Waspada Upaya Segregasi Masyarakat lewat Narasi Perang Akhir Zaman

Kamis, 15 Mei 2025 - 21:23 WIB
loading...
Waspada Upaya Segregasi...
Guru Besar Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof KH Didin Nurul Rosidin. FOTO/IST
A A A
JAKARTA - Guru Besar Sejarah Peradaban Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon, Prof KH Didin Nurul Rosidin memperingatkan masyarakat Indonesia agar mewaspadai narasi perang akhir zaman yang dikaitkan dengan konflik India-Pakistan. Menurutnya, narasi semacam ini tidak hanya keliru secara historis, tetapi juga berpotensi menimbulkan segregasi sosial dan radikalisasi masyarakat.

Prof. Didin menilai bahwa konflik antara India dan Pakistan merupakan akumulasi persoalan sejarah yang kompleks, mencakup dimensi politik, sosial, budaya, dan ekonomi, bukan perang agama sebagaimana digambarkan dalam framing apokaliptik oleh sebagian pihak. Ia menyebut framing umat Islam (Pakistan) vs orang kafir (India) sebagai narasi yang berbahaya karena mempolarisasi masyarakat dan memicu kekerasan.

"Narasi semacam ini cenderung menimbulkan polarisasi tajam, memicu radikalisasi, dan menggerus upaya perdamaian serta diplomasi yang sejatinya sangat diperlukan untuk menghindari eskalasi militer, bahkan nuklir, di kawasan Asia Selatan," kata Prof. Didin.

Ia mengingatkan bahwa retorika “perang akhir zaman” sering kali dimanfaatkan oleh kelompok ekstremis untuk membenarkan tindakan kekerasan dan merekrut anggota baru. Framing seperti ini juga dapat mendorong tindakan individu secara spontan (lone wolf) yang merasa terpanggil untuk berjihad atas nama agama menjelang kiamat.

Dalam konteks Indonesia, Prof. Didin menilai bahwa pengaitan konflik India–Pakistan dengan situasi dalam negeri sangat tidak relevan. Ia menegaskan bahwa sejarah Indonesia dibangun di atas semangat persatuan dalam keberagaman, bukan atas dasar homogenitas agama.

"Indonesia itu dibangun dan akan selalu dibangun oleh keanekaragaman, tidak hanya budaya tetapi juga keimanan. Kalau kita bicara dari Sabang sampai Merauke, itu adalah bicara tentang Bhinneka Tunggal Ika," terangnya.

Prof. Didin juga mengkritik upaya membandingkan situasi Indonesia dengan konflik India–Pakistan. Menurutnya, sejarah masing-masing negara bersifat unik dan tidak bisa disamaratakan. Ia mencontohkan bagaimana kolaborasi lintas iman menjadi kekuatan bangsa Indonesia, mulai dari Sumpah Pemuda hingga perjuangan kemerdekaan dan revolusi fisik.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Prabowo: Dharma Santi...
Prabowo: Dharma Santi 2026 Jadi Momentum Mempererat Persaudaraan
Bersyukur Menang Perang...
Bersyukur Menang Perang Lawan Amerika-Israel, Dubes Iran: Islam Menang Atas Musuh-musuhnya
Game Theory Konflik...
Game Theory Konflik Global: Islam Ajarkan Pemimpin Dunia Keputusan untuk Maslahat
Paradoks Persaudaraan...
Paradoks Persaudaraan Manusia di Asia Tenggara
Politik, Iman, dan Belanja:...
Politik, Iman, dan Belanja: Mesin Peradaban Manusia
5 Pemimpin Muslim yang...
5 Pemimpin Muslim yang Jenazahnya Diawetkan sebelum Dimakamkan, Ali Khamenei Paling Lama
Negara NATO Ini Bakal...
Negara NATO Ini Bakal Melarang Kumandang Azan
Wanita Ini Dihujat karena...
Wanita Ini Dihujat karena Sebut Islam Organisasi Teroris, Sekarang Malah Dapat Donasi Rp2,5 Miliar
Rekomendasi
92 WN China Pelaku Penipuan...
92 WN China Pelaku Penipuan Investasi di Batam Dideportasi, Seumur Hidup Dilarang ke Indonesia
BPJT dan Roatex Matangkan...
BPJT dan Roatex Matangkan Pra Uji Coba Sistem Tol Tanpa Setop
Manohara Tolak Flexing,...
Manohara Tolak Flexing, Pilih Habiskan Uang untuk Merawat 8 Anjing dan 4 Kucing
Berita Terkini
Prabowo-Narendra Modi...
Prabowo-Narendra Modi Siap Teken 8 Kerja Sama, Pertahanan hingga Teknologi
Praperadilan Tersangka...
Praperadilan Tersangka Kasus Haji Asrul Azis Ditolak, KPK: Lanjutkan Penyidikan
3 Polisi Satresnarkoba...
3 Polisi Satresnarkoba Polres Katingan yang Gugur Terima Kenaikan Pangkat Luar Biasa
Soroti Survei Terbuka...
Soroti Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online
KY Bakal Tindak Lanjuti...
KY Bakal Tindak Lanjuti Laporan Kubu Nadiem Makarim
Dugaan Korupsi Pasokan...
Dugaan Korupsi Pasokan Batu Bara, Polri: Negara Rugi Rp5 Triliun Akibat Pemadaman Listrik
Infografis
Tanda-tanda Kiamat yang...
Tanda-tanda Kiamat yang Akan Mengejutkan Dunia di Akhir Zaman
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved