Dialog Antaragama untuk Perdamaian di Asia Tenggara

Minggu, 16 November 2025 - 12:36 WIB
loading...
Dialog Antaragama untuk...
Ridwan al-Makassary. Foto/Istimewa
A A A
Ridwan al-Makassary
Dosen Ilmu Politik Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) dan Direktur Center of Muslim Politics and World Society (COMPOSE) UIII

ASIA Tenggara adalah sebuah wilayah yang diberkahi dengan keragaman. Di berbagai sudut Asia Tenggara , dari pelosok Mindanao, desa-desa kecil di Pattani, hingga kampung-kampung perbatasan Kalimantan dan Tanah Papua, kita menyaksikan mosaik kehidupan yang kaya dengan warna-warna agama . Islam, Kristen, Katolik, Buddha, Hindu, Khonghucu, hingga kepercayaan lokal dan adat nusantara, hidup berdampingan dalam lanskap sosial yang kompleks. Namun mosaik itu, betapa pun indahnya, acap retak oleh gesekan politik identitas dan ketidakadilan struktural. Dalam pusaran inilah interfaith dialogue (dialog antaragama) kembali menyeruak sebagai jalan sunyi yang acap dilupakan, tetapi justru memiliki potensi besar untuk merawat perdamaian yang rapuh.

Secara formal, gerakan Interfaith muncul awal 1990an di Indonesia dan menyebar ke Asia Tenggara. Interfaith dialogue secara formal di tanah air berdiri pada 1991 di Yogyakarta dengan nama Institut Dian/Yayasan Interfidei. Sejak itu, bermunculan gerakan-gerakan Interfaith di Indonesia, termasuk NGO dan kampus yang memiliki pusat-pusat kajian bermunculan, yang mengupayakan dialog antaragama. Bahkan, ormas seperti Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah juga menggerakkan diplomasi agama dengan melaksanakan forum Religion Twenty (R20) dan World Peace Forum (WPF). Unit pemerintahan seperti PKUB (Pusat Kerukunan Umat Beragama) dan unit di kementerian lain juga menggerakan diplomasi religious. Malaysia, Filipina, Brunei, untuk menyebut beberapa, juga mengembangkan dialog antar agama untuk menjaga kerukunan di wilayah masing-masing.

Murungnya, dialog antar agama banyak berwujud dialog teologis yang dilakukan pemuka-pemuka agama, yang kadang tidak banyak efeknya kepada masyarakat akar rumput. Meskipun demikian, ada dialog-dialog yang disebut dialog kehidupan yang melibatkan interaksi dan ketertarikan untuk saling menghidupi di masyarakat. Inilah yang merupakan kegiatan perdamaian yang disemai sebagai bukan proyek elitis yang bergema hanya di ruang seminar ber-AC. Kegiatan-kegiatan dialog antar agama untuk perdamaian model begini digerakkan sejumlah NGO dan unit kampus untuk hal tersebut. Ia adalah keterampilan sosial, disiplin moral, sekaligus komitmen politik yang berakar pada kesediaan untuk mendengarkan yang berbeda. Dalam konteks Asia Tenggara, satu wilayah yang kaya tradisi namun sarat konflik laten, dialog lintas iman bukan sekadar agenda normatif, tetapi kebutuhan historis. Kita telah terlalu lama melihat bagaimana agama dibajak guna memobilisasi kemarahan, mempolitisasi warga, dan melanggengkan ketidakpercayaan.

Baca Juga: Adakah Masa Depan Kemerdekaan untuk Palestina?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kardinal Orlando Quevedo...
Kardinal Orlando Quevedo Dianugerahi Harmony in Diversity Award Perdana
Prabowo: Indonesia-Belarus...
Prabowo: Indonesia-Belarus Sepakat Mendukung Perdamaian dan Stabilitas Dunia
Islam: Agama yang Paling...
Islam: Agama yang Paling Disalahpahami
Vesak Festival 2026,...
Vesak Festival 2026, Stafsus Menag Doakan Presiden Prabowo Diberi Kekuatan Memimpin Bangsa
KJRI Penang: Konektivitas...
KJRI Penang: Konektivitas BNCT Perkuat Rantai Pasok bagi Negara-negara Asean dan Asia
Waisak 2026, Menag:...
Waisak 2026, Menag: Dharma Menjaga Perdamaian Dunia
Penghargaan Regional...
Penghargaan Regional Dorong Penguatan Dialog, Kepercayaan, dan Kepemimpinan di Asia Tenggara
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Perkuat Kolaborasi Kampus,...
Perkuat Kolaborasi Kampus, MNC University Inisiasi Konsorsium Perguruan Tinggi ASEAN
Rekomendasi
3 Tentara AS Tewas Diserang...
3 Tentara AS Tewas Diserang Rudal Iran, Trump Salahkan Yordania
Tren Penguatan IHSG...
Tren Penguatan IHSG Lanjut ke 6.346, Transaksi di Awal Sesi Cetak Rp627 Miliar
Rugi hingga Rp3 Miliar,...
Rugi hingga Rp3 Miliar, Amanda Manopo Tak Sabar Penjarakan Oknum Manajemen
Berita Terkini
Tok! PN Jaktim Terima...
Tok! PN Jaktim Terima Eksepsi Dokter Tifa, Persidangan Pembuktian Tak Dilanjut
Dokter Tifa Siap Hadapi...
Dokter Tifa Siap Hadapi Putusan Sela: Kalau Ditolak, Kami Maju Terus Ungkap Kebenaran
Hari Ini Kortas Tipikor...
Hari Ini Kortas Tipikor Polri Panggil Eks Wakapolri Oegroseno untuk Klarifikasi Lahan Sepolwan
Gantikan Febrie Adriansyah,...
Gantikan Febrie Adriansyah, Kuntadi Diharapkan Pulihkan Kepercayaan Publik
Kejagung Terbitkan Sprindik...
Kejagung Terbitkan Sprindik Baru Dugaan TPPU 74 Kg Emas dan Uang di Rumah Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
Bos FBI Temui Prabowo,...
Bos FBI Temui Prabowo, Artefak Papua yang Diselundupkan ke AS Kembali ke Indonesia
Infografis
Sensus Ekonomi 2026:...
Sensus Ekonomi 2026: Data untuk Memperkuat UMKM dan Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved