Dua Tahun Pandemi dan Proyeksi Endemi

Rabu, 02 Maret 2022 - 16:11 WIB
loading...
A A A
Angka Kepositifan dan Reproduksi
Hal ketiga, kalau toh ingin mengatakan bahwa situasi Covid-19 sudah terkendali maka ada semacam kriteria yang banyak dianut, salah satunya adalah angka kepositifan (positivity rate) di bawah 5%. Kita tentu amat bersyukur bahwa jumlah kasus harian di negara kita dalam beberapa hari ini ada kecenderungan menurun, dan diikuti juga dengan penurunan angka kepositifan. Tetapi, dari data yang ada maka angka kepositifan pada 25 Februari 2022 adalah 17,93%, dan walaupun pada 26 Februari angkanya sudah menurun tapi masih cukup tinggi, yaitu 15,91%, cukup jauh di atas batas 5% yang kita kehendaki bersama.

Hal keempat, indikator lain yang menjadi patokan bahwa situasi epidemiologi Covid-19 sudah terkendali adalah angka reproduksi efektif (effective reproduction number-Rt) di bawah 1, artinya tidak terjadi penularan berkepanjangan di masyarakat. Walaupun tidak ada data resmi yang diumumkan tetapi beberapa pihak menyebutkan angka reproduksi di hari-hari ini masih diatas 1, ada yang melaporkan sebagai 1.161. Mudah-mudahan angka ini dapat terus menurun dalam hari-hari mendatang.

Tentang hal ketiga dan keempat ini, kita tentu ingat bahwa sesudah berhasil menangani varian Delta maka angka kepositifan kita sempat cukup lama di bawah 5%. Angka reproduksi juga pernah dibawah 1, dilaporkan pernah angkanya 0,98. Tetapi, dengan serangan Omicron maka angka kepositifan dan angka reproduksi naik lagi seperti sekarang ini. Artinya, kalau nanti gelombang akibat Omicron ini dapat diatasi, kasus turun, angka-angka lain juga turun, maka kita perlu tetap waspada dan melakukan upaya maksimal agar angkanya jangan naik lagi. Tentu saja angka jumlah pasien dan kematian juga harus ditekan rendah, serta pelayanan kesehatan akan selalu siaga menghadapi kemungkinan kenaikan kasus.

Hal kelima yang perlu jadi perhatian kita bersama ,dan bahkan di dunia, adalah ada tidaknya kemungkinan varian baru Covid-19, sesuatu yang tidak terlalu mudah memprediksinya. Yang jelas kita tahu bahwa kalau penularan di masyarakat tinggi maka virus akan banyak bereplikasi, hal ini memungkinkan saja terjadinya mutasi baru. Kalau mutasinya cukup beragam maka dapat saja terjadi varian baru. Dalam hal ini perlu kita ketahui bahwa sebagian besar varian baru suatu virus itu tidaklah berbahaya bagi manusia, hanya sebagian kecil yang mungkin berbahaya. Tetapi, walaupun persentasenya kecil, kalau terjadi varian yang berdampak luas maka dunia akan terkena gelombang baru lagi, seperti selama ini sudah terjadi.

Tiga Penanggulangan
Dengan kelima penjelasan di atas maka yang dapat kita lakukan adalah tiga poin yang sudah dikenal luas, tapi perlu terus disampaikan agar dilaksanakan di lapangan. Pertama adalah pembatasan sosial. Untuk pemerintah adalah menetapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) sesuai levelnya, mengubah pembelajaran tatap muka (PTM) menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ) di sekolah serta aturan lainnya. Untuk masyarakat adalah tetap melalukan 3M/5M, sebenarnya bukan hanya tetap melakukan tetapi harusnya memperketat implementasinyanya karena kita tahu bahwa varian Omicron lebih mudah menular. Karena itu saya mengusulkan kebisaan new normal baiknya kita ubah menjadi now normal saja. Semuanya tentu harus diimplementasikan secara nyata di lapangan. Berita macet amat panjang berjam-jam di puncak pada akhir pekan yang lalu merupakan salah satu contoh bagaimana kita perlu mengambil keputusan yang lebih bijak dalam mengendalikan Covid-19 ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Jadi Endemi,...
Covid-19 Jadi Endemi, Kemenkes Imbau Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat
Berikut Sejumlah Peran...
Berikut Sejumlah Peran Pemerintah Usai Pandemi Covid-19
Jokowi Terbitkan Keppres...
Jokowi Terbitkan Keppres Cabut Status Pandemi Covid-19
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Kemenkes Sebut Covid-19...
Kemenkes Sebut Covid-19 Varian JN.1 Tidak Ganas
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat, Menkes: Bukan Varian Baru
Waspada! Subvarian Omicron...
Waspada! Subvarian Omicron COVID-19 Baru Eris Menyebar Cepat di AS
Rekomendasi
93 Proyek Hidrogen Siap...
93 Proyek Hidrogen Siap Dikembangkan di Indonesia, Nilainya Tembus Rp32 Triliun
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved