Bermain Layang-layang

Sabtu, 29 Januari 2022 - 10:07 WIB
loading...
A A A
Berbicara soal politik, agama, dan bahkan ekonomi kadangkala membuat perbedaan menajam. Terutama menyinggung tentang agama, itu sangatlah sensitif di masyarakat kita. Jika kita tidak tepat berpendapat, atau berbeda dengan kelompok tertentu, bisa saja dengan mudah dipojokkan, dijauhi, atau bahkan ada undang-undang ITE atau penodaan agama di ruang publik yang bisa menjerat.

Kita harus hati-hati. Apalagi menjelang persiapan hajatan politik 2024. Kita saksikan banyak yang sudah menggunakan momentum keagamaan, atau sengaja menyinggung identitas keagamaan sebagai jalan meraup simpati.

Mungkin masyarakat kita butuh rileksasi, perlu memperhatikan permainan seperti layangan, agar mengurangi ketersinggungan. Saat ini di Australia sedang ada kompetisi tenis Australian Open. Tetapi kita sudah kadung gandrung dengan bola kaki, tetapi kita belum berhasil juara bahkan di tingkat regional Asia Tenggara. Yang menjadi andalan kita adalah bulutangkis yang sifatnya kemampuan individu. Namun, meski prestasi olahraga kita belum merata di semua cabang, tetap harus ada porsi di ruang publik. Karena, permainan dan olahraga banyak mencairkan suasana.

Seperti serial layangan putus di TV tadi, kita memerlukan permainan yang sama-sama kita nikmati. Manusia hakekatnya adalah homo luden, yaitu suka permainan. Mungkin sisi ini yang harus kita garap bersama-sama. Jangan lah kita terlalu serius dan ketat memperhatikan kesalahan-kesalahan kawan-kawan sendiri dalam politik, agama, dan sosial. Kita membutuhkan hal-hal yang membuat relasi antar kita santai.

Nabi Muhammad sendiri pada suatu ketika mendapati Aisyah, istrinya yang bermain dengan boneka. Tentu terjadi perbincangan menarik tentang permainan ini. Memanah, berkuda, berenang adalah cabang waktu itu yang masih dilestarikan dari era Yunani, Romawi, dan Persia. China, India, dan bahkan Nusantara mempunyai perhatian khusus pada cabang ini. Mari bermain atau melihat layangan, mari menghibur diri.
(ynt)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Paradoks Persaudaraan...
Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara
Politik, Iman, dan Belanja:...
Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia
Dialog Antaragama untuk...
Dialog Antaragama untuk Perdamaian di Asia Tenggara
Waspada Upaya Segregasi...
Waspada Upaya Segregasi Masyarakat lewat Narasi Perang Akhir Zaman
Hari Kedua Workshop...
Hari Kedua Workshop Esoterika Fellowship Program, Denny JA: AI Dorong Tafsir Agama Pro Hak Asasi
Jamin Penuh Keselamatan...
Jamin Penuh Keselamatan Pengunjung, Waterboom Jogja Resmi Teken Kerja Sama dengan Askrindo
Apa Itu Adonitologi?...
Apa Itu Adonitologi? Agama untuk Pemuja Wanita Berbokong Besar
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rekomendasi
Final Piala Dunia 2026...
Final Piala Dunia 2026 Hadirkan Konser Impian: Justin Bieber, BTS, dan Madonna Satu Panggung
Rayakan Hari Jadi, Ancol...
Rayakan Hari Jadi, Ancol Gratiskan Tiket Masuk pada 10 Juli Besok
Babak Baru Kasus Dugaan...
Babak Baru Kasus Dugaan Penganiayaan ART oleh Erin Wartia, Herawati Bawa Bukti ke Polisi
Berita Terkini
Mantan Sekjen MPR Maruf...
Mantan Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Kembali Diperiksa KPK di Kasus Gratifikasi
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Infografis
Lima Pemain Andalan...
Lima Pemain Andalan Timnas Maroko yang Bermain di Eropa
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved