Bermain Layang-layang

Sabtu, 29 Januari 2022 - 10:07 WIB
loading...
Bermain Layang-layang
Al Makin/Foto/istimewa
A A A
Al Makin
Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Penggemar layar kaca saat ini mungkin sedang terpana oleh drama TV Layangan Putus. Serial ini boleh jadi meluapkan emosi para penonton yang selama ini terpendam.

Dalam istilah Freudian, emosi-emosi yang tidak selesai akan muncul lagi pada masa yang tidak disangka-sangka dengan cara yang buruk. Misalnya ketidakpuasan kita pada situasi politik, ekonomi, dan sosial yang tidak sempat terungkap sebelumnya. Emosi juga muncul saat kita merasa dikhianati orang lain, atau ada orang yang sepertinya tidak loyal pada kita.

Serial Layangan Putus mungkin tepat meluapkan kegalauan kita. Drama berseri inimungkin mewakili perasaan gundah gulana dalam diri kita.

Dalam teater Yunani kuno, peperangan, konflik dan pertikaian dalam drama tragedi dan komedi merupakan terapi untuk menghaluskan atau mengurangi akibat ketidakpuasan dalam kehidupan ini. Kita butuh sarana untuk meluapkan perasaan.

Di dunia nyata, di desa saya di Yogyakarta, tepat di pematang sawah-sawah di Kecamatan Kalasan, layangan bukan hanya sebagai judul serial TV. Melainkan jenis mainan yang banyak digemari masyarakat.

Banyak anak kecil, anak muda dan bapak-bapak bahkan, menerbangkan layangan dalam berbagai bentuk. Tempat untuk menerbangkannya di berbagai medan. Di tanah datar yang akan dibangun jalan tol salah satunya. Mereka bermain layangan untuk menghibur diri. Maka, jadilah kerumunan kecil-kecil outdoor di era pandemi. Tujuannya sama, melihat layangan yang biasanya diterbangkan di sore hari. Sabtu dan Minggu biasanya lebih banyak yang menonton sehingga para penerbang layang-layang terlihat lebih bersemangat.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Paradoks Persaudaraan...
Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara
Politik, Iman, dan Belanja:...
Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia
Dialog Antaragama untuk...
Dialog Antaragama untuk Perdamaian di Asia Tenggara
Waspada Upaya Segregasi...
Waspada Upaya Segregasi Masyarakat lewat Narasi Perang Akhir Zaman
Hari Kedua Workshop...
Hari Kedua Workshop Esoterika Fellowship Program, Denny JA: AI Dorong Tafsir Agama Pro Hak Asasi
Jamin Penuh Keselamatan...
Jamin Penuh Keselamatan Pengunjung, Waterboom Jogja Resmi Teken Kerja Sama dengan Askrindo
Apa Itu Adonitologi?...
Apa Itu Adonitologi? Agama untuk Pemuja Wanita Berbokong Besar
4 Negara Tanpa Agama...
4 Negara Tanpa Agama Negara, Salah Satunya Tetangga Indonesia
Rekomendasi
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Turun ke 5.865, Mayoritas Saham Berada di Zona Merah
Berawal dari Hobi Traveling,...
Berawal dari Hobi Traveling, Adhe Tora Kini Jadi Referensi Liburan dan Wisata Kuliner
Rantis Brimob Siaga...
Rantis Brimob Siaga di Mabes Polri di Tengah Pengusutan Dugaan Korupsi Batu Bara-Asabri
Berita Terkini
Dokter Tifa Sebut Dakwaan...
Dokter Tifa Sebut Dakwaan JPU Lemah: Sidang Tidak Bisa Lagi Dilanjutkan
Badko HMI Dukung Polri...
Badko HMI Dukung Polri Usut Tuntas Dugaan Korupsi Batu Bara
Sidang Eksepsi, Dokter...
Sidang Eksepsi, Dokter Tifa Minta Hakim Nyatakan Dakwaan JPU Tak Dapat Diterima
Polri Usut 3 Kasus Besar...
Polri Usut 3 Kasus Besar Korupsi, Pakar: Siapa pun yang Menghalangi Harus Ditindak
Kasus Mafia Hukum dalam...
Kasus Mafia Hukum dalam Pemberantasan Korupsi
Sidang Eksepsi Dokter...
Sidang Eksepsi Dokter Tifa: Kami Tak Pernah Minta Jokowi Dihukum, Hanya Minta Ijazah Dibuktikan
Infografis
5 Taman Bermain Indonesia...
5 Taman Bermain Indonesia yang Kini Tinggal Kenangan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved