Wacana Penundaan Pemilu 2024 Merepresentasikan Pemufakatan Jahat
Rabu, 02 Maret 2022 - 16:10 WIB
loading...
Managing Director of Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam menyebut wacana penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan sejumlah parpol belakangan ini merepresentasikan adanya pemufakatan jahat. Foto/MPI
A
A
A
JAKARTA - Managing Director of Paramadina Public Policy Institute, Ahmad Khoirul Umam menyebut wacana penundaan Pemilu 2024 yang digulirkan sejumlah parpol belakangan ini merepresentasikan adanya pemufakatan jahat. Hal ini merupakan hasil kajian yang telah dilakukan pihaknya.
"Kami melihat bahwa wacana terkait dengan pengunduran atau penundaan Pemilu 2024 ini semacam merepresentasikan pemufatakan jahat," ujar Umam dalam diskusi yang digelar secara daring, Rabu (2/3/2022). Baca juga: Dituding Jadi Biang Kerok Penundaan Pemilu 2024, Ini Pembelaan Jubir Luhut
Umam melihat dari sejumlah narasi yang digaungkan pengusul wacana penundaan Pemilu ini seperti kembali dilakukan testing the water untuk mengembalikan arsitektur politik Orde Baru. Karena hal inilah, dia memandang bahwa ada representasi pemufakatan jahat.
Menurut dia, pola yang digunakan sebelumnya hampir mirip. Di mana, pola pertama adalah wacana tentang tiga periode masa pemerintahan dijalankan. Sayangnya, resistensi cukup kencang dari publik.
"Kami melihat bahwa wacana terkait dengan pengunduran atau penundaan Pemilu 2024 ini semacam merepresentasikan pemufatakan jahat," ujar Umam dalam diskusi yang digelar secara daring, Rabu (2/3/2022). Baca juga: Dituding Jadi Biang Kerok Penundaan Pemilu 2024, Ini Pembelaan Jubir Luhut
Umam melihat dari sejumlah narasi yang digaungkan pengusul wacana penundaan Pemilu ini seperti kembali dilakukan testing the water untuk mengembalikan arsitektur politik Orde Baru. Karena hal inilah, dia memandang bahwa ada representasi pemufakatan jahat.
Menurut dia, pola yang digunakan sebelumnya hampir mirip. Di mana, pola pertama adalah wacana tentang tiga periode masa pemerintahan dijalankan. Sayangnya, resistensi cukup kencang dari publik.
Lihat Juga :