Dua Tahun Pandemi dan Proyeksi Endemi

Rabu, 02 Maret 2022 - 16:11 WIB
loading...
A A A
Poin kedua adalah terus meningkatkan tes dan telusur. Di atas disebutkan tentang angka kepositifan yang harusnya di bawah 5%. Untuk menilai angka ini maka jumlah tes yang dilakukan haruslah memadai, bukan hanya secara nasional tetapi juga di setiap kabupaten/kota. Jangan sampai karena sebagian provinsi angka tesnya tinggi sekali lalu angka nasional pun naik, padalah cukup banyak kabupaten/kota yang jumlah tesnya masih di bawah standar WHO. Tentang telusur juga harus diupayakan maksimal, karena kalau masih ada sumber penular yang tidak ditemukan maka dia akan terus menularkan ke sekitarnya, persoalan tidak kunjung selesai.

Poin ketiga adalah vaksinasi, baik vaksinasi primer maupun booster yang memang dibutuhkan untuk mengatasi varian Omicron ini. Data sampai 28 Februari 2022 menunjukkan penerima vaksin booster baru 4,71%, jelas masih perlu kerja keras untuk meningkatkannya.

Data kasus harian 28 Februari 2022 menunjukkan jumlah kasus baru 25.054, sudah terus menurun dari angka lebih dari 60.000 beberapa hari yang lalu. Kita tentu berharap angka ini akan terus menurun di hari-hari kerja mendatang, bukan hanya angka di hari-hari libur. Kita juga berharap agar angka kepositifan dan angka reproduksi efektif juga terus menurun sehingga proyeksi ke arah endemi akan dapat diwujudkan.
(bmm)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Jadi Endemi,...
Covid-19 Jadi Endemi, Kemenkes Imbau Masyarakat Berperilaku Hidup Sehat
Berikut Sejumlah Peran...
Berikut Sejumlah Peran Pemerintah Usai Pandemi Covid-19
Jokowi Terbitkan Keppres...
Jokowi Terbitkan Keppres Cabut Status Pandemi Covid-19
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Menko PMK: Satgas Covid-19 Otomatis Bubar
Status Pandemi Dicabut,...
Status Pandemi Dicabut, Pemerintah Tetap Jamin Vaksinasi dan Pengobatan Pasien Covid-19
Indonesia Masuk Endemi,...
Indonesia Masuk Endemi, Satgas Beberkan Dasar Pencabutan Status Pandemi Covid-19
Kemenkes Sebut Covid-19...
Kemenkes Sebut Covid-19 Varian JN.1 Tidak Ganas
Kasus Covid-19 di Indonesia...
Kasus Covid-19 di Indonesia Meningkat, Menkes: Bukan Varian Baru
Waspada! Subvarian Omicron...
Waspada! Subvarian Omicron COVID-19 Baru Eris Menyebar Cepat di AS
Rekomendasi
Militer Iran Gempur...
Militer Iran Gempur Sistem Rudal HIMARS AS di Kuwait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
Berita Terkini
Cerita Megawati Pergoki...
Cerita Megawati Pergoki Intelijen: Hidup Saya Ini Diinteli Terus
Pakar Hukum: Secara...
Pakar Hukum: Secara Yuridis Pemeriksaan Mantan Jampidsus Tak Perlu Izin Kapolri dan Pejabat Negara Lainnya
Anggaran Rehab-Rekon...
Anggaran Rehab-Rekon Mulai Didistribusikan, Tito Minta K/L Informasikan Rencana Program pada Kepala Daerah
Roy Suryo: Rismon Tak...
Roy Suryo: Rismon Tak Layak Jadi Saksi di Kasus Ijazah Jokowi
Menteri Dody Ungkap...
Menteri Dody Ungkap Masalah Internal Kementerian PU Sangat Serius, Bongkar Berbagai Kasus termasuk Korupsi
OTT di Lombok Barat,...
OTT di Lombok Barat, KPK Sita Barang Bukti Rp9,06 Miliar
Infografis
Bagher Ghalibaf, Negosiator...
Bagher Ghalibaf, Negosiator Iran dan Tangan Kanan Mojtaba yang Mampu Tundukkan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved